Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Tak Tunggu Bencana Datang, BPBD Payakumbuh Latih Garda Terdepan di Tengah Ancaman Nyata
Payakumbuh

Tak Tunggu Bencana Datang, BPBD Payakumbuh Latih Garda Terdepan di Tengah Ancaman Nyata

By admin@domi
27/04/2026

padangexpo.com // Payakumbuh

Tak ingin kesiapsiagaan berhenti di level seremoni Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Pemerintah Kota Payakumbuh langsung bergerak. Sehari setelah apel peringatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana yang menyasar langsung garda terdepan di masyarakat.

Mewakili Wali Kota Zulmaeta, Staf Ahli Erizon menegaskan, langkah ini bukan formalitas, melainkan respons konkret terhadap risiko bencana yang selalu mengintai.

“Bencana tidak punya jadwal. Karena itu, kesiapan tidak bisa ditunda,” tegasnya saat membuka kegiatan di Aula Kantor Bersama Padang Kaduduak, Senin (27/04/2026).

Sebanyak 128 peserta dari unsur LPM, Linmas, dan relawan dikumpulkan—kelompok yang dalam praktiknya menjadi pihak pertama yang bergerak saat bencana terjadi. Dalam kondisi listrik padam, akses terputus, dan kepanikan warga, mereka adalah wajah pertama negara di tengah masyarakat.

“Hari ini kita berkumpul karena kita memilih bersiap untuk selamat. Mereka adalah garda terdepan saat sirene bencana berbunyi,” ujar Erizon.

Pesan yang dibangun jelas: penanggulangan bencana bukan monopoli pemerintah. Tanpa keterlibatan masyarakat yang terlatih, respons akan selalu terlambat, dan risiko korban sulit ditekan.

Kepala Pelaksana BPBD Payakumbuh, Devitra, menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari implementasi Standar Pelayanan Minimal sekaligus percepatan program yang benar-benar menyentuh masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya tahu bahwa daerahnya rawan. Mereka harus tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana datang,” katanya.

Materi yang diberikan tidak sekadar teori. Peserta dibekali pemahaman praktis mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal. Bahkan pendekatan nilai juga dihadirkan melalui materi mitigasi bencana dari perspektif keagamaan, serta paparan teknis dari BPBD Sumatera Barat terkait potensi likuifaksi—ancaman yang kerap luput dari perhatian.

BACA JUGA :  Wawako Erwin Yunaz Sambut Hangat Kedatangan Miftahul Jannah Atlet Karate Muda Asal Kota Payakumbuh di Rumdin

Di sisi lain, peringatan juga disampaikan terkait ancaman cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di Payakumbuh, khususnya risiko pohon tumbang akibat kondisi pohon tua dan lapuk.

“Jangan tunggu tumbang baru bertindak. Risiko itu bisa kita cegah dari sekarang,” tegas Devitra.

Respons peserta menunjukkan kebutuhan nyata di lapangan. Anton, perwakilan LPM Padang Tangah Balai Nan Duo, berharap pelatihan serupa tidak berhenti di tingkat kota, tetapi menjangkau hingga kelurahan.

Di tengah meningkatnya kompleksitas bencana—dari hidrometeorologi hingga potensi geologi—langkah BPBD Payakumbuh ini menjadi sinyal penting: kesiapsiagaan tidak cukup dibicarakan, tetapi harus dilatih, diuji, dan ditanamkan.

Karena pada akhirnya, dalam situasi darurat, yang menyelamatkan bukan hanya alat dan sistem, tetapi manusia yang tahu apa yang harus dilakukan dalam hitungan detik(Ken)

Post Views: 162
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Payakumbuh Jadi Motor Emas Sumbar di Kejurnas Jambi Open 2026

Next

Wali Kota Bukittinggi Pimpin Acara Serah Terima Jabatan Camat Mandiangin Koto Selayan

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,725)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,214)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,502)

TERBARU

  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Tembus 3 Besar KOMPOLNAS Awards 2026
  • Zulmaeta Sentil ASN Pemburu Sertifikat: Kompetensi Bukan Sekadar Kertas
  • Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan, Pemkab Solok Launching Sistem Pengendalian Kinerja SPKPD
  • BPK Bongkar Persoalan Sampah Payakumbuh, Pemko Siapkan Pembenahan dari Hulu ke Hilir
Copyright 2026 — Padang Expo