Merasa Disepelekan, Anggota Klub Pertanyakan Kredibilitas IMI Sumbar ?
padangexpo.com (Batusangkar, Tanah Datar)
Terkait dengan surat pelaksanaan Musprov (Musyawarah Provinsi) Ikatan Motor Indonesia/IMI Sumbar, yang seharusnya di laksanakan pada bulan November ini yang telah beberapa kali di undur, hingga saat ini belum ada kejelasan dari IMI Provinsi Sumbar untuk di pelaksanaan Musprov IMI Sumbar selanjutnya.
Hendrik selaku Sekretaris Klub IOBB (Ikatan Otomotif Bhayangkara Batusangkar) angkat bicara soal ini.
“Kami klub-klub mempertanyakan sikap IMI Sumbar terhadap surat dari IMI pusat, jangan ada kesan seolah IMI Sumbar mempermainkan dan tidak menghargai IMI pusat selaku induk organisasi. Dan klub klub minta ketegasan IMI Sumbar terhadap pelaksanaan musprov dan meminta ketua IMI selaku insan olahraga bersikap sportif dengan tidak mempertahankan jabatannya dengan cara-cara yang tidak elegan,” ujar Hendrik yang juga sebagai Sekretaris Korwil IMI Tanah Datar.
Lebih lanjut lagi, Hendrik menerangkan bahwa hasil dari Raker dan verifikasi klub dimana pointnya adalah:
- IMI sumbar mengajukan rekomendasi pelaksanaan Musprov dan verifikasi klub peserta bulan maret lalu. setelah disetujui tgl 26 maret, IMI Sumbar tak kunjung melaksanakan.
- Setelah melalui perjalanan panjang bulan ke bulan, imi Sumbar selalu menyatakan verifikasi tersebut dilakukan oleh IMI provinsi, yang sedianya sesuai ad art verifikasi dilakukan oleh imi pusat.
- IMI pusat dalam suratnya juga telah menekankan bahwa tidak akan ada lagi verifikasi ulang dan harus segera melaksanakan Musprov.
- Awal oktober, ketum IMI pusat menandatangani surat untuk segera dilaksanakan Musprov di bulan november ini.
“Akan tetapi, IMI Sumbar seakan-akan tidak mengindahkan surat tersebut dan kembali mengajukan pengunduran bulan Musprov. Kami merasa sangat di lecehkan,” tutur Hendrik Rabu (16/11) di Sekretariat Korwil IMI Tanah Datar.
“Sepertinya dari verifikasi klub yang di lakukan oleh IMI Sumbar, mempunyai maksud dan tujuan tertentu yang di duga untuk melegalkan sesuatu hal yang hal tersebut bisa melanggar dasar ADART IMI,” kata Hendrik.
IMI pusat seakan dipermainkan oleh IMI Sumbar yang di nahkodai Defri Nasli, yang notabene IMI Sumbar harus menjalankan regulasi dari IMI Pusat pungkasnya.(Dwi)
