Wawancara Eksklusif Dengan Aspri Agung Kosgoro.          Tak Kenal Maka Tak Sayang

Wawancara Eksklusif Dengan Aspri Agung Kosgoro. Tak Kenal Maka Tak Sayang

Oleh: Anggit Dwi Wartawan Muda

Padangexpo, Batusangkar -Sekelumit cerita terjadi ketika tidak sengaja penulis berkumpul dengan perangkat kerja (Ring 1) Bupati Tanah Datar Eka Putra ketika lagi melaksanakan agenda giat kedinasan Eka Putra. Saat itu, Agung Kosgoro mengenalkan satu persatu staf Eka Putra pada penulis. Di mulai dengan Aspri atau Asisten Pribadi. Jabatan Aspri di sandang oleh Agung Kosgoro dimana waktu kerjanya 24 jam, terus menempel pada kegiatan Bupati baik secara kedinasan maupun pribadi dan tidak ada penggantinya. Ajudan, ada dua orang yaitu Briptu Richo Putra dari kepolisian dan Habib Siradj dari STPDN. Mereka bergantian dalam melaksanakan tugas, selama tiga hari naik turun. Lalu ada Walpri, Pengawal Pribadi yaitu Serka Usman. Walpri bertugas dengan selalu berada di samping Bupati dalam kegiatan dinas Bupati yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Serka Usman ini lulusan Tamtama KOPASSUS tahun 1996, pernah berdinas di Ring 1 SBY, pernah juga menjadi penjaga dan pengawal ibu presiden Abdurrahman Wahid dan kebetulan temen diari kecil Bupati, sama-sama satu SMP dan masih aktif dinas di Kodim 03/07 Tanah Datar, makanya di tarik oleh Bupati ke Tanah Datar.

Kemudian ada Fotografer yaitu ada dua orang, Fananda Arianaga dan Ali Akbar. Mereka bergantian dua hari sekali dan selalu menempel pada kegiatan Bupati. Selanjutnya ada driver dua orang, Toni dan Deri. Seminggu naik seminggu turun bergantian dan juga ada driver perangkat seperti Aspri, lensa fotografi dan Walpri pada satu kendaraan yaitu Zaki, yang juga selalu menempel pada kegiatan Bupati, namun di saat ada tugas dari Bupati kita tarik driver dari umum, jadi seluruh kegiatan Bupati selalu di temani oleh orang-orang ini selaku tim, perangkat kerja dan Ring 1 nya Bupati.
Sampai di sini, penulis mulai memahami apa yang di ceritakan oleh Aspri, Agung Kosgoro terhadap penulis apa itu tim dan perangkat kerja secara detail. Kemudian ketika penulis bertanya lebih dalam lagi terkait suka dukanya menjadi stafnya Bupati, dengan lugas dan jujur Aspri bercerita ke penulis.

Terutama mungkin saya ambil hikmah dan pelajaran dulu dari kegiatan yang saya lakukan selama ini dengan Bupati. Yaitu benar-benar saya tanamkan di diri saya bahwa Eka Putra ini adalah sosok WORKAHOLIC atau pekerja keras. Taunya kerja, kerja dan kerja. Apapun kegiatan yang bisa di lakukan pasti di kerjakannya. Dan itu yang saya tanamkan di diri saya, jadi bekerja 24 jam dengan Bupati saya tidak pernah merasa jenuh, bosan apalagi kesusahan karena saya punya motivasi sendiri dengan menanamkan prinsip Bupati itu pada diri saya sendiri. Dan Eka Putra ini orangnya selalu POSITIVE THINKING. Seperti contoh, pabila kami beritahukan kepada Bupati bahwa ada lawan politiknya atau orang yang tidak suka dan menjelekkan Bupati, Eka Putra tidak pernah merasa laporan itu salah, Bupati hanya menjawab ” nggak apa-apa, biarin aja. Yang penting kita melaksanakan tugas dengan IKLHAS sebagai pelayan masyarakat, kita jalani ini dengan positif dan Insyaallah hasilnya juga positif,” itu yang selalu Bupati sampaikan ke kami. Dan ini yang saya ambil dari Bupati.

BACA JUGA :  Tahun 2023 Kuota Pupuk Bersubsidi Tanah Datar Naik 46,25 Persen

Dalam benak penulis, secara tidak langsung penulis m mengakui hal ini, karena penulis tau bahwa karakter Eka Putra ini adalah perasa dan petarung.
Kemudian, ada hal yang menarik ketika penulis lanjutkan dengan pertanyaan, seperti apakah Bupati menganggap stafnya ini dalam kesehariannya, Agung pun lagi-lagi menjelaskan kepada penulis kalau tim atau stafnya ini adalah sebuah keluarga bagi Eka Putra.
Hal ini di tunjukkan dengan kepeduliannya terhadap staf dengan memberikan perhatian dan teguran. Seperti, apabila ada stafnya yang menikah maka Bupati menjadi saksi nikahnya, bahkan kalau stafnya da yang ulang tahun seperti saya dan Bripka Rico kemaren, ucapan selamat dan kue ulang tahun pun di berikan Bupati dan ibu langsung ke kami. Artinya, Bupati selalu meluangkan waktunya buat hadir di kegiatan tersebut. Bupati benar-benar membangun hubungan emosional dengan perangkat kerjanya. Bahkan yang paling menyenangkan itu bagi kami stafnya, apa yang di makan oleh Bupati dan ibu di rumah dinas itu, kami juga makan. Nggak ada sekat di antara pimpinan dan stafnya. Mungkin ada Bupati atau pimpinan daerah yang lainnya yang membatasi diri dengan para stafnya, namun tidak bagi Eka Putra dan inilah salah satu sifat Bupati yang menonjol bagi kami, makanya kami nyaman dalam bekerja.

Dan satu lagi sifat Bupati yang sangat kuat karakteristiknya, Eka Putra tidak pernah meninggalkan kawannya. Rasa kesetiakawanannya sangat luar biasa. Dia pernah bilang” di saat orang pernah berjasa dengan kita, saya sampai mati tidak akan pernah melupakan apa yang orang pernah berikan ke saya,” dan itu saya sebagai saksi hidup benar-benar merasakan bahwa hal itu di terapkan dalam keseharian Bupati.

BACA JUGA :  Peduli Warganya, Bupati Tanah Datar Bezuk Korban Sambaran Petir di RSU MAH

Ketika di tanya soal sifat dan karakter Bupati terhadap stafnya, Agung menjawab singkat. Bupati itu typenya PRAGMATIS. Di saat ada masalah di Ring 1 nya, baik antara perangkat kerja dengan sesamanya atau perangkat dengan pimpinannya, Bupati langsung memanggil orang yang bermasalah. Harus selesai pada saat itu juga hingga pecah dan clear seketika. Bupati tidak suka menunda-nunda masalah walau sekecil apapun masalah tersebut. Paling anti masalah itu berlarut-larut. Eka Putra itu sifatnya pragmatis, Simple dan sederhana. Mungkin terinspirasi dari buku SBY, yang judulnya “Harus Bisa”.
Lagi-lagi dalam pikiran penulis membenarkan hal tersebut karena itu penulis alami sendiri dalam keseharian dengan Eka Putra.

Kemudian, ketika penulis menanyakan apa harapan Aspri dan tim terhadap bupati selanjutnya, Agung menjelaskan bahwa dia dan perangkat kerja menginginkan agar timnya bisa solid sampai akhir mengantarkan Eka Putra untuk dua periode. Mungkin target utama adalah dua periode, tapi kita juga nggak tau apakah bapak ke nasional atau tidak karena belum ada pembicaraan ke arah itu, namun mengantarkan bapak ke dua periode selaku Bupati Tanah Datar adalah target kami. Dan saat ini, komunikasi antar tim sangat bagus, komunikasi antara pimpinan dan stafnya juga sangat bagus. Termasuk dengan ibu, dan kita lebih sering bercerita ke ibu daripada ke bapak karena kesibukan Bupati menjalankan tugasnya. Dan bapak selalu memperhatikan kebutuhan perangkatnya. Apa yang kurang selalu di lengkapinya, sementara kalau ibu sifatnya lebih ke emosional, dan dua-duanya saling melengkapi.

Selanjutnya, penulis mempertanyakan terkait beberapa laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa Bupati Tanah Datar itu sombong kepada Agung, dengan tertawa kecil Agung selaku Aspri hanya menjawab, dengan Eka Putra, TAK KENAL MAKA TAK SAYANG. Agung menjelaskan maksudnya, itu karena orang tersebut belum ketemu dengan Eka Putra, belum ngobrol dengan bapak, coba deh dekati Eka Putra ini, nanti pasti akan merasakan bagaimana bapak menyentuh perasaan lawan bicaranya, karena Eka Putra nggak pernah merendahkan orang lain sekalipun itu musuhnya atau orang yang menganggap dia lawan, makanya tak kenal maka tak sayang, saya yakin orang akan berubah pandangannya setelah kenal dengan bapak.

BACA JUGA :  Peresmian Gedung Neurologi dan Obgyn RSUD Prof. Dr. Ali Hanafiah Batusangkar, Ini Pesan Bupati Eka Putra

Mau tak mau penulis akui hal ini lagi dan penulis merasakan hal tersebut dahulu sebelum mengenal Eka Putra.
Lebih lanjut, Agung menerangkan bahwa apa yang ia lihat dalam kepemimpinan seorang Eka Putra, masyarakat harus tau kalau Eka Putra ini berjuang untuk rakyatnya. Apapun masalah rakyatnya coba di selesaikannya dengan bijak. Contoh, yang datang ke rumah dinas selalu mendapatkan pelayanan yang baik walaupun bukan bapak yang melayaninya sebab bapak lagi dinas, tapi saya yang melayaninya. Apapun masalah yang di sampaikan oleh masyarakat baik itu kesehatan, pendidikan, ekonomi, pertanian dan bidang lainnya, kita bantu melalui program yang sudah ada. Jadi, yang harus di ketahui oleh masyarakat Tanah Datar, Bupati ini tidak mementingkan dirinya sendiri untuk kemajuan masyarakat.

Di tinggalkannya kehidupan di Jakarta hanya untuk membangun Tanah Datar, dan coba kita perhatikan, walaupun kepemimpinan Eka Putra baru seumur jagung tapi hingga saat ini kita sudah meraih prestasi dan penghargaan baik dari tingkat provinsi maupun nasional. Dan itu bergengsi semua, setidaknya masyarakat sekarang ini sudah sangat pintar, tidak termakan isu langsung dan melihat apa yang sudah di kerjakan oleh pemerintah daerah, walaupun ada beberapa program yang belum berjalan secara maksimal tapi dengan kepemimpinan Eka Putra Insyaallah dengan amanah dan kepercayaan dari masyarakat Tanah Datar Eka Putra bisa menyelesaikan tugas dan mandat dari masyarakat kedepannya nanti. Dan kami dari tim perangkat kerjanya bapak, mengucapkan terimakasih atas kepercayaan bapak dan ibu kepada kami hingga saat ini dalam melaksanakan tugas mendampingi Bupati dan ibu selama ini baik dalam suka maupun duka, semoga bapak tetap amanah dan selalu di cintai masyarakatnya.

Sekelumit wawancara dan cerita ini, penulis akui ada kejujuran dan keikhlasan dari seorang Aspri dan tim dalam melaksanakan tugas keseharian mendampingi seorang Bupati dimana menurut penulis, nyaman tidaknya tim dalam melaksanakan tugasnya tergantung dari sifat, sikap dan karakter seorang pemimpin…