Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Payakumbuh Adu Kekuatan di APN 2026, Ketahanan Pangan Tak Lagi Sekadar Program
Payakumbuh

Payakumbuh Adu Kekuatan di APN 2026, Ketahanan Pangan Tak Lagi Sekadar Program

By admin@domi
30/09/2026

padangexpo.com //  PAYAKUMBUH

Ketahanan pangan di Kota Payakumbuh tak berhenti pada deretan program pemerintah. Di tingkat masyarakat, gerakan itu mulai menjelma menjadi kerja nyata—dari lahan yang dimanfaatkan, kelompok tani yang diberdayakan, hingga peran kelurahan dalam menggerakkan warganya.

Gambaran itulah yang hendak ditunjukkan Pemerintah Kota Payakumbuh saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Adhi Karya Pangan Nusantara (APN) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026, di Aula Kantor Camat Payakumbuh Selatan, Rabu (30/9/2026).

Tim penilai dipimpin langsung Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat Iqbal Ramadi Payana bersama rombongan. Tahun ini, Payakumbuh tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi membawa dua wakil pada kategori berbeda.

Yakni Kelompok Tani Padang Cubadak Indah, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan, pada kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan, serta Lurah Koto Tuo Limo Kampuang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, pada kategori Pembina Ketahanan Pangan.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Yasrizal menegaskan, membangun ketahanan pangan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Ketahanan pangan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, kelompok tani, kelurahan, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Yasrizal juga mengapresiasi Kelompok Tani Padang Cubadak Indah yang dinilai telah menunjukkan kontribusi konkret dalam pembangunan sektor pangan di Payakumbuh.

“Keikutsertaan Kelompok Tani Padang Cubadak Indah ini merupakan bentuk nyata atas peran aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan ketahanan pangan di Kota Payakumbuh,” katanya.

Tak hanya kelompok tani, pemerintah tingkat kelurahan juga didorong memainkan peran strategis. Yasrizal berpesan kepada Lurah Koto Tuo Limo Kampuang agar mampu menjadi contoh bagaimana pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat dapat menggerakkan warga untuk memperkuat ketahanan pangan.

BACA JUGA :  Wako Payakumbuh Terima Audiensi APKASI, Tingkatkan Mutu Pendidikan

Bukan Sekadar Mengejar Penghargaan

Pemko Payakumbuh menegaskan, APN tidak boleh dimaknai sebatas kompetisi untuk mengejar predikat atau penghargaan.

Lebih jauh, ajang tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan berbagai praktik baik, inovasi, serta keterlibatan masyarakat yang telah berjalan di lapangan.

“Lomba APN bukan semata-mata ajang untuk memburu penghargaan, melainkan momentum untuk memperlihatkan praktik baik dan inovasi yang telah dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah daerah,” ujar Yasrizal, menyampaikan pesan Wali Kota.

Pemko juga berharap proses penilaian berlangsung objektif dan menghasilkan masukan yang dapat memperkuat program ketahanan pangan di Payakumbuh ke depan.

Produksi, Lahan hingga Kendali Harga

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda dalam laporannya memaparkan sejumlah strategi yang telah dilakukan pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan.

Fokusnya tidak hanya pada peningkatan produksi dan ketersediaan pangan, tetapi juga menyentuh pemanfaatan lahan dan sumber daya lokal, pemberdayaan kelompok tani, serta pengembangan pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

Strategi tersebut juga dikaitkan dengan agenda pengendalian inflasi daerah.

“Selain itu, Pemerintah Kota juga gencar melakukan pengendalian pasokan dan harga pangan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, serta pemanfaatan data untuk pemantauan kerawanan pangan,” kata Edvidel.

Artinya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal seberapa banyak pangan diproduksi. Stabilitas pasokan, keterjangkauan harga, pemanfaatan potensi lokal hingga kemampuan membaca potensi kerawanan pangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Tak Berhenti di Ruang Presentasi

Penilaian APN 2026 diawali dengan presentasi dan pendalaman materi dari kedua peserta Payakumbuh.

Tim penilai mendengarkan paparan Kelompok Tani Padang Cubadak Indah dan Lurah Koto Tuo Limo Kampuang, dilanjutkan sesi tanya jawab untuk menggali lebih jauh program, inovasi, serta dampak yang telah dihasilkan.

BACA JUGA :  Bhayangkara Simbol Pengabdian dan Dedikasi Polri Dalam Menjaga Stabilitas Negara

Namun penilaian tidak berhenti di atas meja.

Tim kemudian melakukan peninjauan lapangan melalui display kegiatan dan verifikasi langsung ke Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang serta lokasi Kelompok Tani Padang Cubadak Indah.

Tahapan tersebut menjadi penting karena praktik ketahanan pangan pada akhirnya harus terlihat dalam aktivitas nyata masyarakat, bukan sekadar tertuang dalam dokumen dan paparan.

Setelah rangkaian penilaian selesai, kegiatan ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari Tim Penilai Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat.

Bagi Payakumbuh, APN 2026 menjadi lebih dari sekadar panggung kompetisi. Ia menjadi momentum untuk menguji sejauh mana kolaborasi pemerintah dan masyarakat telah mampu mengubah ketahanan pangan dari sekadar agenda pembangunan menjadi gerakan yang tumbuh dari bawah.

Sebab, ketika pangan mampu diproduksi, dikelola dan dijaga bersama, kemandirian daerah bukan lagi sekadar slogan. (Ken)

Post Views: 14
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Bangkit Bersama Arosuka ? Pemko Solok Tunda RSBG, Kegiatan Dimulai 10 – 13 Oktober

Next

500 Duta Olahraga Payakumbuh Dilepas, Target Prestasi Dibawa ke Porprov Sumbar XVI

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,777)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,262)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,555)

TERBARU

  • Goresan Tinta di Balairung 99, Ketua PWI Kota Solok Resmi Dilantik, Drs. Raunis Roni : Mari Kita Majukan PWI Kota Solok dan Tetap Solid
  • 500 Duta Olahraga Payakumbuh Dilepas, Target Prestasi Dibawa ke Porprov Sumbar XVI
  • Payakumbuh Adu Kekuatan di APN 2026, Ketahanan Pangan Tak Lagi Sekadar Program
  • Bangkit Bersama Arosuka ? Pemko Solok Tunda RSBG, Kegiatan Dimulai 10 – 13 Oktober
Copyright 2026 — Padang Expo