Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Dari Desa untuk Indonesia: Mendes Yandri Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Peradaban di Pariaman
Payakumbuh

Dari Desa untuk Indonesia: Mendes Yandri Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Peradaban di Pariaman

By admin@domi
04/04/2026

padangexpo.com // Pariaman

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menghadiri kunjungan kerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto, di Desa Cubadak Aia Utara, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sabtu (4/4/2026). Kunjungan ini tak sekadar agenda lapangan, melainkan penegasan arah besar pembangunan desa: membangun manusia, bukan hanya membangun fisik.

Dalam pidatonya, Yandri mengutip gagasan tajam dari Proklamator RI, Muhammad Hatta: “Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, tapi akan bercahaya karena lilin-lilin di desa.” Kutipan itu menjadi lebih dari sekadar retorika—ia menjelma menjadi garis ideologis pembangunan yang berpihak pada desa sebagai pusat peradaban.

“Pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan sarana fisik. Ia harus menembus ruang spiritual, pendidikan, dan pembinaan generasi muda,” tegas Yandri. Pernyataan ini sekaligus mengkritik pendekatan pembangunan yang selama ini kerap terjebak pada betonisasi tanpa ruh.

Yandri mendorong model pembangunan desa yang mengintegrasikan masjid, pesantren, dan pembinaan olahraga sebagai ekosistem utuh. Baginya, desa bukan hanya soal jalan dan gedung, tetapi tentang bagaimana melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berprestasi.

“Saat masjid, pesantren, dan olahraga dipersatukan, kita tidak sedang membangun proyek—kita sedang membangun peradaban,” ujarnya dengan nada tegas.

Lebih jauh, ia mengungkapkan alasan di balik intensitas kunjungannya ke Sumatera Barat. Daerah ini, kata Yandri, memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan tokoh bangsa dengan gagasan besar—termasuk Hatta dengan konsep ekonomi kerakyatan dan demokrasi desa yang hingga kini tetap relevan.

Sementara itu, Elzadaswarman menyambut kunjungan tersebut sebagai suntikan energi baru bagi daerah. Ia menegaskan bahwa pesan yang dibawa Menteri Desa bukanlah seremoni kosong, melainkan arah pembangunan yang harus diterjemahkan secara konkret.

BACA JUGA :  Tingkatkan Pengetahuan dan Pemahaman Tentang Koperasi, 30 Pengawas Koperasi Ikuti Pelatihan

“Kunjungan ini mengingatkan kita bahwa pembangunan sejati dimulai dari desa, dari rakyat, dan untuk rakyat. Payakumbuh menyerap semangat ini sepenuhnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai daerah yang berakar kuat pada nilai-nilai Minangkabau, Payakumbuh meyakini bahwa kemajuan harus dibangun di atas fondasi spiritual dan pengembangan potensi generasi muda. Gagasan “lilin-lilin desa” ala Bung Hatta, menurutnya, bukan romantisme masa lalu, tetapi strategi masa depan.

“Kami ingin Payakumbuh menjadi salah satu lilin itu—kecil, tapi memberi terang,” ujarnya.

Elzadaswarman juga menilai pendekatan pembangunan terintegrasi lintas sektor sebagai jawaban atas tantangan zaman. Menurutnya, kolaborasi antara nilai keagamaan, pendidikan, dan pembinaan generasi muda bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis.

“Kekuatan desa adalah fondasi kemajuan daerah. Jika desa kuat, maka daerah dan bangsa akan berdiri kokoh,” tambahnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Anggota DPR RI Dapil II Sumbar Arisal Aziz, Wali Kota Pariaman Yota Balad, serta Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra. Mendes Yandri didampingi Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik dan Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik.

Kunjungan ini mengirim pesan yang sulit diabaikan: masa depan Indonesia tidak sedang dibangun di pusat kekuasaan, melainkan sedang dirintis diam-diam dari desa—tempat lilin-lilin kecil mulai dinyalakan(Ken)

Post Views: 197
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Tips Sukses Bekerja Sama dengan Advertising Agency Profesional

Next

Gagalkan Peredaran Narkoba,Tim Intel Korem 032/Wbr Beserta Unit Intel Kodim 0304/Agam Berhasil Tangkap Pengedar Bersama Barang Bukti Narkoba di Kabupaten Agam

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,787)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,269)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,560)

TERBARU

  • Goresan Tinta di Balairung 99, Ketua PWI Kota Solok Resmi Dilantik, Drs. Raunis Roni : Mari Kita Majukan PWI Kota Solok dan Tetap Solid
  • 500 Duta Olahraga Payakumbuh Dilepas, Target Prestasi Dibawa ke Porprov Sumbar XVI
  • Payakumbuh Adu Kekuatan di APN 2026, Ketahanan Pangan Tak Lagi Sekadar Program
  • Bangkit Bersama Arosuka ? Pemko Solok Tunda RSBG, Kegiatan Dimulai 10 – 13 Oktober
Copyright 2026 — Padang Expo