padangexpo.com // Solok
Duka kembali menyelimuti dunia jurnalistik di Sumatera Barat. Belum genap dua pekan setelah berpulangnya jurnalis senior Am Carlen, keluarga besar pers kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Wartawan senior Solok, Marjohan, meninggal dunia di Rumah Sakit Serambi Madinah Solok, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 16.20 WIB.
Kepergian Marjohan meninggalkan kesedihan mendalam bagi rekan-rekan seprofesi, pejabat pemerintahan, hingga masyarakat yang mengenalnya. Selama puluhan tahun mengabdikan diri di dunia jurnalistik, almarhum dikenal sebagai wartawan yang tangguh, pekerja keras, dan memiliki keberanian tinggi dalam menjalankan tugas.
Bagi para jurnalis Solok, Marjohan bukan sekadar rekan kerja, tetapi sosok senior yang konsisten memegang teguh idealisme. Ia dikenal gesit memburu informasi, ulet menelusuri fakta, dan tidak pernah gentar menemui narasumber, bahkan ketika harus mengungkap persoalan yang sensitif atau penuh risiko.
Dedikasinya di dunia pers membuat hampir seluruh kepala daerah, pejabat pemerintah, hingga tokoh masyarakat di Kabupaten dan Kota Solok mengenalnya dengan baik. Dalam perjalanan kariernya, Marjohan pernah mengabdi di sejumlah media, di antaranya Rajawali, Media Rakyat (Mindok) Solok, Sangkakala, Padang Ekspres, hingga terakhir bergabung dengan Bidik Kasus Medan.
Ketua PWI Kota Solok, Roni Natase yang akrab disapa Akak Roni, mengaku sangat terkejut mendengar kabar wafatnya Marjohan. Menurutnya, almarhum selama ini tidak pernah terlihat mengalami sakit serius.
“Saya sangat berduka atas kepergian sosok rekan terbaik. Beliau sosok yang sopan kepada siapa saja, baik kepada sesama jurnalis maupun masyarakat. Hampir semua orang mengenalnya, mulai dari pejabat hingga masyarakat Kabupaten dan Kota Solok. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosanya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Roni.
Ungkapan duka juga disampaikan Ketua Media Online Indonesia (MOI) Solok, Ega Pratama Yudistira. Ia menilai Marjohan merupakan wartawan yang menjalankan profesinya dengan penuh kejujuran dan menjunjung tinggi etika jurnalistik.
“Almarhum adalah sosok yang tulus dan baik. Beliau bekerja dengan jujur serta selalu menjaga marwah profesi jurnalis. Kami semua merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dari keluarga besar pers Solok,” katanya.
Kepergian Marjohan juga meninggalkan kenangan mendalam bagi banyak sahabatnya. Almarhum dikenal sebagai pribadi sederhana dan penuh loyalitas. Ia tak segan mendatangi rumah rekan-rekannya, bahkan rela berjalan kaki ketika tidak mendapatkan kendaraan, demi menjaga silaturahmi dan kebersamaan.
Bagi dunia jurnalistik Sumatera Barat, wafatnya Marjohan menjadi kehilangan besar. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai wartawan yang bekerja dengan keberanian, integritas, dan semangat pengabdian yang tinggi.
Selamat jalan, sahabat. Jejak pengabdianmu akan tetap hidup dalam setiap lembar sejarah pers Solok. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima seluruh amal ibadah, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.(tim PE)

