Presiden RI Pada Hari Pers Nasional Tahun 2023 “Dunia Pers Saat Ini Tidak Sedang Baik-Baik Saja”

Presiden RI Pada Hari Pers Nasional Tahun 2023 “Dunia Pers Saat Ini Tidak Sedang Baik-Baik Saja”

padangexpo.com (Medan, Sumatera Utara)

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo hadiri acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Kota Medan Sumatera Utara.

Kegiatan itu, juga dihadiri oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo, sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI dan Kapolri, Gubernur dan Bupati, Ketua Dewan Pers, Ketua PWI Pusat, Tokoh Pers, Ketua organisasi pers dan ribuan wartawan dari seluruh Indonesia, yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Pemprov Sumatra Utara, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (09/02-22)

Presiden Joko Widodo  dalam sambutannya menyampaikan, atas nama rakyat dan atas nama pemerintah saya mengucapkan selamat HPN kepada seluruh insan pers di seluruh Indonesia, di manapun bapak ibu dan saudara-saudara berada.

Perjalanan bangsa ini tidak lepas dari kontribusi wartawan. Insan pers berkontribusi besar dalam menyuarakan hal positif yang berdampak penting bagi bangsa dan negara.

“Sejak awal awak media berkontribusi besar dalam menyuarakan ajakan perjuangan kemerdekaan, menyuarakan inovasi-inovasi pembangunan dan menjadi penopang utama demokratisasi,” ujar Joko Widodo.

Jokowi mengatakan, bahwa dunia pers saat ini tidak sedang baik-baik saja.

Saat ini isu kebebasan pers sudah bukan lagi menjadi sebuah masalah karena saat ini semua pihak bebas membuat berita melalui berbagai platform digital.

“Sekarang ini, masalah yang utama menurut saya adalah membuat pemberitaan yang bertanggung jawab karena masyarakat kebanjiran berita dari media sosial dan media digital lainnya, termasuk platform-platform asing. Umumnya tidak beredaksi,” kata Jokowi.

Menurut Presiden, algoritma raksasa digital cenderung mementingkan sisi komersial saja dan hanya akan mendorong konten-konten recehan yang sensasional. Situasi tersebut mengorbankan kualitas isi dan jurnalisme otentik pun makin hilang.

Hal semacam ini tidak boleh mendominasi kehidupan masyarakat kita. Media konvensional yang beredaksi makin terdesak dalam peta pemberitaan.

BACA JUGA :  Pemko Bukittinggi Serahkan Bantuan Makanan dan Sembako Kepada 256 KPM Disabilitas Serta Honor Pilar Sosial

Masalah kedua, adalah keberlanjutan industri media konvensional yang menghadapi tantangan berat. Saat ini sekitar 60 persen belanja iklan telah diambil oleh media digital, terutama platform-platform asing.

Artinya  sumber daya keuangan media konvensional akan makin berkurang terus, larinya pasti ke sana. Sebagian sudah mengembangkan diri ke media digital, tetapi dominasi platform asing dalam mengambil belanja iklan ini telah menyulitkan media dalam negeri kita.

Kemudian masalah yang ketiga adalah kedaulatan dan keamanan data dalam negeri yang harus menjadi perhatian bersama. Presiden memandang data sebagai new oil yang harganya tak terhingga. Presiden pun mengingatkan agar semua pihak mewaspadai pemanfaatan algoritma bagi masyarakat.

Para penguasa data bukan hanya bisa memahami kebiasaan dan perilaku masyarakat, dengan memanfaatkan algoritma, penguasa data dapat mengendalikan preferensi masyarakat, ini yang kita semua harus hati-hati. Hal ini harus menjadi kewaspadaan kita bersama. Hati-hati dan waspada mengenai ini.

“Untuk itu, Presiden mendorong penyelesaian dua Rancangan Peraturan Presiden (Perpres), yakni Rancangan Perpres tentang Kerja Sama Perusahaan Platform Digital dengan Perusahaan Pers untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas serta Rancangan Perpres tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

“Saran saya, dalam satu bulan ini harus selesai mengenai Perpres ini. Jangan lebih dari satu bulan. Saya akan ikut nanti dalam beberapa pembahasan mengenai ini,” ujar Presiden. (fadhil)