Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Rakor Secara Virtual Dengan Mendagri, Wako Payakumbuh Paparkan Ini
Payakumbuh

Rakor Secara Virtual Dengan Mendagri, Wako Payakumbuh Paparkan Ini

By admin@domi
17/04/2023

Padangexpo,Payakumbuh — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi tahun 2023 dan sosialisasi rancangan undang-undang (RUU) tentang kesehatan bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan beberapa Menteri tekait secara virtual (online) dari ruang pertemuan Randang Walikota, kantor Walikota Payakumbuh, Senin (17/4/2023).

Diikuti langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Payakumbuh Rida Ananda, Rakor rutin mingguan bersama Mendagri tersebut turut diikuti oleh jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Payakumbuh.

Diawal sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan kembali arahan Presiden Joko Widodo agar daerah dapat selalu mengendalikan inflasi dan selalu jaga ketersediaan pangan di daerah.

“Pantau langsung harga di lapangan, dan hati-hati mengatur tarif (PDAM dan angkutan umum). Serta pasokan dan harga bahan pokok agar dapat terjaga, terutama untuk beras agar dapat selalu dipantau dengan turun langsung ke pasar,” kata Tito mengatakan ulang penyampaian Presiden RI.

Dalam arahannya, Tito mengatakan jika potensi penghimpunan zakat di Indonesia mencapai Rp. 327,6 Triliun per tahun menurut data yang dihimpun dari pusat kajian strategis lembaganya.

“Potensi itu berasal dari zakat penghasilan dan jasa, pertanian, perkebunan, peternakan dan sektor lainnya,” ungkap Tito

Pada tahun 2022, zakat infak sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lain (DSKL) membidik pengumpulan zakat bisa menembus Rp. 26 Triliun, dan untuk mencapai angka tersebut, Tito katakan perlu dan butuh dorongan dari segala lini dan berbagai pihak.

“dan bila target terpenuhi, diperkirakan ada 56 juta orang yang akan menerima manfaat dari pengumpulan zakat. Disisi lain, pemberian bantuan BAZNAS akan dilakukan secara tepat sasaran kepada masyarakat dengan tiga segmen, yakni ekonomi, kesehatan dan pendidikan,” ungkap Tito.

BACA JUGA :  NPHD Kota Payakumbuh Ditanda Tangani, Berikut Besarannya

Tito juga menyampaikan jika perkembangan inflasi dibulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul fitri 1444 Hijriah ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya (kecuali tahun 2020 dan tahun 2021).

Akan tetapi, meskipun relatif rendah, Tito menghimbau agar tetap selalu waspada terhadap kenaikan harga beberapa komoditas yang mungkin terdampak tingginya permintaan menjelang hari raya Idul fitri, seperti tarif angkutan udara, daging sapi, daging ayam ras, bawang merah, ayam , dan masih banyak lainnya,” himbaunya.

Diakhir penyampaiannya, Tito katakan supaya inflasi dapat selalu terjaga, pemerintah daerah harus memperkuat kerjasama antar daerah, kepala daerah untuk aktif selalu cek inflasi rutin dilapangan, dan pastikan ketercukupan dan ketersediaan pasokan pangan di pasar aman,” pintanya.

Setelah Mendagri menyampaikan arahannya, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, pada kesempatan tersebut Budi Gunadi Sadikin paparkan transformasi kesehatan dalam RUU tentang kesehatan.

Budi katakan bahwa dalam RUU kesehatan ini akan selalu mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia. Dimana dalam mendukung transformasi tersebut, terdapa 6 pilar yang dipaparkan oleh Menkes tersebut, yakni ;

1. Pilar 1 (transformasi layanan primer).
Pada pilar pertama ini, RUU kesehatan akan menciptakan layanan kesehatan yang berfokus pada upaya mencegah orang sehat menjadi sakit.
2. Pilar 2 (transformasi layanan rujukan).
RUU kesehatan akan mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.
3. – Pilar 3a (transformasi sistem ketahanan kesehatan).
RUU kesehatan akan meningkatkan kemandirian nasional di sekotor farmasi dan alat kesehatan.
⁃ Pilar 3b (trasformasi sistem ketahanan kesehatan).
RUU Kesehatan akan meningkatkan ketahanan dalam menghadapi krisis kesehatan dimasa kini dan yang akan datang.
4. Pilar 4 (transformasi sistem pembiayaan kesehatan).
RUU Kesehatan akan meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan.
5. Pilar 5 (SDM Kesehatan).
RUU kesehatan akan meningkatkan produksi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berkualitas.
6. Pilar 6 (transformasi teknologi kesehatan).
RUU kesehatan akan mewujudkan digitalisasi sistem kesehatan dan meningkatkan inovasi teknologi kesehatan.

BACA JUGA :  Rida Ananda: Kelompok Yasin Wadah Menuntut Ilmu dan Menjalin Silaturahmi

Sebelumnya, Kementrian Kesehatan RI terlebih dahulu telah menyelenggarakan partisipasi publik dan sosialisasi RUU Kesehatan pada bulan Maret 2023.

Dalam RUU Kesehatan, Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki peran penting dalam rangka penyelenggaraan kesehatan.

“Kepala daerah diharapkan dapat mengkosolidasikan seluruh dinas kesehatan dan direktur RSUD agar mendukung RUU kesehatan dan memastikan implementasi RUU Kesehatan berjalan dengan baik,” himbau Budi.

Sementara itu, Pj. Walikota Payakumbuh Rida Ananda setelah Rakor berlangsung menjelaskan rakor pengendalian inflasi ini merupakan kegiatan rutin setiap minggu Kemendagri dengan seluruh pihak pemerintah daerah se-Indonesia terkait penanganan inflasi, Alhamdulilah, inflasi gabungan kota perProvinsi secara year of year, Sumbar masuk dalam 10 besar, tepat nya pada posisi keenam, yakni 5,97 persen,” ungkapnya.

“Dan karna kota Payakumbuh masih mengacu terhadap kota Padang dan kota Bukittinggi, jadi dalam penyampaian Mendagri tadi, di Sumbar Kota Bukittinggi ambil posisi masuk 10 besar inflasi tertinggi, yakni diangka 6,08 persen,” bebernya melanjutkan.

Dan terkait ketersediaan pangan dan bahan pokok di kota Payakumbuh, Rida sampaian jika saat ini kondisi stok dan ketersediaan bahan pangan masih aman, cabe murah, sedangkan untuk beras, minyak goreng tersedia” sambung Rida. (Ken)

Views: 588

Tags:

Rakor VirtualRida AnandaTito Karnavian
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Singgalang 2023, AKBP Wahyuni Bacakan Amanat Kapolri

Next

Kolaborasi Pemko Bukittinggi Dengan LKKS Berikan Santunan Untuk 150 Anak Yatim Diluar Panti Asuhan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,098)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,723)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,398)

TERBARU

  • 49 Warga Payakumbuh Terima Bantuan ATENSI, Pemko Dorong Kemandirian PPKS
  • Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Payakumbuh Sambangi Guru SMA N 1: Dengar Aspirasi, Bangun Generasi Taat Hukum
  • 17,59 Gram Sabu Disita di Sicincin, Polres Payakumbuh Bekuk Pria 32 Tahun
  • Lawan Dampak Kabut Asap, KORPRI dan Bupati Safni Turun Langsung Lindungi Warga
Copyright 2026 — Padang Expo