Site icon Padang Expo

Payakumbuh Selangkah Lagi Wujudkan Birokrasi Berbasis Talenta, ASN Terbaik Disiapkan Layani Masyarakat

padangexpo.com // Jakarta

Pemerintah Kota Payakumbuh semakin dekat mewujudkan birokrasi modern yang profesional, kompetitif, dan berbasis kinerja setelah menjalani ekspose Penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Tahapan strategis tersebut menjadi gerbang penting menuju penerapan penuh sistem manajemen talenta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dalam memperkuat reformasi birokrasi dengan memastikan setiap jabatan diisi oleh ASN yang memiliki kompetensi, kinerja, dan potensi terbaik.

Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, Pemko Payakumbuh memilih tidak lagi bergantung pada pola birokrasi konvensional. Sebaliknya, pemerintah mulai membangun sistem yang mampu memetakan dan mengembangkan talenta ASN secara objektif, transparan, dan terukur.

Mewakili Wali Kota Zulmaeta, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan instrumen penting dalam menciptakan birokrasi yang adaptif dan berdaya saing.

“Pemko Payakumbuh mendukung penuh transformasi pengelolaan ASN melalui manajemen talenta. Sistem ini membantu pemerintah memetakan potensi pegawai, mengembangkan kompetensi, serta menyiapkan talenta terbaik untuk mengisi jabatan strategis secara objektif dan transparan,” ujarnya.

Menurut Elzadaswarman, sistem merit bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diwujudkan jika pemerintah ingin menghadirkan pelayanan publik yang cepat, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pada akhirnya, yang akan merasakan manfaatnya adalah masyarakat melalui pelayanan yang lebih cepat, profesional, efektif, dan responsif,” tegasnya.

Keseriusan Pemerintah Kota Payakumbuh membangun manajemen talenta sebenarnya telah dimulai sejak Oktober 2025. Berbagai tahapan dipersiapkan secara bertahap, mulai dari sosialisasi, penyusunan komitmen kepala daerah, pembentukan tim manajemen talenta, penyusunan regulasi, pemenuhan data pendukung hingga pendampingan intensif bersama BKN.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kepala BKN Nomor 411 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta ASN Instansi Pemerintah yang mendorong seluruh instansi pemerintah menerapkan sistem pengelolaan talenta secara terintegrasi.

Dalam ekspose tersebut, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda memaparkan kesiapan daerah dalam membangun fondasi sistem merit yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Manajemen talenta merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap ASN mendapatkan kesempatan pengembangan karier sesuai kompetensi dan kinerjanya. Dengan demikian, organisasi dapat menempatkan pegawai terbaik pada posisi yang tepat,” kata Rida.

Ia menjelaskan berbagai instrumen pendukung telah dipersiapkan, termasuk integrasi data kepegawaian yang akan menjadi basis pemetaan kompetensi dan potensi ASN secara lebih akurat.

Transformasi tersebut juga diperkuat melalui digitalisasi. Kepala BKPSDM Kota Payakumbuh Dafrul Pasi bahkan memperagakan langsung aplikasi manajemen talenta di hadapan tim penilai BKN.

Melalui sistem digital tersebut, kompetensi, kinerja, dan potensi ASN dapat dipetakan secara komprehensif sehingga proses pengembangan karier maupun pengisian jabatan berlangsung lebih efektif dan akuntabel.

“Digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan manajemen talenta. Melalui sistem yang terintegrasi, proses pengelolaan ASN dapat dilakukan lebih efektif, terukur, dan akuntabel,” ujar Dafrul.

Keseriusan Pemko Payakumbuh mendapat apresiasi langsung dari Wakil Kepala BKN Suharmen. Ia menilai langkah yang dilakukan daerah tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sistem merit dan membangun birokrasi yang berkualitas.

Menurut Suharmen, keberhasilan manajemen talenta tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sistem, tetapi juga konsistensi implementasi serta komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Keberhasilan manajemen talenta ditentukan oleh pembangunan sistem yang kuat, implementasi yang konsisten, serta pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Kami mendorong Pemko Payakumbuh terus memperkuat program penghargaan dan peningkatan kompetensi ASN,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sosialisasi secara menyeluruh kepada ASN agar manajemen talenta tidak dipandang sekadar sebagai instrumen administrasi, melainkan sebagai mekanisme pengembangan karier yang adil, objektif, dan berbasis prestasi kerja.

Ekspose tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman bersama Wakil Kepala BKN Suharmen sebagai penanda selesainya tahapan evaluasi.

Kini, Pemerintah Kota Payakumbuh tinggal menunggu hasil penilaian dan keputusan BKN untuk penerapan manajemen talenta secara penuh.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, Payakumbuh berpeluang menjadi salah satu daerah yang berhasil membangun birokrasi berbasis talenta, menghadirkan ASN yang tepat di posisi yang tepat, serta memastikan pelayanan publik semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Exit mobile version