PWI Kota Bukittinggi 2026 – 2029 Resmi Dilantik, Wako : Bersinergi Membangun Daerah Serta Menjaga Informasi Yang Akurat dan Berimbang
Bukittinggi, Padang Expo
Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi periode 2026-2029 Resmi dilantik oleh Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat dan dihadiri langsung oleh Wali Kota, Bertempat di Aula Istana Bung Hatta, Jum’at (11/09-2026).
Ketua panitia, Januar Jamil, menjelaskan, PWI merupakan organisasi profesi atau lebih dikenal dengan jurnalis, yang pada umumnya bekerja di berbagai platform media, seperti media cetak maupun media online. PWI didirikan pada tanggal 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah, sekaligus menjadi hari pers nasional.
“Pada hari ini, akan dilantik 30 orang anggota PWI Bukittinggi, yang terdiri dari 5 orang penasehat, 18 orang pengurus dan 7 orang calon anggota.
Selain itu, juga akan dilaksanakan pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Bukittinggi periode 2026- 2029 oleh ketua IKWI Sumatera Barat periode 2024-2029,” jelas Januar Jamil.
Ketua PWI Bukittinggi, Asrial Gindo, menyampaikan, Bukittinggi merupakan kota perjuangan dan menghadirkan insan pers yang memiliki nalar kritis serta memiliki nalar intelektual. PWI Bukittinggi juga ingin mewujudkan visi sebagai profesi yang berintegritas, mandiri dan adaptif di era digitalisasi, hal ini sejalan dengan tujuan untuk pembangunan Bukittinggi yang bermartabat.
“Kami, PWI Bukittinggi, memiliki tiga program strategis untuk 3 tahun ke depan, diantaranya peningkatan kompetensi dan profesionalitas wartawan, komitmen untuk selalu menegakkan kode etik jurnalistik dan sebagai garda terdepan untuk melawan berita palsu (hoaks) serta komitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak.
Selain itu, keberhasilan tidak hanya pada kinerja ketua, namun bersama-sama dan kompak untuk mewujudkan tujuan PWI,” ujar Asrial Gindo.
Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Navies, berharap kepada seluruh pengurus yang sudah dilantik pada hari ini terus bersatu dan menjaga solidaritas agar segala niat baik yang direncanakan dapat terwujud.
Pengurus juga diharapkan menjalankan organisasi secara transparan dan penuh dedikasi, serta menjaga sinergi dengan pemerintah tanpa mengurangi independensi pers.
“Pers memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan informasi dan mitra bagi pemerintah serta tetap menjaga independensi sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial. Hal ini bukan berarti tidak boleh mengkritik pemerintah, setiap berita harus didukung dengan fakta, data akurat serta berimbang dan terkonfirmasi.
Saya mengingatkan seluruh anggota PWI untuk tetap memegang teguh Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers dan Kode Perilaku Wartawan,” tegas Widya Navies.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, apresiasi atas terselenggaranya Konferensi Luar Biasa PWI Kota Bukittinggi pada 17 Juli lalu yang menghasilkan komposisi pengurus baru periode 2026-2029, serta atas terpilihnya Asrial Gindo sebagai Ketua PWI Bukittinggi periode 2026-2029.
Amanah dan kepercayaan anggota menjadi landasan dalam menahkodai PWI Bukittinggi sebagai organisasi wartawan pertama dan tertua di Indonesia.
“Kami percaya, PWI Bukittinggi akan dapat menaungi seluruh jurnalis kota ini dengan baik, agar pers dan pemerintah terus bersinergi membangun daerah serta menjaga informasi yang akurat dan berimbang. Pengurus PWI yang baru dilantik diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan program pembangunan kepada masyarakat melalui media cetak, elektronik dan online,” ujar Ramlan Nurmatias
Wako mengatakan, pers diharapkan menyajikan berita yang objektif, mengedukasi, menangkal hoaks, serta menjalankan fungsi kontrol sosial. Pemerintah Kota Bukittinggi terus mendukung awak media menjalankan tugas secara profesional dan beretika, menaati Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Kritik membangun yang objektif, santun dan berbasis data diharapkan menjadi masukan dalam perbaikan kebijakan publik,” kata Wako.(Rls/Fadhil)