Site icon Padang Expo

Pemkab Sijunjung Gelar Sosialisasi KPMPB Bagi Pelaku IKM

| padangexpo.com (Sijunjung)

Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melakukan kegiatan sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal dan Perizinan Berusaha (KPMPB) bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), Binaan Dekranasda Kabupaten Sijunjung di Hotel Sahid Bukik Gadang, Selasa 2 November 2021.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sijunjung Ny. Riri Benny Dwifa dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan sosialisasi kebijakan penanaman modal dan perizinan berusaha bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Pembinaan yang telah dilakukan terhadap industeri kecil dan menengah (IKM) berupa bintek kerajinan anyaman pandan dan tas jali-jali serta sudah dirasakan manfaatnya, pada awalnya anyaman pandan dihasilkan pengrajin tidak bermotif dan kebanyakan berupa lapiak pandan, Ujarnya.

Sejak ada bintek anyaman pandan sudah bermotif dan diversifikasi menjadi tempat tisu, kotak songket, sendal, map dan lain-lain, begitu juga dengan tas jali-jali yang sudah di pakai oleh konsumen baik dalam maupun di luar Kabupaten bahkan sampai Pulau Jawa, ungkapnya.

Sementara untuk industri makanan, pembinaan yang dilakukan berupa design kemasan, gugus kendali mutu (GKM), serta bantuan peralatan yang sampai saat ini sudah mendapat bantuan lebih kurang 20 IKM sejak tahun 2019.

Terdapat beberapa prestasi yang telah diraih diantaranya juara 4 UMKM Award kategori Non Pertanian tahun 2011, dari kementrian PDT oleh kelompok Tenun Lansek Manih, juara harapan 2 lomba desain busana muslimah tingkat provinsi Sumatera Barat tahun 2012.

Akhir tahun 2013 yang lalu, industri kecil menengah (IKM) Tenun Songket Unggan memperoleh kategori wirausaha mikro terbaik se Indonesia Citi Microentrepreneurship Award bekerja sama dengan UKM center universitas Indonesia, kata Ny Riri Benny.

Pada tahun ini madu galo-galo meraih peringkat ke 2 dalam kategori inovasi stup dan toping (kotak lebah) yang memiliki nilai budaya berkelanjutan dan estetika dalam rangka memperingati hari pangan sedunia (HPS), di kotamadya Sawahlunto, Ujarnya.

Ada beberapa potensi industri yang baru tumbuh salah satunya minyak kayu putih, berdasarkan hasil laboratorium UPTD Balai Pengujian dan sertifikasi Mutu barang minyak kayu putih mendapatkan hasil super baik.

Merupakan kebanggan bagi Daerah Kabupaten Sijunjung karena potensi minyak kayu putih merupakan satu-satunya potensi minyak kayu putih yang ada di Sumatera Barat, Ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Jaheri, S.Sos.M.Si mengatakan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya strategi Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk meningkatkan pemahaman secara menyeluruh bagi pelaku Usaha Industri Kecil Menengah (IKM).

“Ini merupakan tindak lanjut kegiatan pembinaan dan pengendalian terhadap aktivitas penanaman modal di Kabupaten Sijunjung dengan tujuan agar dapat tersosialisasinya peraturan dan kebijakan di bidang penanaman modal bagi para pelaku usaha,” terangnya.

Kemudian, dengan terselenggaranya kegiatan itu, Jaheri juga berharap terjadi komunikasi dan kerjasama antara Pemerintah Daerah dan IKM terutama dibidang legalitas usaha.

Sebanyak 80 orang pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dibawah binaan Dekranasda Kabupaten Sijunjung mengikuti sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal dan Perizinan Usaha yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, jelasnya.

Hadir pada kegiatan itu, Kepala Bidang Penanaman Terpadu Satu Pintu pada Dinas PMPTSP Sumatera Barat, Indra Utama, Ketua Dekranasda Kabupaten Sijunjung, Ny Riri Benny Dwifa, Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Sijunjung, Jaheri, Kepala Dinas Dagperinkop UKM, Yulizar dan Kepala Bidang Perindustrian, Dewi Mayza Lenny serta Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Ramli.(gga/pkp)

Exit mobile version