Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Payakumbuh Juara, 115 Tenaga Konstruksi Ditempa: Sertifikasi Jadi Senjata Naikkan Mutu Pembangunan
Payakumbuh

Payakumbuh Juara, 115 Tenaga Konstruksi Ditempa: Sertifikasi Jadi Senjata Naikkan Mutu Pembangunan

By admin@domi
28/09/2026

padangexpo.com // Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh tak ingin prestasi di bidang jasa konstruksi berhenti sebatas penghargaan. Capaian sebagai Juara 1 tingkat BJKW I Banda Aceh dan Juara 3 Nasional Kementerian Pekerjaan Umum kini diterjemahkan dengan memperkuat kompetensi tenaga kerja konstruksi.

Sebanyak 115 tenaga kerja konstruksi mengikuti Pembekalan dan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Strategis Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) I Banda Aceh Kementerian PU.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman tersebut berlangsung di Aula Sanggar SKB Kota Payakumbuh, Senin (28/9/2026).

Bagi Pemko Payakumbuh, sertifikasi bukan sekadar formalitas administratif. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi investasi untuk memastikan pembangunan infrastruktur dikerjakan oleh tenaga yang memiliki kemampuan, standar kompetensi dan pemahaman keselamatan kerja.

Elzadaswarman mengatakan, prestasi Payakumbuh di bidang jasa konstruksi patut menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Sertifikasi ini bukan sekadar proses untuk mendapatkan selembar sertifikat, tetapi merupakan sarana mendasar untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta daya saing tenaga kerja konstruksi di Kota Payakumbuh. Pembangunan infrastruktur yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh anggaran dan perencanaan, melainkan sangat bergantung pada kualitas SDM di lapangan,” ujar Elzadaswarman.

Menurutnya, capaian Payakumbuh sebagai juara pertama di wilayah kerja BJKW I Banda Aceh yang mencakup Sumatra Barat, Aceh, Sumatra Utara, Riau dan Kepulauan Riau, serta juara tiga tingkat nasional, harus diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga konstruksi.

Atas capaian tersebut, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU memberikan fasilitasi pembiayaan sertifikasi melalui DIPA BJKW I Banda Aceh Tahun 2026.

BACA JUGA :  Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Warga, Pemko-BPJS Payakumbuh Sepakati UHC Cut Off

Tak Ada Lagi Ruang untuk Pekerjaan Asal-asalan

Elzadaswarman juga menekankan bahwa kualitas konstruksi tidak bisa dipisahkan dari kepatuhan terhadap regulasi dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.

Keselamatan keteknikan, kesehatan kerja, keselamatan publik hingga perlindungan lingkungan harus menjadi bagian dari setiap pekerjaan konstruksi.

Ia bahkan menegaskan seluruh proyek di Payakumbuh harus mengacu pada spesifikasi teknis dan melalui pengujian material yang sesuai. Salah satunya pengujian mutu coran beton melalui laboratorium daerah.

Menurutnya, sejak 2019 hingga 2026, Pemko Payakumbuh telah memfasilitasi sertifikasi bagi lebih dari 800 tenaga kerja konstruksi.

“Pengalaman menguji bahwa pekerja yang mahir dan bersertifikat akan memberikan kepastian mutu. Dengannya, hasil pekerjaan tidak cepat rusak dan keselamatan kerja pun terjamin,” tambahnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tuntutan pembangunan infrastruktur yang semakin tinggi. Kompetensi pekerja bukan hanya soal kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga menyangkut mutu hasil akhir dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

SKK Jadi Syarat, Pekerja Lokal Harus Siap Bersaing

Plt. Kepala BJKW I Banda Aceh Hamka Lubis menegaskan, standar kompetensi merupakan modal penting bagi tenaga kerja lokal untuk merebut peluang di sektor konstruksi, baik pada level nasional maupun regional.

Ia mengingatkan bahwa kewajiban sertifikasi tenaga kerja konstruksi telah memiliki landasan hukum.

“Sesuai dengan amanat Pasal 70 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, setiap tenaga kerja yang beroperasi di sektor konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). Melalui pembekalan ini, kita berharap peserta memperoleh akses kerja yang lebih luas serta peningkatan kesejahteraan,” terang Hamka.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemko Payakumbuh dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi.

115 Peserta, Beragam Jenjang Kompetensi

Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh Muslim menjelaskan, program sertifikasi kali ini menyasar 115 tenaga kerja di lingkup Dinas PUPR.

BACA JUGA :  Karang Taruna Jadi Garda Depan Perangi Narkoba

Peserta terdiri dari jenjang Operator atau Tukang Level 1 dan 2 serta jenjang Teknisi atau Analis Level 4, 5 dan 6.

Rangkaian kegiatan diawali pembekalan materi teknis yang disampaikan Sutria Desman dan Jon Hafnil. Setelah itu, peserta menjalani penilaian oleh tim asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gatensi Karya Konstruksi Wilayah Sumatra Barat.

Muslim menegaskan, sertifikasi tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap pekerjaan fisik dilaksanakan berdasarkan standar yang jelas.

“Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi adalah perhatian utama. Sesuai arahan kepala daerah, seluruh pengerjaan fisik harus mengacu pada spesifikasi teknis agar tidak ada proyek yang dikerjakan asal-asalan,” jelas Muslim.

Ia menambahkan, sertifikasi menjadi bagian dari upaya memperkuat kualifikasi sekaligus daya saing pekerja lokal Payakumbuh menghadapi persaingan industri konstruksi yang semakin ketat.

Kegiatan yang berlangsung hingga Selasa (29/9/2026) tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatra Barat serta asesor LSP Gatensi Karya Konstruksi.

Bagi Payakumbuh, pembangunan berkualitas tidak cukup hanya dengan anggaran besar dan desain yang baik. Di balik setiap jalan, gedung dan infrastruktur yang dibangun, ada tangan tenaga kerja yang menentukan apakah proyek tersebut benar-benar bermutu—atau sekadar selesai di atas kertas. (Ken)

Post Views: 31
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Aspon Dedi Kembali Pimpin PWI Paliko, 20 Suara Antar ke Periode Berikutnya

Next

APBD 2027 Payakumbuh Diperketat, Belanja Pegawai Dipatok Maksimal 30 Persen

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,764)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,248)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,535)

TERBARU

  • Payakumbuh Bidik 40 Emas di Porprov XVI, Anggaran Rp7 Miliar Lebih Disiapkan
  • Karang Taruna Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Bergerak di Sosial, Zulmaeta Buka Jalan Bisnis Maggot
  • APBD 2027 Payakumbuh Diperketat, Belanja Pegawai Dipatok Maksimal 30 Persen
  • Payakumbuh Juara, 115 Tenaga Konstruksi Ditempa: Sertifikasi Jadi Senjata Naikkan Mutu Pembangunan
Copyright 2026 — Padang Expo