Site icon Padang Expo

Payakumbuh Siap Wujudkan Sumbar Bebas Sampah 2029

padangexpo.com // Padang Pariaman

Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya menjadi bagian penting dalam percepatan mewujudkan Sumatera Barat Bebas Sampah 2029. Tak sekadar mendukung di atas kertas, Pemko Payakumbuh siap memperkuat pengurangan sampah sejak dari sumber, menyusun roadmap pengelolaan sampah yang terintegrasi, serta membangun kolaborasi lintas sektor demi menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat menghadiri Rapat Koordinasi Permasalahan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah, dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) se-Sumatera Barat yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat di Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026).

Forum strategis yang dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, para bupati dan wali kota, serta kepala dinas lingkungan hidup se-Sumatera Barat itu menjadi langkah awal penyusunan roadmap pengelolaan sampah sebagai pedoman bersama dalam menyelesaikan persoalan persampahan di daerah sekaligus mendukung target nasional.

Pemko Payakumbuh mendukung penuh penyusunan roadmap pengelolaan sampah Sumatera Barat. Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar target Sumbar Bebas Sampah 2029 benar-benar terwujud,” tegas Elzadaswarman.

Menurutnya, arah kebijakan Pemko Payakumbuh saat ini difokuskan pada pengurangan timbulan sampah sejak dari sumber melalui edukasi masyarakat, penguatan penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menilai perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah. Karena itu, pemerintah terus mendorong budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga agar volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan.

Selain perubahan perilaku masyarakat, Elzadaswarman menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana persampahan yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Peningkatan fasilitas pengelolaan sampah akan mempercepat kualitas pelayanan sekaligus mengurangi beban TPA. Infrastruktur dan kesadaran masyarakat harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat mengingatkan bahwa persoalan sampah telah menjadi tantangan nasional yang membutuhkan langkah cepat dan terukur. Ia meminta seluruh pemerintah daerah di Sumatera Barat segera menyusun roadmap pengelolaan sampah sebagai acuan bersama dalam melakukan pembenahan.

Menurut Menteri, sekitar 74 persen sampah di Indonesia masih belum terkelola dengan baik, sementara hampir 70 persen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih menggunakan sistem open dumping yang harus segera ditinggalkan menuju sistem pengelolaan yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Pemerintah pusat, lanjutnya, siap memberikan dukungan kepada daerah, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pengelolaan sampah sesuai kemampuan anggaran kementerian.

Menanggapi arahan tersebut, Elzadaswarman menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota menjadi fondasi utama keberhasilan program Sumbar Bebas Sampah 2029.

Arahan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pengelolaan sampah dari hulu. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat diwujudkan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi terus mengakselerasi pengurangan sampah melalui pembatasan timbulan sampah, pemanfaatan kembali, dan daur ulang. Sebagai bentuk dukungan, Pemprov meluncurkan Buku Saku 101 Pengolahan Sampah serta menargetkan implementasi program Zero Waste di seluruh organisasi perangkat daerah.

Menutup kegiatan, Elzadaswarman mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai budaya bersama, bukan sekadar program pemerintah.

Perubahan besar dimulai dari rumah. Jika setiap keluarga membiasakan mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya, maka cita-cita mewujudkan Sumbar Bebas Sampah 2029 akan lebih cepat menjadi kenyataan,” pungkasnya(Ken)

Exit mobile version