Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Peristiwa/11 Nelayan yang Hilang di Perairan Pessel Masih Belum Bisa Ditemukan
Peristiwa

11 Nelayan yang Hilang di Perairan Pessel Masih Belum Bisa Ditemukan

By Pemred : Dody S
03/02/2020

Pessel, PE – Dua kapal nelayan dihantam badai di perairan Pesisir Selatan, Selasa (28/1/2020) sore. Akibatnya, 11 nelayan dilaporkan hilang.

Sebanyak 11 ABK (Anak Buah Kapal) yang hilang kontak di perairan Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan hingga, Minggu (2/2/2020) hingga saat ini masih belum bisa ditemukan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dua kapal tersebut yakni KMP Mitra Utama dengan 10 ABK yang semuanya dilaporkan hilang dan KMP Kasih Ibu dengan 13 ABK selamat, serta seorang hilang.

Asnedi selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang melalui Humas Jody Harryawan mengatakan “Hingga saat ini masih terus dilakukan pencarian terhadap 11 ABK bersama tim gabungan terdiri dari Basarnas Padang, Satrol Air Padang Basarnas Bengkulu, BNPB, polisi, TNI AD, Dinas Perikanan dan Kelautan, tim kesehatan, Orari Pessel, nelayan dan masyarakat sekitar,” ujarnya, Minggu (2/2/2020).

“Satu itu kapal bagan KMP Mitra Utama dengan 10 ABK hilang kontak dan belum dapat ditemukan, sementara satu lagi kapal KMP Kasih Ibu, dengan 14 ABK, satu belum ditemukan, total semuanya ada 13 ABK ditemukan dengan selamat,” ujarnya.

Kejadian yang pertama menimpa KMP Mitra Utama pada Selasa lalu, sekitar pukul 15.00 WIB. Kapal yang membawa 14 ABK sekaligus nelayan ini biasanya kembali keesokan paginya, namun tak kunjung sampai.
Kapal ini terakhir berkomunikasi pada Rabu (29/1) pukul 03.00 WIB dan diperkirakan berada di perairan perbatasan Indropuro dengan Muko-muko, Bengkulu,” tutur Asnedi.

Namun, kapal pencari ikan ini pun dinyatakan hilang setelah Kamis (30/1/2020) lalu tak bisa lagi berkomunikasi. Ditambah lagi, kawasan di lokasi terakhir kontak kapal tersebut sedang ada badai.
“Kemarin tim sudah melakukan pencarian dan belum membuahkan hasil. Hari ini, tim sudah mendapatkan bantuan dari Bengkulu dan membagi lima area pencarian,” papar Asnedi.

BACA JUGA :  Tersangka Narkoba yang Nekat Loncat ke Danau Singkarak, Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa Lagi

Sedangkan untuk KMP Kasih Ibu, dilaporkan hilang pada Rabu siang, sesaat setelah kapal ini sampai di depan Muaro Aia Oba. Ada 14 orang ABK yang semuanya juga nelayan di atas kapal, seorang di antaranya hilang.

“Kapal ini juga dihantam badai saat akan merapat ke dermaga. Kapal mereka terombang-ambing, beruntung diselamatkan oleh kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Seorang hilang, lainnya selamat,” jelas Asnedi.

Untuk kejadian pertama dan kedua, disebut berjarak lebih dari 11 mil. Oleh karena itu, dibentuk tim yang terdiri dari Basarnas Padang, Basarnas Bengkulu, Polisi, Satrol Air Padang, TNI AD, Dinas Perikanan dan Kelautan, tim kesehatan, Orari Pessel, nelayan dan masyarakat sekitar, ujarnya.

TIM SAR saat ini masih terus berusaha untuk melakukan pencarian hingga menurunkan satu unit Helikopter jenis Bell 412 EP milik BNPB, KN 213 Bengkulu.

Lalu dibantu dengan kapal KRI Kala Hitam, KN Tenggiri (DPK), Rib 02 Bengkulu, Rib 02 Padang, perahu karet, perahu nelayan, rescue carrier, motor trail dan PAL Medis.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang berada di Air Haji, sejak hari Sabtu, 1 Februari 2020, mengatakan Basarnas dan Tim Penyelamat gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 10 nelayan ABK Kapal Mitra Utama. Disebutkan Nasrul, ke-10 nelayan merupakan warga Pessel, dari Kecamatan Linggo Sari Baganti, Sutera dan Koto XI Tarusan.

Nasrul Abit saat ini berada di Air Haji, juga bersama Ketua Komisi V DPRD Sumbar Yusuf M Abit, Kadis Perikanan dan Kelautan Sumbar Yosmeri, Basarnas Sumbar Dul Rahmat dan pejabat lainnya.

“Kita kerahkan semua potensi yang ada untuk pencarian. Bahkan pagi ini satu helikopter datang membantu tim penyelamat,” kata Nasrul Abit.[dya]

Post Views: 575
Author

Pemred : Dody S

Follow Me
Other Articles
Previous

Kasubag Humas Pemko Padang, Tafrizal Chaniago “Baminantu”

Next

Bupati Hendrajoni Salurkan Bantuan Untuk Keluarga Almarhum Egok yang Tenggelam di Laut

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,734)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,225)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,517)

TERBARU

  • Delapan Jembatan di 50 Kota Diverifikasi, Tim Turun Langsung Cek Kondisi Infrastruktur
  • Dua KDKMP di Payakumbuh Rampung 100 Persen, Tim Verifikasi Turun Cek Fisik dan Administrasi
  • Hujan Iringi Kepergian Yasril, Birokrat Senior Payakumbuh Tutup Usia 57 Tahun
  • Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Administrasi, Kinerja Jadi Penentu
Copyright 2026 — Padang Expo