Wali Nagari Koto Gadang Guguk Kecewa, Berharap Agar Koordinasi Safari Ramadan Lebih Maksimal Untuk Menjadi Ruang Silaturahmi
Padangexpo.com | Kabupaten Solok
Tim Safari Ramadhan kabupaten Solok siap memberi dorongan dan Semangat kebersamaan dan nuansa berbagi rasa pada bulan suci dalam menjalankan ibadah puasa, begitu terasa di Masjid Nurul Yaqin. Jorong pasar usang, Nagari Koto Gadang guguk, Kecamatan Gunung Talang, selasa. (24/2/2026).
Pada hari kedua pelaksanaan Tim IV Safari Ramadhan Kabupaten Solok hadir menyapa masyarakat, seharusnya tim ini didampingi atau dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0309/Solok, Letkol Inf Sugeng Riyadi, tetapi bersamaan dengan tim tersebut dandim 0309/ solok tidak bisa hadir karena mempunyai kegiatan lain yang tidak bisa ditingalkan bersama jajaranya.
Ketidak hadiran Dandim 0309/Solok sebagai penganti Mul kabid BKD pemerintahan kabupaten Solok, hal ini tidak mengurangi semangat dari tim safari Ramadhan, dalam memenuhi agenda tahunan.
Wali Nagari Koto Gadang Guguk. CARLES CAMRA. RJ. Nan Gadang secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. “Jangan lecehkan kampung kami. Jangan anggap kampung kami bisa dipermainkan,” ujarnya di hadapan jamaah. Pernyataan itu menggambarkan perasaan warga yang sejak pagi telah bersiap menyambut rombongan tim Ramadan.
Sejak pagi hari, para ibu memasak dalam keadaan berpuasa, hidangan disiapkan secara gotong royong warga: memasak anyang pucuk pepaya, daun sikucup, sayur bayam pucuk daun kacang, jariang batokok, sambal lado baca, goreng dendeng, gulai ayam, gulai ikan, hingga aneka gorengan, semua dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu pemerintah.
Disamping itu, Mubaliq H. Elyunus hadir dalam kegiatan tersebut dan tetap memimpin rangkaian tausiah Ramadan. Kegiatan berjalan sesuai susunan acara, namun sebagian masyarakat merasa momentum dialog langsung dengan unsur pimpinan belum terpenuhi secara maksimal.
Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara tim Safari Ramadhan pemerintah daerah kabupaten Solok dengan masyarakat.
Sebagai wujud kepedulian, Tim IV Safari Ramadhan bersama rombongan menyerahkan bantuan sebesar Rp. 25 juta kepada pengurus Masjid Nurul yaqin.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan operasional serta peningkatan sarana dan prasarana masjid, sehingga jamaah semakin nyaman dan khusyuk dalam menjalankan ibadah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahmi bersama tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta jamaah setempat. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan ditutup dengan tausiyah keagamaan serta buka puasa bersama.

Sangat disayangkan beberapa OPD yang telah di SK kan yang tidak hadir dalam kegiatan tim Safari Ramadan ini, membuat residen buruk bagi pemerintahan yang dipimpin JP dan Candra, seharusnya OPD ini lah yang sangat ditungu kehadirannya oleh masarakat, karena bisa untuk sharing dengan pemerintah melalui OPD, dengan ketidak hadiranya sedikit masyarakat membuat kecewa, yang tidak hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Solok, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, anggota DPRD Kabupaten Solok, kepala badan kesatuan bangsa dan politik kab solok. Inspektur Pembantu IV Inspektorat Daerah, Sekretaris Dinas Sosial, Pimpinan Bank Mandiri Cabang Solok, wakil ketua I Baznas.
Safari Ramadhan di koto gadang guguk menjadi bukti nyata bahwa kehadiran aparat dan pemerintah bukan hanya dalam konteks administratif, tetapi juga hadir dan menyatu dalam denyut kehidupan masyarakat. Di bulan penuh berkah ini, pesan kebersamaan, kepedulian, serta komitmen menjaga keamanan dan pembangunan digaungkan bersama bahwa keimanan dan kemajuan daerah dapat berjalan seiring demi mewujudkan Kabupaten Solok yang lebih baik.
Peristiwa ini memunculkan dorongan evaluasi terhadap pelaksanaan agenda resmi yang telah ditetapkan melalui SK Bupati. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan menekankan pentingnya pelaksanaan tugas pemerintahan sesuai asas umum pemerintahan yang baik, termasuk prinsip kepastian, profesionalitas, dan akuntabilitas.
Sementara itu, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik mengatur bahwa penyelenggara negara wajib memberikan pelayanan yang responsif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Setiap kekurangan dalam pelayanan menjadi bagian dari bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tambahan terkait komposisi lengkap kehadiran Tim IV pada agenda tersebut. Publik berharap adanya klarifikasi agar suasana tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi persepsi negatif yang lebih luas.
Bagi masyarakat Koto Gadang Guguk, kejadian ini bukan sekadar soal agenda rutin. Ini tentang penghargaan terhadap usaha warga yang telah menyiapkan segalanya sejak pagi, tentang harapan untuk didengar, dan tentang makna kehadiran pemerintah di tengah rakyatnya pada bulan suci Ramadan.
Wali Nagari berharap ke depan koordinasi dapat lebih dimaksimalkan agar Safari Ramadan benar-benar menjadi ruang silaturahmi yang utuh dan menguatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat, ujarnya. (Yosep)
