padangexpo.com // Tanah Datar
Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan Tutup Tahun Ajaran sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mahkota Berlian Sarilamak, Jumat (5/6/2026).
Acara yang berlangsung semarak tersebut dihadiri langsung Bupati Lima Puluh Kota Safni bersama Bunda PAUD Kabupaten Lima Puluh Kota Asra Yanti Safni, jajaran pengawas TK, pengurus PGRI, IGTKI-PGRI, IGABA, Forkopinca Harau, Korwil Kecamatan Harau, wali nagari, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta ribuan anak didik PAUD dan TK dari berbagai wilayah di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dalam sambutannya, Bupati Safni menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar tahap awal pendidikan formal, tetapi merupakan fase paling menentukan dalam membentuk karakter, kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan sosial anak.
“Generasi emas tidak lahir secara instan. Mereka dibentuk sejak usia dini melalui proses belajar yang menyenangkan, ruang kreativitas yang luas, dan dukungan penuh dari guru serta orang tua,” ujar Safni.
Menurutnya, kreativitas dan imajinasi yang diasah sejak dini akan menjadi modal penting bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang inovatif, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Pada kesempatan itu, Safni juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru TK dan PAUD yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendidik dan membentuk karakter anak-anak dengan penuh kesabaran dan dedikasi.
Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak terlihat hari ini, tetapi akan menentukan wajah daerah dan bangsa di masa depan,” tegasnya.
Namun yang paling menyita perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pernyataan Bupati Safni mengenai rencananya memberangkatkan guru berprestasi, guru terbaik, mahasiswa berprestasi, serta hafidz Al-Qur’an ke Tanah Suci.
Dengan penuh keyakinan, Safni menyatakan biaya keberangkatan umrah tersebut akan ditanggung secara pribadi.
“Insya Allah, jika Allah mengizinkan, tahun ini mereka akan berangkat umrah dengan biaya yang saya tanggung sendiri,” ungkapnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta.
Langkah itu bukan tanpa alasan. Tahun sebelumnya, Safni telah lebih dahulu memberangkatkan tiga orang ulama Kabupaten Lima Puluh Kota ke Tanah Suci menggunakan dana pribadi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam membangun moral dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, penghargaan kepada insan pendidikan dan tokoh agama merupakan investasi sosial yang sama pentingnya dengan pembangunan fisik.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Lima Puluh Kota Asra Yanti Safni menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menampilkan potensi terbaik anak-anak melalui berbagai pertunjukan dan perlombaan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membangun karakter, kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi.
“Setiap anak memiliki keistimewaan dan bakat yang berbeda. Tugas kita adalah memberikan ruang agar potensi itu tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Asra Yanti menilai tema “Berkreasi, Berimajinasi dan Berprestasi” sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Menurutnya, kreativitas dan imajinasi merupakan fondasi lahirnya inovasi yang kelak akan melahirkan berbagai prestasi.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para guru TK dan PAUD yang selama ini menjadi sosok penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak-anak, sekaligus mengapresiasi peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga.
Berbagai penampilan anak-anak seperti senam bersama, membaca Ayat Kursi, lomba menggambar, serta unjuk bakat lainnya menjadi warna tersendiri dalam perayaan tersebut. Keceriaan yang terpancar dari wajah anak-anak menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan usia dini bukan hanya tentang belajar, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri, keberanian, dan kegembiraan dalam proses tumbuh kembang mereka.
Melalui momentum HUT IGTKI-PGRI ke-76 ini, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada investasi terbesar yang bernama pendidikan, dimulai dari usia paling dini untuk melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas(Ken)

