Oleh: Muhammad Aldi Awitra
Pasar menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah tempat orang melakukan transaksi jual beli. Seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat terkecil itu adalah keluarga, setiap keluarga tentu secara kontinyu akan memenuhi kebutuhannya baik itu kebutuhan harian maupun kebutuhan yang mengikuti trend bagi yang berkemampuan secara finansial, saat ini kebutuhan yang akan dipenuhi masyarakat kita sebahagian besar didapatkan dengan berbelanja melalui Handphone yang menggunakan aplikasi tertentu atau dengan kata lain belanja dipasar online.
Pengaruh teknologi yang sedemikian rupa dan canggih memberi dampak kepada masyarakat kita, baik itu dampak negatif maupun dampak positifnya
masyarakat yang berbelanja dipasar online secara otomatis akan berpengaruh kepada pasar tradisional artinya sungguh sangat jauh berkurangnya putaran mata uang yang berada dipasar tradisional.
Eksistensi pasar yang berwujud secara nyata dan pasar yang ada dalam dunia digital memang menjadi buah pikir bagi penulis, sehingga menyeruaklah kepermukaan berupa pertanyaan, dimana pertanyaan itu adalah kenapa masyarakat lebih memilih pasar digital dari pada pasar tradisional dalam memenuhi kebutuhannya?. Jika jawaban dari pada setiap konsumen karena mudah melakukan transaksi dan mengikuti perkembangan zaman, perkembangan teknologi serta tinggal menunggu dirumah sembari duduk manis dan pesanan pun datang, bagi penulis alasan itu semua belum cocok dengan realitas yang terjadi saat ini,karena tingkat kebutuhan.
Hidup yang semakin tinggi, gaya hidup yang semakin konsumtif, serta nilai mata uang yang sungguh sangat jauh dari berharga. Jadi jika masyarakat kita lebih dari 80% berbelanja di pasar online tentu pasar tradisional akan merintih dan menjerit, konsekwensinya yaitu ekonomi masyarakat khusus pedagang tentu signifikan menurun, analoginya sama dengan “bukan tanaman yang tidak mau tumbuh namun bumi itu yang tidak menerima”. Maksudnya disini adalah bukan masyarakat tidak mau berusaha untuk berdagang melainkan pasar itu sendiri yang sudah beralih kepada pasar digital.
Kita sebagai bahagian dari masyarakat tentu sangat prihatin sekali dengan kondisi pasar tradisional detik ini dan juga tidak bisa kita pungkiri keikutsertaan kita dalam proses transaksi jual beli, baik itu di pasar online maupun pasar tradisional .
Dalam kondisi seperti ini tentulah kita memiliki persfektif yang berbeda dalam melihat dan menganalisa lebih dalam lagi terkait dengan pasar online ini.
Pandangan penulis dari sisi positifnya, ada beberapa poin, yang pertama pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pemasaran produk-produk agar perdetik bisa langsung terlihat oleh para konsumen baik itu di daerah kita, negara kita maupun manca negara, yang kedua mempermudah masyarakat mengakses apa yang menjadi kebutuhan , selanjutnya menambah pertemanan dan jangkauan dalam jual beli dan tukar menukar produk. Yang ketiga melihat perbandingan harga antara pasar on line dengan pasar tradisional, yang ke empat tidak terlepas dari penilaian akan kualitas produk.
Kondisi diatas membuat kita harus menggunakan pisau analisis supaya hasil pembedahannya menjadikan pasar tradisional tetap eksis dan pasar online kian semakin berkembang dan maju pesat. Solusi yang akan disuguhkan oleh penulis hanya ada dua yaitu kesadaran masyarakat dan kebijakan pemerintah, masyarakat harus menyadari bahwa zaman ini adalah zaman digitalisasi, dimana masyarakat tidak ingin repot untuk mendapatkan sesuatu sesuai keinginannya, namun walaupun begitu tentu sebagai masyarakat yang akan memakai atau mengkonsumsi sesuatu, kita juga tidak ingin pasar di tempat kita sepi dari pengunjung, maka dari itu jangan seluruh kebutuhan kita di beli di pasar online, tujuannya untuk membantu meningkatkan putaran ekonomi masyarakat kita agar masyarakat kita dapat terhindar dari yang namanya himpitan ekonomi, kemudian para pedagang di pasar tradisional sedapat mungkin tidak ada yang sampai gulung tikar.
Masyarakat kita juga harus menumbuh kembangkan hasrat mau belajar bagaimana caranya berjualan dipasar online, bagaimana marketing produk agar terlihat menarik dengan memprioritaskan kualitas dan mengikuti program-program yang diluncurkan oleh pemerintah dengan baik, sebab kebijakan pemerintah terkait Usaha Mikro Kecil Menengah di setiap kabupaten kota di seluruh Indonesia detik ini sedang di galakannya pembinaan UMKM dalam rangka menghidupkan ekonomi masyarakat dan mengembangkannya.
Semoga dengan adanya program pemerintah tersebut dalam bentuk kegiatan terdatalah seluruh UMKM di negara yang kita cintai ini, serta tertuang harapan kepada pemerintah dalam rangka pembinaan UMKM yang berkelanjutan,seperti di adakannya training-training khusus tentang peningkatan UMKM dan follow Up training dalam bentuk kongkrit secara intens, namun jika pemerintah hanya melatih tanpa mensuport secara intens maka yang terjadi hanyalah bingkai objek objek saja tanpa menjadi satu kesatuan yang utuh untuk dapat dikembang dan dilestarikan.
Pasar tradisional sudah menjadi bagian dari diri kita yang hidup di pedesaan,
Klu kita tidak ingin pasar tradisional menjadi bangunan lapuk, seharusnya harus kita kemas secara menarik di dunia digital, contoh sekali seminggu/setiap hari pasar kita laksanakan pojok atau los kuliner, alat alat pertanian, ada los barang barang tradisional seperti Tembakau,Rokok pucuk Anau, Peci , barang barang Kumango, dan los sembako ditata teratur,rapi,indah dipandang mata serta dikemas menjadi kemasan yang menarik secara digital sehingga Sekat daerah akan ditembus oleh digitalisasi.dan akhirnya bermuara kepada pasar tradisional dapat di digitalisasikan.

