DirNarkoba Polda Sumbar Kunjungi Tanah Datar

DirNarkoba Polda Sumbar Kunjungi Tanah Datar

padangexpo.com // Tanah Datar

Polres Tanah Datar menerima kunjungan silaturahmi dan asistensi dari Direktur Narkoba Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Wedy Mahadi, S.I.K., M.A.P, dalam rangka penguatan program Kampung Tangguh Bebas dari Narkoba di Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, pada Jumat (19/9) pukul 14.30 WIB. Kegiatan berlangsung di Balairungsari Jorong Tabek dan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta tokoh masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain:
1. Kepala Kesbangpol Kabupaten Tanah Datar, Drs. Herison mewakili Bupati Tanah Datar
2. Direktur Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi, S.I.K., M.A.P beserta rombongan
3. Kapolres Tanah Datar Dr. Nur Ichsan Dwi Septianto, S.I.K., M.I.K beserta Pejabat Utama Polres
4. Perwakilan Camat Pariangan, Randi Aldora, STTP, M.Si
5. Kapolsek Pariangan, IPTU Previe Ibra, S.H
6. Wali Nagari Tabek, Rispel Murni Nurdin beserta perangkat nagari
7. Tokoh adat, agama, masyarakat, dan pemuda Nagari Tabek

Dalam sambutannya, Kombes Pol Wedy Mahadi memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan komitmen Nagari Tabek dalam membentuk Kampung Tangguh Bebas dari Narkoba. Ia menekankan bahwa narkoba merupakan bahaya laten yang terus mengikuti peradaban, tanpa pandang tempat, dari kota besar hingga pelosok desa.

“Selama dua bulan saya menjabat sebagai Direktur Narkoba Polda Sumbar, kami telah melakukan penangkapan terbesar dalam sejarah Sumatera Barat: 50 kilogram sabu, lebih dari 100 kilogram ganja, 39 kasus, dan 56 tersangka,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan analisis data, penyalahgunaan narkoba telah merambah hingga desa-desa terkecil di Sumatera Barat. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus melakukan langkah-langkah preemtif, edukatif, preventif, serta tindakan hukum (ultimum remedium) sebagai bentuk pengawasan dan penanggulangan bahaya narkoba.

BACA JUGA :  Medio 2023, Sebanyak 303 Rumah Tahfizh di Tanah Datar Sudah Terdaftar dan Terintegrasi

“Kampung Bebas dari Narkoba jangan hanya menjadi simbolis. Ini harus menjadi bentuk kerja nyata yang bisa dibuktikan dengan sinergi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya. (Dwi)