Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Headline News/Tewasnya 10 Orang Saat Demo di Indonesia, Jubir HAM PBB Minta Penyelidikan Atas Dugaan Penggunaan Kekuatan Aparat yang Tidak Proporsional
Headline NewsInternasional

Tewasnya 10 Orang Saat Demo di Indonesia, Jubir HAM PBB Minta Penyelidikan Atas Dugaan Penggunaan Kekuatan Aparat yang Tidak Proporsional

By Pemred : Dody S
02/09/2025

padangexpo.com

Juru Bicara hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ravina Shamdasani, pada Senin (1/9) menyerukan dan meminta penyelidikan atas dugaan penggunaan kekuatan aparat yang tidak proporsional yang mengakibatkan tewasnya 10 orang dalam peristiwa aksi unjuk rasa yang terjadi di seluruh Indonesia.

Diketahui sebelumnya, protes ini dipicu oleh kemarahan atas fasilitas mewah yang diberikan anggota parlemen dan sejumlah kebijakan fantastis pemerintah yang menyebabkan pengetatan anggaran.

Dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Barron’s, Ravina Shamdasani mengatakan,“Kami memantau dengan saksama serangkaian kekerasan di Indonesia dalam konteks protes nasional atas tunjangan parlemen, langkah-langkah penghematan, dan dugaan penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau tidak proporsional oleh pasukan keamanan, untuk itu kami menekankan pentingnya dialog untuk mengatasi kekhawatiran publik,” terangnya.

Kantor hak asasi manusia PBB menyerukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan atas “semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional, termasuk yang berkaitan dengan penggunaan kekuatan,” ujarnya.

Juru bicara tersebut mengatakan semua pasukan keamanan, termasuk militer ketika dikerahkan dalam kapasitas penegakan hukum, harus mematuhi prinsip-prinsip dasar tentang penggunaan kekuatan dan senjata api oleh polisi.

“Pihak berwenang harus menjunjung tinggi hak berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi, serta menjaga ketertiban, sesuai dengan norma dan standar internasional, terkait dengan pengawasan terhadap pertemuan publik,” tutur Shamdasani.

Dalam hal ini, ia juga menekankan pentingnya media diizinkan untuk melaporkan peristiwa secara bebas dan independen.

Pada awalnya Demonstrasi di Indonesia berlangsung damai, namun berubah menjadi kekerasan setelah satuan polisi paramiliter elit negara itu dalam rekaman video terlihat melindas seorang ojek online dengan kendaraan lapis baja seberat 14 ton pada Kamis (28/8) malam.

BACA JUGA :  Menanti Keputusan dari (Bukan) Tuhan

Hingga saat itu, protes menyebarluas dari Jakarta dan kota lainnya, bisa dikatakan ini kerusuhan terburuk sejak Presiden Prabowo Subianto berkuasa kurang dari setahun yang lalu.

Hingga Senin (1/9) malam, dilaporkan 10 orang tewas di seluruh Indonesia baik karena kekerasan polisi maupun kebakaran.

Mereka terdiri atas:

  1. Affan Kurniawan (21), Jakarta, dilindas kendaraan rantis Brimob pada 28 Agustus 2025
  2. Septinus Sesa, Manokwari, diduga tewas akibat gas air mata pada 28 Agustus
  3. Muhammad Akbar Basri (26), Makassar, korban kebakaran Gedung DPRD pada 29 Agustus
  4. Sarina Wati (25), Makassar, korban kebakaran Gedung DPRD pada 29 Agustus
  5. Saiful Akbar (43). Makassar, korban kebakaran Gedung DPRD pada 29 Agustus
  6. Rusdamdiansyah (26), Makassar, korban pengeroyokan massa tidak dikenal pada 29 Agustus
  7. Rheza Sendy Pratama (21), Yogyakarta, diduga korban kekerasan polisi pada 31 Agustus
  8. Sumari (60), Solo, korban gas air mata polisi
  9. Andika Lutfi Falah, Tangerang, diduga korban penganiayaan polisi
  10. Iko Juliant Junior, Semarang, diduga korban penganiayaan polisi. (*d79/red)
Post Views: 939
Author

Pemred : Dody S

Follow Me
Other Articles
Previous

Tingkatkan Potensi UMKM dan Insvestasi, Bupati Kunjungi Stand Pemkab Tanah Datar Dalam Ajang APKASI Otonomi Expo 2025

Next

7 Elemen Masyarakat Kembali Gelar Unjuk Rasa Pada Beberapa Titik di Jakarta

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,732)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,223)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,515)

TERBARU

  • Hujan Iringi Kepergian Yasril, Birokrat Senior Payakumbuh Tutup Usia 57 Tahun
  • Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Administrasi, Kinerja Jadi Penentu
  • Petani Berdasi Mulai Beraksi, ASN Payakumbuh Turun Tangan Kendalikan Inflasi
  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Tembus 3 Besar KOMPOLNAS Awards 2026
Copyright 2026 — Padang Expo