Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Tanah Datar/Suir Syam : Tahun 2022, 21.5 Persen Anak Terdampak Stunting di Tanah Datar
Tanah Datar

Suir Syam : Tahun 2022, 21.5 Persen Anak Terdampak Stunting di Tanah Datar

By admin@domi
04/09/2023

Padangexpo.com, Tanah Datar-Kurang lebih 500 orang menghadiri sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yang dilaksanakan oleh Dr.H.Syuir Syam,M.Kes,MMR Bersama Kemenkes di GOR Padang Luar, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumetera Barat, Senin (4/9).

Dr.H Syuir Syam yang merupakan Anggota Komisi IX DPR RI saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat menjelaskan,”Tahun 2022 di Kabupaten Tanah Datar terdapat anak-anak yang terdampak stunting sebesar 21,5%, antara seperempat atau seperlima, jadi kalau ada 100 anak, 21 atau 22 anak itu terkena stunting di Kabupaten ini.

Pemerintah menginginkan anak anak Indonesia tidak stunting, sebab kalau anak anak stunting, setelah dewasanya menjadi anak yang berkekurangan dari segi fisik hingga kemampuan berfikir yang lemah, sehingga tidak bisa mandiri dan akan bergantung kepada kedua orang tua serta keluarganya dimasa depan.

“Dapat dibayangkan nanti menurut statistik penduduk kita pada tahun 2045 umur angkatan kerja jauh lebih besar dari pada angkatan yang tidak bekerja berbanding terbalik untuk saat ini. Oleh karena itu pada tahun tersebut pemerintah berharap generasi muda diharapkan menjadi generasi emas dimasanya”, imbuhnya.

Ditambahkan Suir Syam bahwa pemerintah melalui Kementrian Kesehatan saat ini mengupayakan untuk menurunkan angka stunting melalui kegiatan sosialisasi yang ia selenggarakan, dan mengupayakan agar para orang tua paham akan bahayanya stunting terhadap anak anak mereka, sehingga kelak anak Indonesia punya masa depan yang cemerlang.

Dalam pemaparannya, dihadapan kurang lebih 600 warga yang hadir, Suir Syam menyinggung penyebab terjadinya stunting. Menurutnya, stunting sangat tidak baik, bukan hanya pada pertumbuhan tubuh, tetapi juga disfungsi/ kurang maksimalnya fungsi dan pertumbuhan otak.

“Saya menyarankan masyarakat agar hidup bersih. Karna bukan hanya pertumbuhan tubuh, dengan tidak hidup sehat yang akibatnya stunting, juga menghambat pertumbuhan otak. Jika otak kurang bagus pertumbuhannya, maka akan berakibat pula pada prilaku dan pendidikannya,” ungkap Suir Syam.

BACA JUGA :  Digelar Selama Dua Hari, Luhak Nan Tuo Wirabraja Off Road Adventure Diikuti Ratusan Peserta

Disela acara, Novitra Kemala, Sektretaris DPC Gerindra Tanah Datar ketika mendampingi Suir Syam mengatakan, pihaknya selaku pengurus partai di kabupaten Tanah Datar, menginginkan adanya kegiatan ini secara berkelanjutan.

“Untuk selanjutnya, kita coba secara bertahap mengupayakan berkomunikasi dengan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra yang ada di pusat, agar ikut meyalurkan kegiatan yang bersifat pembangunan berkelanjutan”, harapnya.

Selain Suir Syam, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh dr. Yesrita Zedrianis, M.Kes selaku Kepala Dinas Kabupaten Tanah Datar, Dr. Gusnedi, STP. MPH selaku Wakil Direktur Poltekkes Kemenkes Padang, Kapolsek Rambatan yang diwakili oleh Ipda Budi Indra Sani, Camat Rambatan dan para undangan lainnya.

Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.(Dwi)

Views: 704

Tags:

Novitra KemalaSuir Syam
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Eka Putra: Generasi Muda Harus Bentengi Diri dengan Iman dan Akhlak

Next

Tiga Belas Kecamatan Siap Bersaing Pada Liga Tarkam Kemenpora 2023

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,098)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,724)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,399)

TERBARU

  • Kebakaran Dini Hari di Pakan Selasa, Rumah Ludes dan Surat Berharga Hangus
  • Festival Literasi Jangan Berhenti di Seremoni, Bupati Lima Puluh Kota Dorong Gerakan hingga Nagari
  • 49 Warga Payakumbuh Terima Bantuan ATENSI, Pemko Dorong Kemandirian PPKS
  • Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Payakumbuh Sambangi Guru SMA N 1: Dengar Aspirasi, Bangun Generasi Taat Hukum
Copyright 2026 — Padang Expo