Jalan Luruih Sawah Bandang Rusak Parah, Pemkab Lima Puluh Kota Tutup Total Akses
padangexpo.com // LIMA PULUH KOTA
Akses Jalan Luruih Sawah Bandang di Jorong Tanjung Pati, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, ditutup total setelah badan jalan mengalami kerusakan parah akibat tergerus derasnya aliran sungai.
Kerusakan terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Senin malam, 5 Oktober 2026. Debit air sungai yang membesar kemudian menggerus badan jalan hingga menimbulkan lubang, retakan, bahkan membuat sebagian badan jalan runtuh.
Kondisi tersebut membuat jalur yang selama ini digunakan masyarakat menjadi sangat rawan dilalui, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Merespons kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota langsung turun ke lokasi, Kamis (8/10/2026). Di bawah komando Asisten Pemerintahan dan Kesra, Alfian, unsur Forkopimda, pemerintah kecamatan, nagari dan jorong, Dinas Pekerjaan Umum (PU), BPBD, Damkar, Satpol PP serta masyarakat bergotong royong sekaligus menggelar rapat lapangan untuk menentukan langkah penanganan.
Alfian menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil keputusan menutup akses tersebut.
“Secara teknis persoalan jalan kita serahkan kepada Dinas PU. Pada saat ini kita simpulkan bahwa jalan ditutup total, karena kondisi jalan memang rusak berat dan membahayakan masyarakat yang lewat, baik roda dua maupun roda empat,” tegas Alfian.
Ia meminta masyarakat pengguna Jalan Luruih Sawah Bandang untuk tidak memaksakan diri melewati jalur tersebut dan menggunakan jalan alternatif sampai proses penanganan selesai dilakukan.
Menurut Alfian, sebelumnya Pemerintah Nagari Koto Tuo telah menyatakan jalan tersebut ditutup karena kondisi yang membahayakan. Namun, masih terdapat masyarakat yang menerobos penutupan demi menghindari jalur alternatif.
“Sebelumnya Jalan Luruih Sawah Bandang sudah dinyatakan ditutup oleh pemerintah nagari agar tidak dilewati. Namun, masih ada masyarakat yang menerobos. Untuk menghindari kejadian yang tidak kita inginkan, maka Jalan Luruih Sawah Bandang kita tutup total,” katanya.
Kerusakan badan jalan diperkirakan mencapai 35 meter dengan kedalaman sekitar 2,5 meter. Skala kerusakan tersebut membuat penanganan tidak cukup hanya dengan perbaikan ringan, tetapi membutuhkan intervensi teknis untuk mengembalikan fungsi dan keamanan jalan.
Alfian memastikan pemerintah daerah akan mendorong percepatan penanganan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Selanjutnya pemerintah akan proses percepatan pekerjaan melalui proses sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tambahnya.
Penanganan infrastruktur terdampak bencana pada prinsipnya mencakup langkah darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi permanen. Pemerintah daerah bersama instansi teknis akan melakukan penanganan sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan.
Untuk sementara, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan menerobos jalur yang telah ditutup. Jalan Luruih Sawah Bandang bukan sekadar rusak, tetapi berada dalam kondisi yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pemerintah kini menunggu langkah teknis Dinas PU untuk menentukan bentuk penanganan, sembari memastikan akses alternatif dapat dimanfaatkan masyarakat selama jalur utama belum dinyatakan aman.(Ken)