Site icon Padang Expo

Situasi Memanas, Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Anggota DPRD Tanah Datar Dapat Sorotan Tajam di Musnag Rao Rao

| padangexpo.com (Tanah Datar)

Sejumlah tokoh masyarakat mempertanyakan keberadaan anggota dewan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Kehadiran Anggota DPRD Tanah Datar Dekminil pada Musyawarah Nagari (Musyawarah Nagari) Rao-Rao Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar ternyata mendapat “Sorotan Tajam” dari peserta Musnag.

Salah seorang tokoh masyarakat H.Fuad Ismail yang sehari-hari Ketua Masjid Raya Rao-Rao menyorot tentang ucapan anggota dewan tentang melempar masalah yang terjadi di Nagari pihak terkait.

“Pihak terkait yang mana ini pak, harus jelas,” kata Fuad Ismail dalam acara diskusi umum Musnag Rao-Rao di SD Negeri 11 Rao-Rao, Selasa (12/07/2022).

Menurut Fuad, jika terjadi permasalahan kemacetan dalam anggaran di tingkat kabupaten, apakah harus kami anggota masyarakat yang datang ke OPD dimaksud, bukankah kami masyarakat banyak ini sudah mewakili kepada bapak dalam mengawal dan menelusurinya.

Memanasnya suasana Musnag ini dari awal sudah dimulai oleh Wali Nagari Rao-Rao Drs.Fahmi Muhammad yang menyorot masalah pengaspalan jalan dari Simpang Parigi Cancang-Koto Gadang Rao-Rao.

“Untuk diketahui, jalan ini setiap tahun dimunculkan, namun sampai sekarang masih belum terwujud, sementara saya sudah menjadi Wali Nagari selama 4 tahun,” kata Wali Nagari Fahmi Muhammad menambahkan.

Hampir senada dengan itu, Kepala SD Negeri 11 Rao-Rao Kamsinar, S.Pd juga menyorot tentang usulannya melalui anggota DPRD Tanah Datar Benny Apero tentang pembangunan pagar sekolah. Ketika ditanyakan, jawabannya “Aman mah uni, nanti kita bantu” kata Kamsinar menirukan ucapan anggota dewan dimaksud.

Menanggapi sorotan tersebut anggota DPRD Dekminil mengatakan, kue pembangunan sedikit, sementara yang akan menikmati cukup banyak. Bayangkan dana DAU saja dipotong, tidak hanya DAK, bagaimana kita akan memenuhi kebutuhan seluruhnya.

Sedangkan anggota DPRD Benny Apero ketika dikonfirmasi mengatakan, usulan tersebut memang disampaikan melalui Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan), tetapi karena anggaran yang tersedia sangat minim sekali, harapan kepala sekolah tersebut belum dapat terpenuhi. (Dwi/Wd)

Exit mobile version