Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Pemko Payakumbuh dan Niniak Mamak Limbukan Sepakati Pembangunan Gerbang Selamat Datang di Kawasan Ngalau
Payakumbuh

Pemko Payakumbuh dan Niniak Mamak Limbukan Sepakati Pembangunan Gerbang Selamat Datang di Kawasan Ngalau

By admin@domi
23/05/2025

padangexpo.com ,Payakumbuh – Pemko Payakumbuh bersama para Niniak Mamak Nagari Limbukan, sepakat membangun gerbang selamat datang di kawasan Ngalau, Kelurahan Balai Panjang.

Kesepakatan ini ditandai dengan pemancangan awal untuk pembangunan gerbang tersebut pada Jumat (23/05/2025).

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, hadir langsung dalam kegiatan itu bersama Plh Kepala Dinas PUPR Rajman, Camat Payakumbuh Selatan Resti Desmila, Lurah Balai Panjang, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limbukan PB. Dt. Mogek Nan Itam, Ketua LPM Balai Panjang dan ketua RT setempat.

Elzadaswarman menegaskan bahwa pembangunan gerbang ini bukan dimaksudkan sebagai penanda batas administratif antara Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, ataupun batas wilayah ulayat Nagari.

“Ini bukan tugu batas wilayah, tetapi gerbang selamat datang agar masyarakat mengetahui bahwa mereka telah memasuki Kota Payakumbuh, kota yang kita kenal sebagai The City of Randang,” kata Wawako Elzadaswarman.

Ia menambahkan, keberadaan gerbang ini akan membawa manfaat ganda, baik dari segi estetika kota maupun peningkatan identitas daerah.

“Gerbang ini akan memperkuat identitas visual Kota Payakumbuh dan menciptakan kesan pertama yang baik bagi tamu atau wisatawan yang datang. Selain itu, ini juga bisa menjadi titik foto yang menarik sekaligus menambah daya tariknya,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Om Zet Itu berharap agar pembangunan ini menjadi simbol kekompakan antara pemerintah, masyarakat adat serta masyarakat.

“Kami berharap, gerbang ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat. Kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan bisa berjalan dengan semangat kebersamaan dan tanpa menyinggung nilai-nilai kearifan lokal,” katanya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak menafsirkan pembangunan ini sebagai bentuk klaim wilayah yang bisa menimbulkan polemik di kemudian hari.

BACA JUGA :  AKBP Wahyuni : Kenaikan Pangkat Merupakan Hak Seluruh ASN Polri

“Kami tegaskan, pembangunan gerbang ini bukan upaya pengambilan batas wilayah adat maupun administratif. Ini murni bentuk penyambutan yang ramah dan beretika. Jangan sampai timbul kesalahpahaman atau konflik, karena semuanya sudah melalui kesepakatan bersama dengan para niniak mamak,” pesannya.

Sementara itu, Ketua KAN Limbukan PB. Dt. Mogek Nan Itam menegaskan bahwa pembangunan gerbang ini telah melalui proses musyawarah dan mendapat persetujuan niniak mamak Kenagarian Limbukan.

“Kami, niniak mamak Nagari Limbukan sudah bermufakat dan sepakat bahwa gerbang ini dibangun di lokasi yang telah disetujui bersama. Kami mendukung penuh, karena tujuannya bukan untuk menandai batas wilayah adat, tetapi sebagai simbol penyambutan bagi siapa pun yang memasuki Payakumbuh. Ini bentuk sinergi antara adat dan pemerintah,” tegas Dt. Mogek.

Gerbang tersebut akan dibangun di lokasi yang telah disepakati bersama oleh pihak pemko dan para niniak mamak sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintahan dan unsur adat.

Sebagai informasi, gerbang selamat datang bersifat simbolik dan berfungsi sebagai penyambut atau penanda bahwa seseorang memasuki sebuah daerah atau kota.

Letaknya tidak selalu tepat di garis batas administratif, melainkan dapat berada beberapa meter atau kilometer dari titik batas resmi.

Sementara itu, tugu batas kota memiliki fungsi administratif dan menandai batas resmi suatu wilayah, seperti yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah atau undang-undang.

Letak tugu batas kota biasanya ditentukan berdasarkan koordinat yang telah disahkan secara hukum. (Ken)

Views: 281
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Libatkan Unsur Forkopimda dan Tokoh Masyarakat, Pemkab Tanah Datar Gelar Rakor Pembahasan Penanggulangan PEKAT 

Next

174 JCH Dilepas, Wawako Payakumbuh Sampaikan Pesan

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,174)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,759)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,445)

TERBARU

  • Polri Masuk Sekolah, Wakapolres Payakumbuh Bentengi Pelajar dari Narkoba dan Bullying
  • Sempat Dilaporkan ke Polisi, Polemik Dana Masjid Rp20 Juta di Lima Puluh Kota Berakhir Damai
  • Polres Payakumbuh Sisir Titik Rawan, Kapolres Tegaskan Geng Motor Tak Diberi Ruang
  • Evan Nakhodai KNPI Tanah Datar, Saatnya Pemuda Tunjukkan Karya Nyata
Copyright 2026 — Padang Expo