Pertanyakan Kejelasan TKD, Ratusan Tenaga Honorer Solsel Gelar Orasi di Kantor Bupati
padangexpo.com (Solok Selatan)
Ratusan Tenaga Honorer yang di rumahkan meminta nasib mereka diperjuangkan oleh Bupati Solok Selatan.
Hal ini disampaikan Koordinator Lapangan (korlap) Honorer K2 Dewi Hariyanti saat melakukan orasi di depan Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (5/9/2022) pagi.
Dia menyampaikan sampai sekarang sejak dirumahkan pada Juli 2021 lalu, belum ada kejelasan nasib honorer atau Tenaga Kontrak Daerah (TKD) tersebut.
“Kami minta data kami juga masuk ke Menpan-RB, kami berharap Bupati Solsel dapat memperjuangkannya. Kami ingin memiliki kesempatan yang sama dengan honorer yang aktif dan telah didaftarkan ke Kemenpan-RB tersebut,” ujarnya Dewi Hariyanti dihadapan ratusan honorer yang melakukan aksi demo di depan kantor Bupati Solsel.
Sebelumnya Senin (30/8/2022), honorer K2 juga melakukan aksi demo di halaman kantor Bupati Solsel. Mereka disambut oleh Sekretaris Daerah Syamsurizaldi, namun dengan diminta 3 orang perwakilan untuk berkoordinasi di ruangannya.
Para honorer menolak, dan mereka ingin mendengarkan secara bersama-sama hasil diskusi tersebut.
“Lantara karena semua menolak, akhinya kami honorer tidak jadi melakukan pertemuan dengan Sekdakab Solsel,” papar Walyunardi honorer K2.
Sementara Bupati Solok Selatan Khairunas meminta 10 perwakilan honorer K2 tersebut untuk berdialog di ruangan kantornya Aula Tangsi Ampek.
Sesuai surat Edaran (SE) Menpan RB Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022 tentang pendataan tenaga honorer (Non ASN) di lingkungan instansi pemerintah tertanggal 22 Juli 2022.
Pada poin tiga huruf a sampai e, menjelaskan tentang Tenaga Honorer Kategori HN (THK-2) yang terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara dan Pegawai Non-ASN yang telah bekerja pada instansi pemerintah. Baik yang menerima honorium dari APBN maupun APBD.
“Tentang nasib honorer Tenaga Harian Lepas (THL/TKD), tenaga sukarela, baik di perkantoran, rumah sakit dan sekolah-sekolah, kita minta petunjuk dulu ke Kemenpan-RB,” kata Bupati Solsel.
Dia menyebut Solsel telah mengajukan operator admin ke Kemenpan-RB, namun janjinya semuanya akan diperjuangan. Termasuk honorer yang demo kali ini.
Untuk kategori honor sebut Bupati, sebagian ada yang masih aktif dan ada yang dirumahkan.
“Kalau yang aktif sudah pasti kita data, yang tidak aktif akan kita perjuangkan. Mereka harus punya kepastian dan tergantung arahan Kemenpan RB nantinya,” bebernya. (Syahril)
