Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Satu Nagari Satu Event, Tiakar Angkat Tradisi Maanta Pabukoan
Payakumbuh

Satu Nagari Satu Event, Tiakar Angkat Tradisi Maanta Pabukoan

By admin@domi
06/10/2025

padangexpo.com // Payakumbuh

Tradisi turun-temurun masyarakat Minangkabau kembali diangkat melalui program Satu Nagari Satu Event di Kota Payakumbuh.

Kali ini, giliran Nagari Tiakar di Kecamatan Payakumbuh Timur yang menjadi tuan rumah kegiatan dengan tema “Tradisi Maanta Pabukoan”, Minggu (05/10/2025).

Tradisi Maanta Pabukoan merupakan kebiasaan masyarakat yang dilakukan setiap pertengahan bulan Ramadhan.

Dalam tradisi ini, keluarga menantu perempuan datang ke rumah mertua untuk mengantarkan makanan berbuka puasa sebagai bentuk penghormatan.

Rombongan biasanya datang mengenakan pakaian adat khas Minangkabau, baju kuruang dan tikuluak kompong, sambil membawa dulang berisi aneka hidangan seperti nasi, sampodeh dagiang, semur ayam, pangek masin ikan kalai, sambal goreng, hingga kue tradisional seperti serabi, bubua cande, dan onde-onde.

Setibanya di rumah mertua, makanan tersebut disantap bersama keluarga besar, niniak mamak, bako, dan tetangga sekitar, untuk mempererat hubungan kekeluargaan.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman dalam kesempatan itu memberikan apresiasi terhadap upaya masyarakat Nagari Tiakar dalam melestarikan tradisi lokal.

“Tradisi seperti ini adalah bagian dari jati diri masyarakat Minangkabau. Melestarikannya berarti menjaga nilai-nilai yang diwariskan para leluhur,” kata Wawako Elzadaswarman.

Ia menegaskan, pelestarian adat dan budaya perlu dilakukan bersama, berlandaskan falsafah Minangkabau Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah; Adat Salingka Nagari, Syara’ Mangato Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru.

Wawako menyebut, Pemko Payakumbuh terus memperkuat dukungan terhadap lembaga adat seperti Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Bundo Kanduang.

Salah satu bentuk dukungannya adalah penyelenggaraan program Satu Nagari Satu Event di setiap nagari yang ada di Kota Payakumbuh.

“Program ini bukan hanya menjaga adat dan budaya, tapi juga memperkuat identitas nagari, menumbuhkan kecintaan generasi muda pada tradisi Minangkabau, serta menjadikan nagari sebagai destinasi wisata budaya,” katanya.

BACA JUGA :  Bahas Kerjasama Pembangunan Terintegrasi, Wako Riza Falepi Sambangi Bupati Limapuluh Kota

Dalam kesempatan itu, Elzadaswarman juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam setiap kegiatan kebudayaan.

Ia menyebut peran Rang Mudo dan Puti Bungsu menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan tradisi di tengah modernisasi.

“Pelestarian adat akan berkelanjutan jika generasi muda memahami dan mencintai akar budayanya. Di sinilah peran niniak mamak dan bundo kanduang untuk terus membimbing mereka,” ujarnya.

Kegiatan Satu Nagari Satu Event di Nagari Tiakar juga dihadiri Kadis Parpora Yunida Fatwa, Camat Payakumbuh Timur Hepi, Lurah Tiakar Benni, serta Ketua LKAAM Kota Payakumbuh YB. Dt Parmato Alam.

Selain itu, perwakilan KAN dari 10 nagari, jajaran Bundo Kanduang, serta Rang Mudo dan Puti Bungsu Nagari Tiakar turut hadir memeriahkan rangkaian acara tersebut.

Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya dukungan seluruh unsur masyarakat terhadap pelestarian budaya Minangkabau.

Tradisi Maanta Pabukoan tidak hanya menjadi penghormatan dalam keluarga, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang kini mulai dikembangkan menjadi potensi wisata berbasis tradisi.

“Menjaga warisan budaya bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan langkah membangun masa depan yang lebih berakar dan berkarakter,” pungkasnya. (Ken)

Post Views: 234
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Dampak Perubahan Iklim Global dan Cara Mengurangi Risikonya

Next

Bupati Solsel H. Khairunas Perintahkan Kepala OPD Lakukan Pengawasan Langsung

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,736)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,227)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,520)

TERBARU

  • Delapan Jembatan di 50 Kota Diverifikasi, Tim Turun Langsung Cek Kondisi Infrastruktur
  • Dua KDKMP di Payakumbuh Rampung 100 Persen, Tim Verifikasi Turun Cek Fisik dan Administrasi
  • Hujan Iringi Kepergian Yasril, Birokrat Senior Payakumbuh Tutup Usia 57 Tahun
  • Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Administrasi, Kinerja Jadi Penentu
Copyright 2026 — Padang Expo