Hadiri Lomba Tradisi Adat Sekaligus Penutupan Kongres Bundo Kanduang, Bupati Eka : Peran Bundo Kanduang Sangat Penting Bagi Generasi

Hadiri Lomba Tradisi Adat Sekaligus Penutupan Kongres Bundo Kanduang, Bupati Eka : Peran Bundo Kanduang Sangat Penting Bagi Generasi

padangexpo.com (Batusangkar-Tanah Datar)

Peran Bundo Kanduang sangat penting dimulai dari keluarga hingga masyarakat sebagai diri pribadi, sebagai isteri, sebagai ibu maupun pemangku adat yang menjadi tauladan dalam keluarga dan masyarakat.

“Seiring dengan peralihan bentuk pemerintahan desa ke pemerintahan nagari, maka peran Bundo Kanduang sejatinya telah mendapatkan kembali kedudukan ditengah-tengah masyarakat, sehingga perannya sangat penting bagi generasi penerus,” ucap Bupati Eka Putra, SE, MM.

Hal itu dikatakannya ketika menghadiri lomba tradisi adat managua sekaligus menutup Kongres perdana Bundo Kanduang se- Dunia di Istano Silinduang Bulan, Senin (05/12).

Dikatakan Bupati Eka Putra, Bundo Kanduang luar biasa dan piawai dalam mempertahankan dan menampilkan tradisi adat managua seperti manjapuik anak daro, marapulai dan lainnya. Itu sudah langka dan ke depan perlu dilestarikan.

“Selama bundo-bundo yang datang dari berbagai negara, berbagai wilayah di Indonesia, termasuk wilayah Sumatera dan kabupaten/kota di Sumatera Barat melaksanakan kongres di sini apa yang didapat agar diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, terkhusus mendidik anak-anak perempuan kita dan generasi penerus agar tahu dengan sumbang duo baleh dan pengetahuan adat lainya,” ucap Eka Putra.

Pada kesempatan itu, Bupati Eka Putra juga sampaikan ucapan terima kasih kepada bundo-bundo kanduang dan semua unsur yang terlibat dalam mendukung suksesnya kongres bundo kanduang se dunia di Tanah Datar, dan itu juga yang pertama kalinya dilaksanakan.

Selain itu, Bupati Eka Putra juga sangat mengapresiasi kongres yang digagas bundo kanduang ini karena juga berdampak positif bagi peran bundo kanduang ranah Minangkabau kedepannya di samping juga berdampak pada perekonomian masyarakat.

Sementara, Penasehat Bundo Kanduang Tanah Datar yang juga sebagai ketua panitia kongres Ny. Lise Eka Putra menyampaikan beberapa point hasil dari kongres tersebut yaitu pertama Bundo Kanduang dalam tuntunan Syarak Mangato Adat Mamakai, yang artinya adat juga sesuai dengan agama termasuk sumbang duo baleh yang merupakan terjemahan dari Alquran dan Hadist dimana orang Minangkabau bernasab ke Bapak (ayah) dan bersuku ke Ibu.

BACA JUGA :  Bupati Apresiasi Aliansi Masyarakat Peduli Palestina Tanah Datar, Ini Alasannya

Yang kedua Bundo Kanduang sebagai tonggak dalam pelestarian dan pengembangan adat dan budaya Minangkabau berbasis ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah) serta tantangannya bagi Bundo Kanduang baik diranah maupun dirantau. Untuk itu perlu sekolah non formal yang mengajarkan tentang adat dan budaya Minangkabau serta pendirian Museum Bundo Kanduang.

Dan poin yang ketiga adalah agar Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menindak lanjuti hasil kongres tersebut.

Pada saat tersebut juga diumumkan pemenang lomba adat managua dan yang berhasil menjadi pemenang pertama adalah bundo kanduang dari Kabupaten Pasaman Barat, pemenang kedua Bundo Kanduang Kota Padang dan pemenang ketiga diraih oleh Bundo Kanduang Kota Bukittinggi. (Dwi/pkp)