Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Padang Panjang/Kualitas Generasi Muda Minangkabau
Padang Panjang

Kualitas Generasi Muda Minangkabau

By Admin Padang Expo
29/12/2021

| padangexpo.com (Padang Panjang)

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Forum Komunikasi Palanta ( FKP) yang bersekretariat : Jalan Syeh M. Djamil No.6 Guguk Malintang Kota Padang Panjang -Sumbar SK. KEMENKUMHAM Nomor: AHU-0013449. AH.01.07. Tahun 2020,

FKP adalah Lembaga Swadaya Masyarakat berbentuk kesatuan dengan ruang lingkup Nasional, berdaulat mandiri atas dasar kepedulian kesamaan tujuan dan kepedulian akan keadaan Pendidikan, Kesehatan, Sosial Budaya, Ekonomi, Agama, Hukum dan Infrastruktur.

LSM FKP kali ini melakukan pertemuan untuk yang kedua kalinya pada hari Selasa 28 Desember 2021, dengan tema Focus Group Discussion (FGD) yang akan Berlangsung Rabu, 26 Januari 2022 bertempat di Kampus III UMSB Bukittinggi.

Adapun kegiatan tersebut akan menghadirkan Narasumber :
1. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, SP
2. Rektor Unbrah, Prof. Musliar Kasim
3. Rektor UNP, Prof. Ganefri
4. Rektor UMSB, Dr. Riki Saputra, MA
5. Rektor ISI, Prof. Novesar Jamarun
6. Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar.
7. Ketua Gebu Minang, Fadly Amran, BBA
8. Bidang Sosial Budaya FKP, Ediwar Chaniago, Phd,

Peserta FGD, Tokoh akademisi, Tokoh Adat, Praktisi Pendidikan dan OKP.
Hasil FGD berupa Rekomendasi bahan cetak untuk Kota/Kabupaten se Sumbar, Perkumpulan Minang, Pustaka, Ponpes dan sekolah serta perguruan.

Pertemuan yang berlangsung pada hari Selasa 28 Desember 2021 itu dihadiri oleh pengurus inti seperti, Drs. Deswandi, M.Kes, Dr. Ediwar, Ratna Enita, SH, Yulvia Nora, SE, Lidya Gusti, S.Pd, Setri Yenti, SE, Lil Yusra, S.Sos.I, Wahyu Salim, S.Ag, dr. Mawardi, MKM, Drs. Dalius Rajab, Afdal Rinsik, M.Pd, Yondri Efendi, ST.

dr. Mawardi, MKM, selaku ketua FKP memaparkan, dengan berkurangnya kualitas Generasi Muda Minangkabau, menjadi pokok bahasan yang diangkat oleh LSM Palanta untuk didiskusikan karena Palanta menilai kondisi sosial masyarakat terutama anak muda millenial Minangkabau telah mulai pudar jati dirinya dan mungkin saja pepatah yang menyebutkan “kok hilang Minang tingga kabau” sedang berlangsung dalam kehidupan masyarakat Minang saat ini.

BACA JUGA :  Adrial Kembali Dilantik Jadi Direktur PDAM Padang Panjang

Apakah benar demikian ucap Mawardi, “jadi untuk itu FGD dengan topik “Berkurangnya Kualitas Generasi Muda Minangkabau” dinilai penting menjadi bahasan sebagai salah satu upaya untuk memetakan kondisi masyarakat Minangkabau saat ini, sudah sampai dimana falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah terlaksana di masyarakat Minang, apakah benar sudah terlaksana, atau hanya wacana,” imbuhnya

“Oleh sebab itu forum Komunikasi Palanta yang merupakan forum komunikasi warga Padang Panjang bertujuan memberikan masukan dan saran, mengajak kepada pemerintah selaku penyelenggara Negara dan kepada tokoh masyarakat, ninik mamak selaku pemangku adat agar dapat bersama-sama mengembalikan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah sebagai wujud kualitas ideal, kualitas nyata yang menjadi karakter masyarakat minang disetiap generasi terutama generasi muda millenial sebagai generasi penerus pemangku peradaban Negara dan Islam,” sebut Mawardi

Drs. Dalius Rajab selaku sekretaris FKP pada kesempatan itu juga memaparkan sebagai berikut, dengan “berkurangnya kualitas generasi muda Minangkabau” akan menjadi salah satu wadah untuk menghasilkan kebijakan atau langkah-langkah nyata dalam upaya mengembalikan kualitas generasi.

Ditambahkan juga oleh Dalius Rajab, “Minangkabau adalah suatu komunitas adat yang mendominasi wilayah barat pulau Sumatera sebuah peradaban masyarakat dengan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah yang jelas mengandung arti bahwa masyarakat adat minangkabau hidup berdasarkan konsep aturan syariat yang bersumber dari kitab Allah yakni Al-Qur’an, sebuah falsafah sekaligus pedoman hidup yang agung dan mulia karena bersumber dari Yang Maha Mulia Allah SWT melalui Rasul-nya Muhammad SAW.”

Sekitar tahun 1800an para santri muda minangkabau terlibat konflik dengan sekelompok kaum adat Minangkabau lainnya yang didukung oleh penjajah Hindia Belanda, konflik ini berujung perang karena kaum paderi (santri-santri) yang di komandoi oleh seorang ulama yakni Muhammad Syahab dengan gelar adat “malin basa tuanku imam bonjol” tidak bisa menerima wilayah dan masyarakat minangkabau dirusak oleh penjajah maka “jihad” yang lurus dan benar ditempuh oleh Tuanku imam Bonjol.

BACA JUGA :  Pemerintah Setempat Bersama LPM Kelurahan Pasar Usang Gagas Pasar Pabukoan ‘GENTAR’

Untuk mempertahankan syariat islam sebagai pedoman hidup masyarakat minangkabau, Jihad ini berhasil secara ideologi dengan dicapainya perjanjian “sumpah sati bukik marapalam” dengan kesepakatan utama yakni adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

“Semangat adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah inilah yang terus menjadi falsafah pedoman hidup masyarakat minangkabau hingga masa perjuangan kemerdekaan, kita mengenal nama nama seperti Syekh Ahmad Khatib al-minangkabawi yang merupakan guru dari K.H Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dan juga guru dari K.H Hasyim Ashyari pendiri Nahdhatul Ulama, Kita mengenal M. Hatta, Syafrudin Prawiranegara, Sutan Syahrir, Haji Agus Salim, M. Natsir dan masih banyak tokoh perjuangan kemerdekaan hingga tokoh pembangunan Indonesia merdeka merupakan pemuda-pemuda dari ranah minang,” ucapnya

(YB)

Post Views: 624
Author

Admin Padang Expo

Follow Me
Other Articles
Previous

Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan Ikuti Zoom Meeting Rakor Penanganan Covid Saat Nataru dan Evaluasi Target Vaksinasi

Next

Ambil Apel Terakhir, Kapolda Irjen Agung : Saya Doakan Polda Riau Makin Jaya

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,779)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,267)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,557)

TERBARU

  • Goresan Tinta di Balairung 99, Ketua PWI Kota Solok Resmi Dilantik, Drs. Raunis Roni : Mari Kita Majukan PWI Kota Solok dan Tetap Solid
  • 500 Duta Olahraga Payakumbuh Dilepas, Target Prestasi Dibawa ke Porprov Sumbar XVI
  • Payakumbuh Adu Kekuatan di APN 2026, Ketahanan Pangan Tak Lagi Sekadar Program
  • Bangkit Bersama Arosuka ? Pemko Solok Tunda RSBG, Kegiatan Dimulai 10 – 13 Oktober
Copyright 2026 — Padang Expo