Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Seribu Asa” Digaungkan dari Payakumbuh Selatan: Lawan Stunting, Sapu Bersih Korupsi Sekaligus
Payakumbuh

Seribu Asa” Digaungkan dari Payakumbuh Selatan: Lawan Stunting, Sapu Bersih Korupsi Sekaligus

By admin@domi
05/05/2026

padangexpo.com // Payakumbuh

Kecamatan Payakumbuh Selatan tak sekadar meluncurkan program. Mereka mengirim pesan tegas: perang terhadap stunting harus berjalan beriringan dengan pembenahan integritas birokrasi. Melalui inovasi “Seribu Asa Bebas Stunting”, langkah itu dipadukan dengan pencanangan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM, Senin (4/5/2026), di Padang Karambia.

Mewakili Wali Kota Zulmaeta, Asisten I Nofriwandi menegaskan, stunting bukan sekadar isu kesehatan—ini soal masa depan kualitas manusia.

“Ini langkah konkret menjawab isu strategis nasional. Stunting berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia kita,” ujarnya, lugas.

Ia mengingatkan, stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi menyangkut gizi, kesehatan, hingga pola asuh yang menentukan kapasitas generasi ke depan. Jika diabaikan, konsekuensinya serius: kemampuan kognitif menurun, produktivitas melemah, dan risiko penyakit meningkat.

Karena itu, ia menegaskan pendekatan parsial tak lagi cukup. Penanganan harus menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan—dengan keluarga sebagai garis depan.

“Peran ibu krusial. Edukasi gizi seimbang, 1.000 hari pertama kehidupan, hingga pola asuh yang tepat harus terus diperkuat,” tegasnya.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor—mulai dari TP-PKK, Bunda PAUD, kader posyandu hingga tenaga kesehatan—agar intervensi tidak berhenti di tataran program, tetapi benar-benar menyentuh rumah tangga.

“Dengan sinergi kuat, Payakumbuh Selatan bisa menjadi contoh nyata penurunan stunting yang signifikan,” katanya.

Sementara itu, Camat Dewi Mulia menegaskan, “Seribu Asa Bebas Stunting” dirancang bukan sebagai proyek administratif, melainkan gerakan berbasis partisipasi masyarakat.

“Ini langkah kolaboratif. Masyarakat tidak lagi jadi objek, tapi subjek utama dalam setiap tahapan program,” ujarnya.

Ia menjelaskan, inovasi tersebut berakar dari program DAHSYAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang sebelumnya digagas bersama OPD terkait. Kini, pendekatan diperkuat dengan integrasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar intervensi lebih tepat sasaran.

BACA JUGA :  Peringatan Hari Bhayangkara ke-77, Polres Payakumbuh Upacara Ziarah ke TMP Kusuma Bangsa

Ke depan, fokus diarahkan pada pemenuhan gizi berkualitas—terutama protein dan susu—sebagai pemicu pertumbuhan optimal anak.

Tak hanya itu, pendekatan juga diperluas ke aspek stimulasi tumbuh kembang. Program ini dilengkapi layanan pemijatan bayi oleh terapis dari Puskesmas Padang Karambia sebagai bagian dari intervensi kesehatan sejak dini.

“Kita ingin intervensi tidak setengah-setengah. Gizi diperkuat, stimulasi juga diperhatikan,” kata Dewi.

Di saat yang sama, seluruh ASN Kecamatan Payakumbuh Selatan menandatangani pakta integritas sebagai komitmen membangun Zona Integritas menuju birokrasi bersih dan melayani. Pesannya jelas: pelayanan publik yang kuat tak bisa berdiri di atas sistem yang rapuh.

“Kami berkomitmen menghadirkan tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pelayanan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimca, OPD, BNN, tokoh adat, hingga lembaga kemasyarakatan—menandakan bahwa isu stunting dan integritas bukan urusan satu institusi, melainkan tanggung jawab bersama.

Di ujung acara, peringatan keras kembali ditegaskan: waktu tak berpihak pada kelalaian.

“Jika hari ini kita abai, kita sedang mempertaruhkan masa depan generasi. Tapi jika bergerak bersama, kita sedang menyiapkan Payakumbuh yang lebih kuat, lebih cerdas, dan bebas stunting. Ini bukan pilihan—ini keharusan,” pungkasnya(Ken)

Post Views: 154
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Dari Lapangan Upacara, Wawako Payakumbuh “Gedor” Soal Moral Generasi: Ancaman Nyata, Jangan Dibiarkan

Next

Dari Jakarta, Sekda Payakumbuh Dorong Inovasi Tak Berhenti di Ruang Seminar: “Harus Terasa di Tengah Masyarakat”

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,769)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,251)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,553)

TERBARU

  • Bangkit Bersama Arosuka ? Pemko Solok Tunda RSBG, Kegiatan Dimulai 10 – 13 Oktober
  • Payakumbuh Bidik 40 Emas di Porprov XVI, Anggaran Rp7 Miliar Lebih Disiapkan
  • Karang Taruna Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Bergerak di Sosial, Zulmaeta Buka Jalan Bisnis Maggot
  • APBD 2027 Payakumbuh Diperketat, Belanja Pegawai Dipatok Maksimal 30 Persen
Copyright 2026 — Padang Expo