Fadilla Oziana: Pertukaran Budaya Seni Ini Merupakan Kreatifitas Tanpa Batas

Fadilla Oziana: Pertukaran Budaya Seni Ini Merupakan Kreatifitas Tanpa Batas

Padangexpo.com,Tanah Datar -Kegiatan residensi seniman asing yang saat ini sedang berlangsung di Kabupaten Tanah Datar merupakan ajang pertemuan dan pertukaran budaya Indonesia khususnya Minangkabau Sumatera Barat berupa silek kepada seniman-seniman asing yang berasal dari negara Mexico, Equador dan Jepang.

Fadilla Oziana, Koreografer asal Sumatera Barat yang juga putra asli Tanah Datar menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat besar manfaatnya bagi seniman baik dari lokal maupun mancanegara.

“Sebelumnya terimakasih kepada Kemendikbudristek yang telah ikut mensupport kegiatan ini hingga sampai penutupan nanti. Ini kesempatan yang bagus sehingga yang biasanya kami selaku seniman tidak punya peluang untuk berbagi pikiran, melihat melihat perkembangan bagaimana perkembangan seni tari khususnya saat ini. Dengan kedatangan seniman dari luar ini, membuka wawasan kami bagaiman kita bisa dunia melalui seni tari,” ujar Fadilla yang juga salah satu seniman koreografi di Tanah Datar.

“Mungkin kami berproses masih di lingkungan kabupaten kota, namun dengan kedatangan mereka kami bisa saling belajar, bertukar pikiran soal bagaimana membuat sebuah karya untuk menjadi lebih bagus lagi,” sambung Fadilla Oziana.

Lebih lanjut, Fadilla Oziana berharap agar pemerintah baik itu pusat, provinsi maupun daerah untuk mensupport lebih baik lagi kegiatan ini.

“Karena dengan kegiatan residensi ini mereka cukup lama di sini, saya sebagai koordinator juga menghandle beberapa kebutuhan mereka seperti tempat tinggal. Ternyata kita masih kekurangan wadah itu. Kami tidak punya tempat untuk berlatih, artinya sarana dan prasarana seniman di Tanah Datar tidak punya tempat sanggar untuk mereka. Kami berharap itu bisa menjadi atensi bagi pemerintah khususnya pemerintah daerah Tanah Datar,” tutup Fadilla Oziana, Minggu (5/11) pada sesi wawancara di Balerong Sari, Nagari Tabek Kabupaten Tanah Datar.

BACA JUGA :  Dihadiri Bupati, A.H.Miza Aziz Dilantik Menjadi Pengantar Tugas Camat Sungai Tarab

Cristina Alexandra Duque Martinez master of dance creation berasal dari negara Ecuador yang ikut dalam kegiatan residensi seniman asing ini hampir senada menjelaskan juga pengalamannya selama bersama seniman Sumatera Barat dan Tanah Datar.

“Kami sangat bersyukur bisa hadir di Sumatera Barat khususnya Tanah Datar di Nagari Sungai Patai karena kami bisa langsung belajar apa itu Silek. Kami datang khusus belajar Silek dan kami bisa dapat teknik-teknik yang berbeda, juga bisa belajar tentang apa filosofi yang terkandung dalam Silek itu. Silek itu bukan cuma tentang tubuh atau fisik, tapi termasuk juga filosofi. Bagaiman kita beradaptasi dan berproses dengan orang lain juga dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Itu filosofi Silek yang saya rasakan,” tutur Cristina.

Kemudian lanjutnya, kami selaku orang asing bisa belajar apa itu Silek merupakan hal yang luar biasa namun waktu yang sangat singkat menjadi salah satu kendala kami.

“Untuk belajar tradisi itu perlu waktu, tapi apapun itu, saat ini kami sangat bisa merasakan apa itu Silek. Dan kami juga memberikan yang terbaik untuk rekan-rekan seniman disini dengan mengajarkan apa itu tarian yang berasal dari negara kami. Untuk pertukaran budaya itu perlu proses dan waktu. Kita bisa sharing itu sangat menarik karena kita bisa mendapatkan budaya yang berbeda masing-masingnya. Ada banyak hal-hal yang kami dapatkan disini. Baik itu tentang toleransi, pikiran, dan tentang rukunnya masyarakat disini. Kami butuh waktu untuk memahami semua itu,” pungkas Cristina.

Selain Cristina, hadir juga Eva Aimee Diaz Garcia, seniman tari yang berasal dari Mexico dan Mariko Kita, seniman tari yang berasal dari Negeri Sakura, Jepang. (Dwi)