padangexpo.com // LIMA PULUH KOTA
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0306/50 Kota terus menunjukkan progres signifikan. Memasuki 8 Agustus 2026, pembangunan jalan sepanjang 2,7 kilometer di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, telah mencapai 90 persen.
Progres tersebut menjadi bukti kerja keras Satgas TMMD bersama masyarakat dalam mengejar penyelesaian sasaran fisik yang menjadi kebutuhan utama warga. Jalan dengan lebar 7 meter itu diproyeksikan menjadi akses penting yang memperlancar mobilitas sekaligus membuka konektivitas kawasan.
Tak hanya badan jalan, pekerjaan pengerasan menggunakan material sertu sepanjang 2.550 meter juga terus dikebut dan kini mencapai 15 persen.
Sejumlah sasaran fisik lainnya bahkan telah rampung. Penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter, pemasangan lima titik gorong-gorong serta pemasangan batu sepanjang 100 meter masing-masing telah mencapai 100 persen.
Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak tujuh unit juga mendekati garis akhir dengan capaian 93 persen. Sementara pembangunan Tugu TMMD telah mencapai 70 persen.
Perkembangan tersebut dikerjakan dengan kekuatan personel yang melibatkan 110 prajurit TNI, lima personel Polri dan enam masyarakat.
Namun TMMD ke-129 tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Program yang mengusung semangat kemanunggalan TNI dan rakyat itu juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat melalui berbagai program tambahan.
Program ketahanan pangan seluas satu hektare telah 100 persen rampung. Begitu pula pembagian paket makanan bagi penderita stunting, penanaman pohon, pembersihan lingkungan, pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis dan bazar murah yang seluruhnya telah terealisasi.
Sementara program TNI Manunggal Air Bersih terus dikebut dan kini mencapai 83 persen.
Di sisi nonfisik, Satgas TMMD juga telah menyelesaikan berbagai penyuluhan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan lingkungan, wawasan kebangsaan dan bela negara, kependudukan, kamtibmas, penanggulangan bencana, ketahanan pangan, keagamaan, komunikasi dan informasi, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Penyuluhan tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, Kodim, BKKBN, Damkar, BPBD, Kemenag, BNN, Satpol PP, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Ajenrem 032/Wbr, Kumrem 032/Wbr hingga Politeknik Pertanian.
Kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dalam TMMD kali ini. Donor darah telah terlaksana 100 persen, mempertegas bahwa kehadiran TMMD bukan sekadar membangun jalan dan rumah, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan mayoritas sasaran tambahan dan nonfisik telah tuntas, perhatian Satgas kini semakin diarahkan pada percepatan sasaran fisik yang masih berjalan. Terlebih, pengerjaan lapangan tetap menghadapi dinamika cuaca, di mana hujan turun pada siang hari pada 8 Agustus.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Satgas. Progres badan jalan yang telah mencapai 90 persen menunjukkan pekerjaan terus bergerak menuju tahap akhir.
TMMD ke-129 kini memasuki fase krusial: bukan lagi sekadar mengejar target, tetapi memastikan setiap hasil pembangunan benar-benar siap digunakan dan memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat Buluh Kasok(Ken)

