Site icon Padang Expo

Serak Jalo Tandai Pesona Pongek Simawang Resmi Di Buka

Padangexpo.com, Tanah Datar -Ditandai dengan Serak Jalo (lempar jala) acara Pesona 1000 Pongek Simawang resmi di buka oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM, Sabtu (25/11/2023) di Tanjung Indah, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan. Selain itu, tarian kolosal Pongek Simawang juga menjadi salah satu ikon pembukaan dimana banyak mencuri perhatian pengunjung.

Tampak hadir pada acara pembukaan tersebut anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Bukhari Dt. Tuo, anggota DPRD Tanah Datar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar, Kepala OPD, Camat Rambatan beserta forkopimca, Ketua LKAAM Tanah Datar, Wali Nagari, angku-angku, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, perantau dan undangan lainnya.

Bupati Eka Putra dalam sambutannya sangat terkesan dan sangat mengapresiasi penampilan tari massal Pongek Simawang yang menceritakan kisah keseharian masyarakat setempat didalam mencari nafkah dengan menjala ikan di danau Singkarak.

“Saya ucapkan selamat atas penampilan tari massal Pongek Simawang yang telah berhasil tampil sangat luar biasa. Untuk itu, Saya minta kepada Dinas Parpora untuk menampilkan tari massal Pongek Simawang ini nanti pada Festival Pesona Minangkabau pada bulan Desember nanti di Istano Basa Pagaruyung,” ujar Bupati Eka Putra.

Terkait hal itu, Bupati Eka Putra juga meminta kepada semua yang terlibat didalam penampilan tari massal Pongek Simawang untuk lebih mempersiapkan lagi penampilannya lebih bagus lagi, karena nanti saat tampil pada Festival Pesona Minangkabau penontonnya akan jauh lebih banyak dan lebih ramai.

Bupati Eka Putra juga mengatakan bahwa program satu nagari satu event yang paling penting itu adalah masyarakat bisa memahami maknanya, yaitu makna dari sebuah event.

“Melalui event ini, bagaimana kita bisa lebih menggali potensi yang ada di nagari. Dari sini kita juga bisa menampilkan kuliner tempo dulu yang telah lama hilang sehingga muncul kembali. Melalui event ini juga bisa dijadikan sebagai ajang promosi produk UMKM, sehingga akan meningkatkan perekonomian masyarakat karena perbedaan uang tidak hanya di kota tetapi juga sampai di nagari-nagari,” kata Bupati Eka.

Selain itu, Bupati Eka Putra mengharapkan melalui event ini para niniak mamak bisa mentransfer ilmunya kepada anak kemenakannya sehingga kearifan lokal suatu nagari tidak hilang begitu saja termakan zaman. Karena dari event ini akan ada transformasi ilmu dari niniak mamak dan bundo kanduang kepada generasi muda.

Terakhir, Bupati Eka Putra juga menyampaikan rasa terimakasihnya atas support dari Kemendikbud ristek atas dana hibahnya yang ikut membantu penyelenggaraan event nagari ini.

“Tanah Datar yang masuk dalam sejarah kereta api mulai dari Sawahlunto hingga kota Padang Teluk Bayur, tentunya kami akan mensupport Gelanggang Arang ini yaitu untuk mengingat kembali bagaimana dahulunya jalur kereta api ini hidup dan sebagai alat transportasi yang merakyat di kalangan masyarakat, juga sebagai alat untuk membawa hasil tambang. Namun sekarang jalur ini sudah tidak aktif lagi namun tentunya masuk sebagai budaya warisan oleh Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto, tentu akan kita ingat dan kita jaga,” papar Eka Putra.

“Kami kerjasama dengan kementerian kebudayaan dan saat ini kita di bantu dana hibah dari mereka sebesar Rp 20 juta untuk alek anak nagari satu event satu event dengan tema Pesona 1000 Pongek Simawang ini,” tutup Bupati Eka Putra. (Dwi)

Exit mobile version