Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Pesisir Selatan/Bupati Rusma Yul Anwar : Pembangunan Sentra IKM Minyak Atsiri Wujudkan Kemandirian Daerah Berbasis Komoditi Unggulan Daerah 
Pesisir Selatan

Bupati Rusma Yul Anwar : Pembangunan Sentra IKM Minyak Atsiri Wujudkan Kemandirian Daerah Berbasis Komoditi Unggulan Daerah 

By Admin Padang Expo
28/06/2022

I padangexpo.com (Pesisir Selatan)

Bupati Pesisir Selatan Drs. Rusma Yul Anwar, M.Pd hadiri peletakan batu pertama pembangunan sentra IKM Minyak Atsiri di Kecamatan lunang. Senin (27/6).

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Madrianto, Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Mimi Riarty Zainul, Kepala Dinas Pariwisata Suhendri Zainal, Wakil Ketua Anggota DPRD Hakimin, Anggota DPRD Aljufri dan Kusmanto, perwakilan Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Camat Lunang Caryanto dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar menyampaikan pembangunan sentra minyak Atsiri adalah bagian dari upaya mewujudkan kemandirian daerah berbasis komoditi unggulan daerah.

Keberadaan industri pengolahan diyakini mampu meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, karena memiliki kapitalisasi modal yang cukup besar, menyerap tenaga kerja dan memberikan nilai tambah terhadap produksi pertanian.

“Selama ini mayoritasnya dijual dalam bentuk mentah, sehingga petani tidak menikmati pertambahan nilai produk yah dihasilkan,” ungkap bupati.

Bupati melanjutkan keberlimpahan potensi pertanian Pesisir Selatan sejatinya harus mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Karena itu pemerintah kabupaten kini terus berupaya melahirkan berbagai kebijakan dan rencana strategis yang benar-benar fokus dalam rangka pengembangan produk, sesuai keunggulan kompetitif daerah.

Meski demikian keterpaduan antara hulu dan hilir harus tetap terjaga, sejalan target menjadikan hilirisasi sebagai salah satu dari arus utama pembangunan dan sambil menjaga ketersediaan potensi dari sisi hulu.

“Jadi, mesti tertata, terorganisir dan terpadu. Pada tataran inilah konsep hilirisasi itu dijalankan untuk mencapai kemandirian daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur bupati.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Mimi Riarty Zainul menyampaikan pembangunan sentra atsiri dibiayai melalui DAK Kementerian Perindustrian senilai Rp.14 miliar.

BACA JUGA :  9 Fraksi DPRD Pessel Apresiasi Capaian WTP Kesembilan Kali Oleh Pemkab

Besaran dana bersumber dari APBN 2022 itu Rp.9,8 miliar diantaranya dipakai untuk pembangunan fisik gedung pabrik dan sisanya yang sebesar Rp.5 miliar untuk peralatan produksi. Sentra Atsiri dibangun di atas lahan seluas 1 Hektare dan dengan luas bangunan 1.300 meter per segi di Nagari Lunang Tengah itu ditargetkan rampung pada 31 Desember tahun ini.

“Nanti bisa memproduksi minyak kayu putih, minyak pala dan minyak serei wangi, dengan enam unit tanki suling antara lain 3 unit kapasitas 1.000 liter, 2 unit kapasitas 500 unit dan satu 50 liter,” ujar Mimi.

Ia meyakini pembangunan sentra atsiri akan menjadi katalisator baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan memacu peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Pengoperasiannya melibatkan masyarakat seperti penyediaan bahan baku, operator dan administrasi yang secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sentra dan Pesisir Selatan umumnya.

“Kami akan memberikan pelatihan pada operator, petani penyedia bahan baku dan manajemennya, karena tentu butuh tenaga yang profesional dalam operasionalnya,” Tutupnya. (d79/hms)

Post Views: 598
Author

Admin Padang Expo

Follow Me
Other Articles
Previous

Tanggulangi Wabah PMK, Wabup Iraddatillah Canangkan Vaksinasi PMK Pada Ternak

Next

Cegah Wabah PMK Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Pessel Wajibkan SKKH Ternak dan Wajib Karantina 

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,734)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,225)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,517)

TERBARU

  • Delapan Jembatan di 50 Kota Diverifikasi, Tim Turun Langsung Cek Kondisi Infrastruktur
  • Dua KDKMP di Payakumbuh Rampung 100 Persen, Tim Verifikasi Turun Cek Fisik dan Administrasi
  • Hujan Iringi Kepergian Yasril, Birokrat Senior Payakumbuh Tutup Usia 57 Tahun
  • Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Administrasi, Kinerja Jadi Penentu
Copyright 2026 — Padang Expo