Perdana, Residensi Seniman Asing di Tanah Datar

Perdana, Residensi Seniman Asing di Tanah Datar

Padangexpo.com, Tanah Datar-Residensi Seniman Asing adalah salah satu program yang bertujuan untuk bagaimana kita memperkenalkan adat budaya Indonesia kepada seniman-seniman asing atau mancanegara melalui kesenian.

Hal itu di sampaikan oleh Iskandar Eko, Pamong Budaya dari Direktorat Pembinaan Tenaga Lembaga dan Kebudayaan.

“Nama kegiatan ini adalah residensi seniman asing dimana tahun ini kita mengadakan kegiatan ini di dua lokasi yaitu Temanggung Jawa Tengah dan Sumatera Barat. Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana kita memperkenalkan adat budaya Indonesia kepada seniman-seniman asing dari luar negeri melalui kesenian. Dan yang kita undang ke sini adalah seniman-seniman yang sudah punya nama di negaranya masing-masing. Mereka datang ke sini atas biaya sendiri, dan ketika sudah berada di Indonesia, baru di bantu oleh pemerintah pusat seperti ke Temanggung dan saat ini ke Sumatera Barat khususnya Tanah Datar,” papar Eko pada sesi wawancara, Minggu (5/11) di Balerong Sari, Nagari Tabek Tanah Datar.

Kemudian lanjutnya, untuk Sumatera Barat ini unsur yang di ambil dari kebudayaannya adalah Silek, dimaksud Silek di sini adalah bukan yang di artikan Silek untuk beladiri tapi Silek kesenian yang di latar belakangi budaya Minangkabau. Seperti yang di ajarkan oleh Padang Pariaman, Bukittinggi dan Sungai Patai Tanah Datar adalah filosofi- filosofi yang mendasari gerakan-gerakan Silek.

“Dari situ, seniman-seniman tadi membuat sebuah gerakan dan karya bersama dengan seniman lokal yang menggambarkan bagaimana silek dalam kehidupan masyarakat Minangkabau pada umumnya,” sambung Eko.

Untuk kunjungan kali ini, ada seniman dari Mexico, Equador dan jepang.

Semi Ikra Anggara selaku Kurator untuk program Residensi Internasional di bawah naungan Direktorat Pembinaan Tenaga Lembaga dan Kebudayaan, Kemendikbudristek menambahkan bahwa di samping itu, tujuannya juga supaya terjadinya kerjasama kebudayaan lintas negara yang sifatnya berkelanjutan.

BACA JUGA :  Pemkab dan DPRD Tanah Datar Perkuat Sinergi, Mantapkan Komitmen Cegah Korupsi Lewat MCSP

“Kita memilih dua situs atau dua karakter tempat yaitu satu tempat itu memiliki karakter kebudayaan yang berkelanjutan dan yang kedua untuk pengelolaan ICH (Intangible Cultural Heritage). Di Sumbar kita memilih Silek sebagai ICH karena kita tau Silek sudah menjadi warisan dunia, maka kita pilih tiga sasaran Silek, di Bukittinggi, Padang Pariaman dan Tanah Datar khususnya Nagari Sungai Patai. Tiga seniman terpilih yang dari Mexico, Equador dan Jepang, diharapkan bisa menyerap Silek baik itu dari filosofinya maupun aspek teknikalnya dan kita harapkan mereka bisa terus mengembangkannya,” tutur Semi.

Terakhir, Semi berharap juga kepada seniman lokal yang di Sumbar agar Silek ini bisa terus di apungkan karena sudah menjadi salah satu warisan dunia. (Dwi)