KBRI Tripoli Gelar Pertemuan Daring Bersama Ahli dan Pelaku Pertanian Libya Terkait Pengembangan Tanaman Sorgum dan Limbah Sawit

40

Tripoli (Libya), PE – Tingkatkan people-to-people connection antara Indonesia dan Libya, KBRI Tripoli dorong pertemuan secara daring penyuluh pertanian di Bogor dan para pelaku pertanian di Ghiryan, Libya (08/07/2021). Dalam kesempatan tersebut, para ahli Indonesia memaparkan pengalamannya dalam pengembangan tanaman sorgum, manfaat limbah pohon palma.

Menurut Dayat, seorang penyuluh pertanian di Bogor, tanaman sorgum pada dasarnya telah lama dikembangkan di Indonesia, namun baru dikembangkan di Jasinga, Bogor. Tanaman sorgum digunakan sebagai alternatif padi dan jagung. Tanaman ini dipilih karena selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, sorgum juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak hingga obat-obatan.

Deden Horiri, Ketua Asosiasi Petani Muda Jasinga, juga memaparkan manfaat dari limbah pohon palma, dalam hal ini pohon kelapa sawit. Selain dapat digunakan sebagai media tanam hidroponik, limbah sawit tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku beberapa produk, salah satunya pembuatan helm.  Limbah sawit tersebut juga dapat digunakan sebagai biogas dan biomas. Di Lampung, pemanfaatan biogas dari limbah sawit dapat dirasakan manfaatnya setidaknya oleh 20 keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Libya dihadiri oleh Asyur Abdullah dan Ahmad Omran, yang merupakan pemangku kepentingan sekaligus pelaku pertanian dari daerah Ghiryan, Libya. Keduanya berharap Indonesia dapat berkunjung ke Ghiryan untuk dapat melihat situasi dan kondisi pertanian di sana. Mereka juga berharap dapat menjalin kerjasama di bidang pertanian. Bahkan, pihaknya dapat menyediakan lahan yang dapat digunakan sebagai lahan eksperiman pertanian.

# dody | KBRI Tripoli

BACA JUGA :  Dukung Pelaksanaan Kelas Bersama Universitas Binus, Indonesia dan Universidad Mondragon, Usung Tema “Mexico and The Touristic Industry"