Pemkab Agam Tutup Dapur MBG di Nagari Kampung Tangah dan Tetapkan KLB, Kadinkes Hendri Rusdian : Kita Tunggu Petunjuk dari BGN

Pemkab Agam Tutup Dapur MBG di Nagari Kampung Tangah dan Tetapkan KLB, Kadinkes Hendri Rusdian : Kita Tunggu Petunjuk dari BGN

padangexpo.com | Agam

Pasca 120 orang keracunan seusai menyantap nasi goreng dari program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Agam menetapkan kasus itu sebagai kejadian luar biasa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, saat dihubungi media ini, Sabtu (4/10), mengatakan, keracunan itu sebagian besar dialami siswa TK dan SD serta guru dan orangtua siswa. Mereka keracunan seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa nasi goreng, telur, tahu, dan tempe pada Rabu (1/10/2025).

”Hingga saat ini, total ada 120 orang keracunan. Keluhannya sakit perut, mual-mual, muntah, sampai ada yang diare,” kata Hendri.

Hendri menambahkan, Pemkab Agam menerapkan kasus keracunan MBG ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Dari hasil rapat dengan forkopimda, Bupati Agam juga menutup sementara dapur MBG di Nagari Kampung Tangah itu sembari menunggu petunjuk lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional.

Terkait penyebab keracunan, Hendri menyebut, dinas sudah mengambil sampel makanan MBG itu dan dikirimkan ke Balai Besar POM Padang, Kamis. ”Penyebab keracunan dapat diketahui setelah pemeriksaan di laboratorium,” katanya.

Bupati Agam Benni Warlis mengatakan, total ada 2.669 porsi makanan yang didistribusikan oleh dapur umum Nagari Kampung Tangah itu. Adapun total penerima adalah 27 sekolah.

Benni menyebut, Puskesmas Manggopoh telah ditetapkan sebagai Posko KLB. Masyarakat yang merasa memiliki gejala keracunan diminta segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.

”Dengan diterbitkannya SK KLB, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung Pemkab Agam,” kata Benni dalam siaran pers Dinas Kominfo Kabupaten Agam, Rabu malam. (d79)

BACA JUGA :  Kejari Agam Dampingi Pemkab Agam Dalam Pengelolaan Dana BTT Penanganan CoVID-19