Terkait Sumpah Sati Bukik Marapalam, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Dt. Nan Sati Angkat Bicara

Terkait Sumpah Sati Bukik Marapalam, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Dt. Nan Sati Angkat Bicara

Padangexpo, Batusangkar-Peresmian progul satu event satu nagari yang bertemakan Sumpah Sati Bukik Marapalam oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE.MM, Sabtu (17/6) di Puncak Pato, Nagari Batu Bulek, membuat seorang tokoh dan juga Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Fauzi Bahar Dt. Nan Sati yang saat itu menjadi tamu undangan angkat bicara.

“Pertama sekali, kita perlu membangkitkan kembali, negara ini sedang terjajah, yang menjajah juga bukan Islam. Berdiri oleh pendahulu-pendahulu kita sebuah sumpah, Sumpah Sati Bukik Marapalam, Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Syara’mangato Adat Mamakai, di sinilah sebagai Luhak Nan Tuo Tanah Datar, memang sepantasnyalah ini di abadikan agar generasi-generasi kita tidak lupa perjuangan itu,” tutur Fauzi Bahar.

Lalu, sambungnya kalau negeri ini sudah merdeka, apa saja bisa kita genggam, kemana saja kita bisa berkomunikasi, bisa kita majukan negeri ini. Untuk itu, kita sepakat bahwa sumpah Marapalam yang menegakkan Adat Basandi Syara’ ini, Syara’ mangato Adat mamakai harus bisa kita sebar luaskan lagi kepada generasi-generasi kita khususnya orang Minangkabau di manapun dia berada.

“Saya selaku Ketua LKAAM Sumbar bertanggung jawab untuk memajukan, meningkatkan dan menyebarluaskan informasi ini kepada anak kemenakan kita di manapun mereka berada. Ada Luhak Nan Tuo, ada Luhak Rantau, ada Luhak Pasisie. Dan ini Luhak Nan Tuo Tanah Datar asal mulanya Minangkabau di Pariangan,” lanjut Dt. Nan Sati.

“Saat ini kita tidak sekedar berpesta dan peringatan tetapi aplikasinya terhadap generasi agar jalan ndak di alih urang lalu, cupak ndak di ubah urang panggaleh, kita bersama-sama hendaknya ikut mengontrol kepada kurikulum pelajaran agar anak-anak kita kedepannya tidak di terkam oleh serigala yang bernama narkoba, LGBT dan pergaulan bebas. Hari ini ada serigala baru yang bernama tawuran. Orang Minang tidak pernah tawuran. Silang sengketa pun selalu di musyawarahkan, indak ado kusuik nan indak salasai oleh orang Minangkabau dan mari kita sepakat akan kembali ke adat salingka nagari,” tutur Fauzi Bahar Dt. Nan Sati.

BACA JUGA :  Buka Penjaringan Bacalon Kepala Daerah Periode 2024-2029, Ini Kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tanah Datar

Ketika di tanya tentang tokoh-tokoh nasional yang hadir pada acara tersebut, Fauzi Bahar mengatakan kalau mereka ingin melihat secara dekat adat Minangkabau.

“Mereka menyebut ada banyak sekali pahlawan yang berasal dari Minangkabau, seperti bung Hatta, Buya Hamka dan lainnya. Untuk itu, marilah kita lahirkan lagi pahlawan baru dari Minangkabau dengan cara kita merajut kembali generasi muda kedepannya nanti,” pungkas Fauzi Bahar Dt Nan Sati. (Dwi)