Luncurkan Enam Inovasi Digital, Pemko Payakumbuh Pacu Transformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Luncurkan Enam Inovasi Digital, Pemko Payakumbuh Pacu Transformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

padangexpo.com // Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh terus mengakselerasi transformasi birokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran enam inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan hasil karya peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026, Kamis (25/6/2026).

Peluncuran yang dipimpin langsung Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta itu menjadi tonggak baru dalam upaya membangun birokrasi yang lebih adaptif, efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Zulmaeta menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi pemerintahan modern yang dituntut memberikan pelayanan cepat, mudah, dan akuntabel.

“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Aparatur pemerintah harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat,” tegas Zulmaeta.

Menurutnya, Pelatihan Kepemimpinan Administrator tidak hanya mencetak pemimpin birokrasi yang kompeten, tetapi juga melahirkan agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pelayanan publik.

Ia menilai, inovasi yang lahir dari para peserta menjadi bukti bahwa aparatur sipil negara mampu bertransformasi dan menciptakan sistem kerja yang lebih efektif, efisien, serta berbasis teknologi.

“Jadikan inovasi sebagai budaya kerja dan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Peluncuran enam inovasi tersebut juga menjadi bagian dari implementasi visi “Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif.” Digitalisasi dinilai sebagai instrumen strategis untuk mempercepat reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Enam aksi perubahan yang resmi diluncurkan meliputi SIDIK ASN yang dikembangkan Kepala Bidang Pengadaan, Mutasi, dan Pemberhentian BKPSDM Reny Eka Putri untuk menyajikan data ASN secara real time sebagai dasar pengambilan kebijakan kepegawaian yang lebih cepat dan akurat.

BACA JUGA :  Stabilkan Harga Pangan, Pemko Payakumbuh Optimalkan Kerjasama dengan Bulog

Dari Badan Keuangan Daerah, Kepala Bidang Anggaran Aidil Fitri memperkenalkan SI-JUARA, sistem digital yang mempermudah proses pengajuan standar belanja secara lebih efektif, transparan, dan akurat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Yulia Fithry meluncurkan BHUMI (Bersih, Humanis, Unggul, Modern, Integratif), sebuah portal layanan terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan lingkungan hidup dalam satu platform digital sehingga lebih mudah diakses masyarakat.

Di sektor transportasi, Sekretaris Dinas Perhubungan Yulhendri menghadirkan Transformasi Digital E-KIR, yang mengintegrasikan basis data pengujian kendaraan bermotor dengan sistem pendaftaran daring guna mempercepat pelayanan, mengurangi antrean, serta meningkatkan akurasi data.

Dari Satpol PP dan Damkar, Sekretaris Ricky Zaindra memperkenalkan DIRATIKA (Digitalisasi Respon Aduan Tibum dan Kebakaran) untuk mempercepat penerimaan hingga tindak lanjut laporan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum maupun kejadian kebakaran.

Sedangkan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Tutierlina meluncurkan DIGILAS (Digitalisasi Layanan Masyarakat) yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan sosial secara lebih cepat, transparan, dan efisien.

Kepala BKPSDM Kota Payakumbuh Dafrul Pasi menjelaskan bahwa proyek perubahan merupakan bagian penting dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan taktis melalui inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan efisiensi birokrasi, menyelesaikan berbagai persoalan organisasi, serta memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah.

“Peluncuran bersama ini menjadi momentum dimulainya implementasi resmi seluruh aksi perubahan di masing-masing perangkat daerah. Kami berharap inovasi ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dafrul.

Melalui enam inovasi digital tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan lahirnya birokrasi yang semakin modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Digitalisasi layanan diharapkan tidak hanya memangkas proses administrasi, tetapi juga meningkatkan transparansi, mempercepat pengambilan keputusan, memperkuat akuntabilitas pemerintahan, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas.

BACA JUGA :  Tindak Lanjuti Isu Beredarnya Daging Sapi Positif Rabies, Pj Walikota Payakumbuh Kunjungi Pasar Ibuh

Peluncuran inovasi itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, para asisten, staf ahli, serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh(Ken)