Aspon Dedi Kembali Pimpin PWI Paliko, 20 Suara Antar ke Periode Berikutnya
padangexpo.com // Payakumbuh
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Payakumbuh-Limapuluh Kota kembali menaruh kepercayaan kepada Aspon Dedi untuk memimpin organisasi wartawan tertua tersebut pada periode berikutnya.
Aspon Dedi kembali mendapat mandat memimpin PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota setelah unggul dalam pemilihan yang diikuti 20 pemilik hak suara pada Konferensi PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota Tahun 2026, Minggu (27/9/2026).
Konferensi berlangsung di Aula Josrizal Zain Lantai III Balai Kota Payakumbuh. Selain memilih ketua, forum tersebut menjadi momentum mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah dan program kerja PWI untuk tiga tahun mendatang.
Mandat yang kembali diberikan kepada Aspon Dedi sekaligus membawa pekerjaan rumah besar. PWI Paliko dituntut tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan di tengah perubahan drastis ekosistem media.
Kecepatan informasi, perkembangan media digital dan maraknya informasi yang belum terverifikasi membuat wartawan dituntut semakin disiplin memegang prinsip jurnalistik.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengapresiasi pelaksanaan konferensi tersebut. Ia berharap kepengurusan PWI yang baru mampu memperkuat profesionalisme wartawan sekaligus meningkatkan kontribusi pers dalam mengawal pembangunan daerah.
“Pers memiliki peran yang sangat strategis sebagai pilar keempat demokrasi. Kehadiran wartawan tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen kontrol sosial, pendorong kemajuan daerah, dan penyambung lidah masyarakat,” kata Zulmaeta.
Menurutnya, tema konferensi “Wartawan Beretika, PWI Berintegritas” sangat relevan dengan tantangan pers di tengah derasnya arus informasi digital.
Kecepatan, katanya, tidak boleh mengorbankan akurasi. Begitu pula pemberitaan yang kritis tetap harus berdiri di atas prinsip keberimbangan dan tanggung jawab jurnalistik.
“Wartawan yang beretika akan menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas, akurat, dan berimbang, sehingga mampu mencerdaskan masyarakat dan menangkal berita hoaks,” ujarnya.
Zulmaeta juga menegaskan, kritik media terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam proses evaluasi penyelenggaraan pemerintahan.
Namun, kritik tersebut diharapkan tetap disampaikan berdasarkan fakta serta mengedepankan konstruktivitas.
“Kami menyadari bahwa kritik dan masukan melalui media adalah hal yang wajar dan sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi pemerintah,” katanya.
Ia berharap kepengurusan PWI Paliko di bawah kepemimpinan Aspon Dedi mampu membangun kemitraan yang sehat dengan pemerintah daerah maupun seluruh elemen masyarakat dalam mengawal pembangunan di wilayah Luak Limopuluah.
“Pemko Payakumbuh akan selalu terbuka dan siap bersinergi, menjalin kemitraan yang positif dengan rekan-rekan media demi mewujudkan pembangunan Kota Payakumbuh yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya.
46 Peserta OKK Resmi Jadi Anggota PWI
Sementara itu, Ketua PWI Sumatra Barat Widya Navies mengatakan, konferensi PWI Paliko diawali dengan pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang diikuti 46 peserta.
Para peserta tersebut kemudian resmi menjadi anggota PWI Sumatra Barat.
Widya menegaskan, konferensi bukan sekadar forum memilih ketua. Lebih dari itu, konferensi merupakan ruang evaluasi sekaligus momentum menyusun arah organisasi dan memperkuat profesionalisme wartawan menghadapi perubahan teknologi informasi.
“Konferensi ini bukan sekadar agenda pemilihan pengurus untuk masa bakti tiga tahun tingkat kabupaten/kota, melainkan momentum untuk evaluasi, penyusunan program kerja masa depan, dan penguatan komitmen profesionalisme pers,” katanya.
Ia mengingatkan wartawan agar mampu bekerja cepat tanpa mengorbankan prinsip dasar jurnalistik, yakni akurasi, keberimbangan, independensi dan kebermanfaatan informasi bagi masyarakat.
Menurutnya, PWI harus terus menjadi wadah peningkatan kompetensi wartawan sekaligus penjaga marwah profesi.
Pesan penting juga disampaikan Widya setelah proses pemilihan berakhir. Seluruh anggota diminta kembali merapatkan barisan dan menjaga persatuan organisasi.
“Siapa pun yang terpilih memimpin PWI Payakumbuh dan Limapuluh Kota harus didukung penuh demi kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” pungkasnya.
Dengan terpilihnya kembali Aspon Dedi, babak baru PWI Paliko resmi dimulai. Tantangannya bukan sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi memastikan PWI tetap relevan, profesional dan dipercaya publik di tengah perubahan wajah media yang bergerak semakin cepat. (Ken)