Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Limapuluh Kota/HUT ke-81 PMI, Ahlul Badrito Resha: Kemanusiaan Tak Boleh Berhenti pada Simpati
Limapuluh Kota

HUT ke-81 PMI, Ahlul Badrito Resha: Kemanusiaan Tak Boleh Berhenti pada Simpati

By admin@domi
09/10/2026

padangexpo.com // Lima Puluh Kota

Delapan puluh satu tahun mengabdi untuk kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) terus menjadi garda terdepan dalam membantu sesama, mulai dari penanganan bencana, pelayanan donor darah, hingga aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Namun, pengabdian kemanusiaan tidak cukup hanya dengan rasa iba. Dibutuhkan aksi nyata, kesiapsiagaan, dan kebersamaan untuk memastikan setiap orang yang membutuhkan pertolongan mendapatkan bantuan tanpa diskriminasi.

Pesan kuat itu disampaikan Wakil Bupati Lima Puluh Kota yang juga Ketua PMI Kabupaten Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, saat memimpin Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Lima Puluh Kota, Sarilamak, Jumat (9/10/2026).

Mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama”, peringatan HUT ke-81 PMI menjadi momentum untuk mempertegas bahwa gerakan kemanusiaan bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan pengabdian yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Kemanusiaan bukan sekadar rasa iba, melainkan kesediaan untuk hadir dan memberikan pertolongan tanpa membedakan siapa pun yang membutuhkan,” tegas Ahlul Badrito Resha.

Menurutnya, tema tersebut mengandung tiga pesan mendasar yang harus menjadi napas setiap insan PMI.

Peduli, Bergerak, Bersama: Tiga Pilar Pengabdian

Ahlul menjelaskan, kepedulian merupakan titik awal sebuah pengabdian. Setetes darah yang didonorkan, tangan yang terulur kepada korban bencana, hingga perhatian kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan merupakan wujud konkret nilai-nilai kemanusiaan.

Namun, kepedulian tidak boleh berhenti sebagai niat baik.

PMI harus terus bergerak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, memperkuat pelayanan donor darah, meningkatkan kapasitas relawan, serta memastikan pertolongan diberikan secara cepat, tepat, dan terukur.

Di sisi lain, kekuatan gerakan kemanusiaan tidak mungkin bertumpu pada satu pihak. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar pelayanan kemanusiaan semakin kuat dan menjangkau lebih banyak orang.

BACA JUGA :  Raih Dua Penghargaan Sekaligus, Ini Kata Bupati Limapuluh Kota

“Gerakan kemanusiaan tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh pihak dan lapisan masyarakat,” ujarnya.

PMI Harus Hadir Sebelum, Saat, dan Setelah Bencana

Khusus di Kabupaten Lima Puluh Kota, Ahlul mendorong seluruh jajaran PMI untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana, meningkatkan pelayanan donor darah, membina generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR), serta memperluas edukasi kemanusiaan di tengah masyarakat.

Baginya, keberhasilan PMI tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, PMI dituntut tidak hanya hadir ketika bencana melanda dan situasi darurat terjadi. Organisasi kemanusiaan ini juga harus mengambil peran dalam upaya kesiapsiagaan sebelum bencana, memberikan pertolongan ketika masyarakat berada dalam kesulitan, serta mendukung pemulihan setelah keadaan darurat berlalu.

“PMI harus hadir bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga sebelum bencana datang, saat masyarakat membutuhkan pertolongan, dan setelah keadaan darurat berlalu,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian kemanusiaan membutuhkan konsistensi, kesiapan, dan kerja nyata. Kehadiran PMI harus mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi sulit sendirian.

Mengabdi Tanpa Menunggu Pujian

Pada kesempatan itu, Ahlul juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh relawan, pendonor darah, anggota PMR, pengurus, serta mitra PMI yang selama ini telah menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu sesama.

Ia mengingatkan bahwa kerja-kerja kemanusiaan tidak selalu terlihat, bahkan tidak selalu mendapatkan pengakuan. Namun, nilai pengabdian sejati terletak pada manfaat yang diberikan kepada orang lain.

“Teruslah mengabdi meskipun tidak selalu terlihat. Teruslah menolong meskipun tidak selalu mendapatkan pujian. Sebab, nilai sebuah pengabdian terletak pada manfaat yang diberikan kepada orang lain,” pesannya.

BACA JUGA :  Buka FKP Ranwal, Bupati Sampaikan Prioritas Pembangunan Limapuluh Kota

Ahlul juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota menjadikan kepedulian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, berbuat baik tidak harus menunggu bencana datang dan membantu sesama tidak harus selalu melalui keanggotaan dalam organisasi relawan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan, sekecil apa pun kontribusinya.

Peringatan HUT ke-81 PMI ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi penggerak tumbuhnya solidaritas sosial dan budaya saling membantu di tengah masyarakat.

“Kepedulian adalah awal pengabdian, gerakan adalah wujud kepedulian, dan kebersamaan adalah kekuatan kemanusiaan,” ungkap Ahlul.

Menutup pesannya, ia berharap PMI semakin profesional, tangguh, dan dipercaya masyarakat, sekaligus terus memperluas manfaat pengabdiannya bagi bangsa dan negara, khususnya masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota.

Delapan puluh satu tahun perjalanan PMI menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tidak cukup diucapkan, tetapi harus dibuktikan. Sebab, ketika kepedulian diwujudkan melalui gerakan dan diperkuat kebersamaan, pertolongan bukan sekadar harapan, melainkan kekuatan nyata yang mampu menyelamatkan kehidupan. (Ken)

Post Views: 9
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Jalan Luruih Sawah Bandang Rusak Parah, Pemkab Lima Puluh Kota Tutup Total Akses

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,291)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,568)
  • REDAKSI (5,066)

TERBARU

  • HUT ke-81 PMI, Ahlul Badrito Resha: Kemanusiaan Tak Boleh Berhenti pada Simpati
  • Jalan Luruih Sawah Bandang Rusak Parah, Pemkab Lima Puluh Kota Tutup Total Akses
  • Mewakili Wako Payakumbuh, Sekda Rida Ananda Iringi Perjuangan Muhammad Ariq Saputra Rebut Medali Emas Nomor Tunggal Putra Cabor Pickleball
  • Dukung Tim Futsal Payakumbuh, Wako Zulmaeta Apresiasi Kontingen yang Sukses Raih Kemenangan Kedua Tundukkan Sawahlunto 2-1
Copyright 2026 — Padang Expo