Terkait Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja BPU, Eka Putra: Kita Akan Buat Perbupnya
Padangexpo.com, Tanah Datar -Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Wamenaker RI) Afriansyah Noor Dt. Rajo Basa dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumatera Barat bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra, Rabu (18/10) mengunjungi Pasar Serikat C Kota Batusangkar.
Kunjungan ke Pasar Serikat C Batusangkar untuk melaksanakan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat Bukan Penerima Upah (BPU) yang beraktifitas di pasar tersebut.
Diketahui BPU merupakan kepesertaan BPJS ketenagakerjaan yang biasanya diperuntukkan untuk pekerja yang bekerja secara mandiri, seperti pemilik usaha, seniman, dokter, pengacara, freelancer. Serta, pekerja sektor informal misalnya petani, sopir angkot, mitra ojol, pedagang, tukang parkir dan nelayan.
“Pertama kami ucapkan selamat datang kepada Wamenaker yang juga putra Tanah Datar, Angku Dt. Rajo Basa.
Yang kedua, kami dari pemerintah daerah kabupaten Tanah Datar, untuk tahun ini kami sudah mencoba membuat regulasi dan sekarang tahap penyelesaian, untuk tahun 2023 ini ada sekitar 900 orang yang kita berikan dan Insyaallah di tahun 2024 akan lebih kita tingkatkan lagi, sesuai data yang diberikan oleh Kadis kepada kami,” tutur Eka Putra .
“Tentunya kami menyambut baik ini, Insyaallah kita akan bersama-sama Kemenaker dan Kanwil BPJS Ketenagakerjaan bagaimana memproteksi masyarakat kita untuk bisa dapat kenyamanan baik itu dalam berdagang, bertani maupun usaha yang lain bahkan supir, itu yang kami lakukan di Tanah Datar ini,” lanjutnya.
Ketika di tanya soal nominal iurannya, Eka putra menjelaskan bahwa untuk nominal angkanya Rp 16.800/orang dalam sebulan, kurang lebih Rp 200.000 / tahunnya. Tahun ini ada sekitar 900 orang yang sudah kita anggarkan dan tahun depan insyaallah lebih meningkat lagi.
Terakhir soal regulasinya, Bupati menjawab bahwa tahun ini sudah hampir selesai terkait Peraturan Bupati tentang pemberian uang BPJS Ketenagakerjaan tersebut.
“Untuk payung hukumnya, sekarang kita lagi buat perbupnya agar tidak menyalahi aturan mengenai pemberian uang tersebut. Jadi sudah tahap finalisasi.
Harapan saya, kepada masyarakat kami menghimbau untuk mengikuti jaminan sosial tenaga kerja ini, tentunya kami memancing supaya program ini jalan, kita mengalokasikan untuk 900 orang di tahun 2023 ini, prosesnya saat ini sedang membuat payung hukumnya yaitu berupa Perbup yang sekarang saatnya finishing. Insyaallah di tahun 2024 nanti kita akan meningkatkan jumlah dari 900 orang peserta menjadi lebih banyak lagi,” pungkas Bupati Eka Putra. (Dwi)
