Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Pemko Bukittinggi/Pemko Bukittinggi Jelaskan Kondisi Gajah Zidan yang Agresif dan Sudah Menyurati BKSDA Sebagai Pihak Yang Berwenang
Pemko Bukittinggi

Pemko Bukittinggi Jelaskan Kondisi Gajah Zidan yang Agresif dan Sudah Menyurati BKSDA Sebagai Pihak Yang Berwenang

By admin@domi
14/09/2026

Bukittinggi, Padang Expo

Pemerintah Kota Bukittinggi angkat bicara terkait kondisi Gajah Zidan yang agresif sejak tahun 2022 lalu. Penjelasan ini disampaikan langsung Wali Kota Bukittinggi, didampingi Sekda, Asisten II, Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Diskominfo, kepada puluhan awak media, bertempat di Aula Balaikota, Senin (14/09-2026).

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, gajah merupakan salah satu satwa yang dilindungi. Pemerintah Daerah, tidak punya kewenangan untuk satwa yang dilindungi, karena semua kewenangan itu, berada di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui BKSDA.

“Ada enam surat resmi dari Pemko Bukitinggi sejak Juni 2024 hingga Desember 2024, termasuk satu surat di tahun 2025. Semua surat itu, membicarakan kondisi Gajah Zidan. Dari enam surat itu, hanya satu kali dibalas BKSDA, yang isinya, Gajah Zidan bisa direlokasi ke Taman Satwa Kandi, Sawahlunto. Namun, belum ada tindaklanjut dari surat itu. Pemko tidak boleh sewenang wenang untuk memindahkan satwa yang dilindungi, semua kewenangan ada di BKSDA, Kalau kita yang lakukan kita salah dari segi aturan,” ujar Ramlan Nurmatias.

Wako menjelaskan, terkait salah satu mahouth atau keeper atau penanggungjawab utama Gajah Zidan yang mengundurkan diri. Salah satunya Legianto, pawang gajah yang mengundurkan diri, karena cedera akibat keagresifan Gajah Zidan.

“Ada surat resmi dari Legianto ini. Dia bekerja sebagai pawang Gajah Zidan sejak 2010 hingga Juni 2024. Ia mengundurkan diri karena mengalami cedera saat menangani Gajah Zidan. Sehingga saat ini ada satu keeper penanggung jawab utama atas nama Rahmad Ramadhan yang mulai menangani Gajah Zidan dari 2024 hingga kini dan sudah kita ikutkan beberapa kali pelatihan,” jelas Wako.

Kepala Dinas Pariwisata, Rofie Hendria, menyampaikan, gajah jantan Zidan, masuk Bukittinggi tahun 2001, artinya kurang lebih 25 tahun lebih terakhir, Zidan berperilaku normal. Namun, tahun 2022, Zidan mengalami perubahan perilaku menjadi gajah yang agresif, sehingga pawang penanggung jawab utamanya, Legion, mengalami cedera. Bahkan, Zidan juga menyerang gajah betina, Lia.

BACA JUGA :  Kapolda Riau Patroli Udara Pantau Aktivitas Illegal Logging di Wilayah Rohil

“Untuk itu, setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BKSDA dan diputuskan untuk merantai kakinya,” ujar Rofie Hendra.

Rofie mengatakan, Gajah di atas usia 30 tahun, termasuk gajah tua. Untuk itu, perhatian penuh diberikan pada Gajah Zidan, baik makanan hingga obat obatan.

“Pada tahun 2024, kita sudah minta BKSDA, untuk mengevakuasi Gajah Zidan, ke lembaga konservasi yang sarana prasarana nya lebih lengkap. Jadi, ini sudah berproses dan kita tunggu tahapannya,” kata Rofie. (Rls/Fadhil)

Post Views: 127
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Wali Kota Pimpin Apel Pembukaan Bukittinggi Next Leader 2026 Angkatan I Yang Diikuti 30 Peserta

Next

Tukar Pandangan Berbagai Hal, Bupati Jon Pandu Diskusi Bersama Mentri AHY dan Kepala Bakom Dalam Kegiatan Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,764)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,248)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,535)

TERBARU

  • Payakumbuh Bidik 40 Emas di Porprov XVI, Anggaran Rp7 Miliar Lebih Disiapkan
  • Karang Taruna Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Bergerak di Sosial, Zulmaeta Buka Jalan Bisnis Maggot
  • APBD 2027 Payakumbuh Diperketat, Belanja Pegawai Dipatok Maksimal 30 Persen
  • Payakumbuh Juara, 115 Tenaga Konstruksi Ditempa: Sertifikasi Jadi Senjata Naikkan Mutu Pembangunan
Copyright 2026 — Padang Expo