Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Kab. Solok/Laksanakan Pembaruan Data Penerima Bansos, Bupati Jon Pandu Hadiri Labelisasi Rumah Bansos
Kab. Solok

Laksanakan Pembaruan Data Penerima Bansos, Bupati Jon Pandu Hadiri Labelisasi Rumah Bansos

By admin@domi
23/04/2026

Padangexpo.com | Kabupaten Solok

Pemerintah Kabupaten Solok terus memperkuat transparansi penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui program labelisasi rumah penerima bantuan. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah titik di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kamis (23/4).

Program tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, bersama Ketua TP-PKK Ny. Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Sosial beserta jajaran, Kepala BPS Kabupaten Solok Bambang Suryanggono, Camat Kubung Acil Fasra, serta unsur Forkopimcam.

Berdasarkan data Dinas Sosial, saat ini terdapat sekitar 1.700 rumah penerima bansos di Kecamatan Kubung, dengan 435 rumah di antaranya berada di Nagari Koto Baru yang akan dilakukan labelisasi.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya. Dinas Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) juga telah melakukan pembaruan dan perapian data penerima bansos. Hasilnya, sekitar 1.000 keluarga di Kabupaten Solok memilih mengundurkan diri secara sukarela karena merasa tidak lagi layak menerima bantuan.

Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Solok sebagai daerah dengan tingkat pengunduran diri penerima bansos tertinggi di tingkat nasional, sebuah indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap ketepatan sasaran bantuan pemerintah.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan, labelisasi rumah penerima bansos merupakan bentuk keterbukaan pemerintah kepada publik.

“Ini merupakan bentuk transparansi pemerintah daerah terhadap bantuan yang diberikan. Dengan labelisasi ini, masyarakat dapat melihat langsung apakah bantuan sudah tepat sasaran,” ujar Jon Firman Pandu.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, peran koordinator penerima bansos di lapangan sangat krusial untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berpesan agar pendataan dilakukan secara cermat. Bantuan ini harus benar-benar menyasar masyarakat miskin dan kurang mampu,” tegasnya.

BACA JUGA :  Masuk Salah Satu Nagari Anti Korupsi, Nagari Talang Babungo Terima Penghargaan Desa Percontohan Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2024

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh masyarakat. Oleh karena itu, prioritas utama tetap diberikan kepada warga yang paling membutuhkan.

“Kita tentu ingin membantu semua masyarakat, namun dengan keterbatasan yang ada, maka yang menjadi prioritas adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga penerima bantuan yang enggan disebutkan namanya mengaku mendukung program labelisasi tersebut. Ia menilai langkah ini dapat membuat penyaluran bantuan menjadi lebih adil dan tepat sasaran.

“Kami tidak masalah dengan adanya label ini, karena memang bantuan harus diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan. Dengan begini, semuanya jadi lebih terbuka dan jelas,” ujarnya.

Program labelisasi ini diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas, mencegah penyalahgunaan bantuan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi penyaluran bansos di Kabupaten Solok.(yosep)

Post Views: 233
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemko Bukittinggi Salurkan Insentif Guru Keagamaan dan Garin Triwulan I Tahun 2026

Next

Rapat Finalisasi Kegiatan Pelaksanaan Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi – Agam 2026

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,732)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,221)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,514)

TERBARU

  • Hujan Iringi Kepergian Yasril, Birokrat Senior Payakumbuh Tutup Usia 57 Tahun
  • Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Administrasi, Kinerja Jadi Penentu
  • Petani Berdasi Mulai Beraksi, ASN Payakumbuh Turun Tangan Kendalikan Inflasi
  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Tembus 3 Besar KOMPOLNAS Awards 2026
Copyright 2026 — Padang Expo