Lapas Kelas IIA Bukittinggi Sampaikan Refleksi Capaian Kinerja Tahun 2022
Padang Expo, Bukittinggi
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi sampaikan Refleksi Capaian Kinerja Tahun 2022 dan Resolusi Tahun 2023, pada jumpa pers bersama puluhan wartawan Kota Bukittinggi, bertempat di Hotel Mercy, Senin (2/1).
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bukitinggi, Marten, Bc.IP.,S.H, menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini adalah guna menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media tentang apa kerja dan capaian yang telah dilakukan Lapas selama tahun 2022.
“Di Lapas ini, terdapat narapidana sebanyak 564 orang dan tahanan 50 orang dengan total 614 orang ( dimana 77 % diantaranya merupakan kasus Narkoba), sementara kapasitas Lapas cuma 242 orang, artinya terdapat over capacity lapas sebanyak 200 persen lebih. Namun kami tetap memberikan pelayanan terbaik kepada narapidana maupun kepada keluarga yang datang membezuk.
“Hak Asimilasi dan integrasi juga sudah dilakukan, dimana total Hak Remisi yang diberikan ke narapidana pada tahun 2022 adalah Remisi Khusus sebanyak 498 dan Remisi Umum 553 narapidana.
Sedangkan total narapidana yang mendapatkan hak integrasi adalah 157 narapidana yang terdiri dari Pembebasan Bersyarat (PB) 103 , Cuti Masa Bersyarat (CMB) 6, Cuti Bersyarat (CB) 7, dan Asimilasi Rumah 41. Semua data narapidana yang mendapatkan hak remisi dan integrasi ini sudah masuk database untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan, ” ujar Marten yang didampingi beberapa pejabat Lapas.
Marten memaparkan, Lapas Kelas II A Bukittinggi juga melakukan beberapa pembinanan, diantaranya, Pembinaan Agama (berkolaborasi dengan Ponpes, bahkan sudah berhasil mengadakan tahfiz pada beberapa orang warga binaan), Pembinaan olahraga, Pembinaan Kader Kesehatan, dan Pembinaan Kepramukaan.
Pelayanan Medis, warga binaan yang sudah menyelesaikan pelayanan medis di klinik Pratama Lapas adalah sebanyak 6 orang layanan dalam Lapas dan 6 orang rujukan keluar Lapas. Bahkan Lapas Bukittinggi juga ditunjuk untuk pelayanan kesehatan percontohan, serta percontohan layanan disabilitas.
Selain itu, ada juga pelatihan kemandirian seperti pelatihan bercocok tanam bawang merah dan beternak bebek petelur.
Narapidana yang memperoleh Pendidikan dan Pelatihan Vokasi bersertifikasi dengan kegiatan Agribisnis, Jasa, Manufaktur, Target Kegiatan dengan jumlah 280 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan bersertifikat, ” papar Marten.
Kalapas juga mengatakan, terkait dengan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKPJIP) Tahun 2022 pada Lapas Kelas IIA Bukittinggi, data pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2022, SMART 80,34, IKPA 92,17 dan Realisasi 99,79%. Disamping itu, Realisasi setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 21,6 juta dari Lapas Kelas IIA Bukittinggi.
Bahkan, terhadap Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Indek Persepsi Korupsi (IPK) juga hasilnya sangat baik.
“Sementara, Prestasi yang diraih Lapas Kelas IIA Bukittinggi diantaranya Satker terbaik 2 IKPA se wilayah Kota Bukittinggi, Juara I turnamen Volly UPT PAS se Sumbar, Panen Raya Bawang Merah, Juara I turnamen Gaple UPT PAS se Sumbar, dan Klinik Percontohan dalam layanan kesehatan bagi UPT se Sumbar., ” kata Kalapas. (fadhil)
