Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Solok Selatan/UMKM Solok Selatan Naik Kelas: Dari Dapur Rumah ke Pasar Dunia
Solok Selatan

UMKM Solok Selatan Naik Kelas: Dari Dapur Rumah ke Pasar Dunia

By admin@domi
17/03/2026

padangexpo.com // Solok Selatan

Di tengah upaya memperkuat ekonomi berbasis masyarakat, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menempatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Sejak 2021, ribuan pelaku usaha kecil tak hanya disentuh bantuan, tetapi juga didorong untuk benar-benar “naik kelas” — dari usaha bertahan hidup menjadi pelaku ekonomi yang kompetitif.

Dari total 12.768 UMKM yang tersebar di daerah ini, sebanyak 1.769 pelaku usaha mikro di tujuh kecamatan telah mendapatkan pembinaan dan pendampingan intensif. Sementara itu, 1.323 pelaku usaha telah menerima bantuan peralatan untuk menunjang produktivitas mereka. Tidak berhenti di sana, 5.804 UMKM difasilitasi memperoleh legalitas usaha seperti sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga pendaftaran merek.

Langkah ini bukan sekadar program administratif. Pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, Kementerian Agama, Bank Indonesia, hingga Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi, guna memastikan pelaku UMKM memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Solok Selatan, Musferi Hendra, menegaskan bahwa program “UMKM Naik Kelas” dirancang sebagai strategi jangka panjang dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

“Program ini bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saing. Kita ingin UMKM Solok Selatan mampu menembus pasar yang lebih luas dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Program yang telah berjalan sejak kepemimpinan Bupati Khairunas dan Wakil Bupati Yulian Efi ini mulai menunjukkan dampak yang signifikan. UMKM tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan bagi perempuan dan generasi muda — terutama di sektor kerajinan, bordir, sulaman, hingga industri makanan dan minuman.

BACA JUGA :  Bupati Khairunas Terus Dorong Inovasi Perangkat Daerah

Pendampingan yang dilakukan pemerintah pun bersifat berkelanjutan, mulai dari pelatihan, konsultasi usaha, hingga kunjungan langsung ke lokasi produksi. Pendekatan ini menjadikan UMKM tidak berjalan sendiri, melainkan tumbuh dalam ekosistem yang saling menguatkan.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Azizah Mutia, menyebutkan bahwa UMKM di Solok Selatan tersebar dalam tujuh sektor utama, mulai dari penyedia akomodasi makan minum, perdagangan, industri pengolahan, jasa, kerajinan, hingga pertanian dan peternakan. Dengan dukungan yang konsisten, sejumlah produk lokal bahkan telah menembus pasar internasional.

Komoditas kopi, misalnya, kini telah dipasarkan ke Jepang, Australia, Amerika Serikat, dan Korea. Produk olahan makanan seperti rendang juga mulai menjangkau pasar Eropa, sementara kerajinan sulaman menembus negara tetangga hingga Timur Tengah.

Namun di balik capaian tersebut, tantangan tetap ada: menjaga kualitas, konsistensi produksi, serta kemampuan membaca pasar global. Di sinilah peran pemerintah menjadi krusial — bukan hanya sebagai pemberi bantuan, tetapi sebagai penggerak transformasi.

Ke depan, program ini akan terus diperkuat. Pemerintah daerah telah memasukkannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Untuk tahun 2026, anggaran sebesar Rp817,8 juta disiapkan dengan target 420 pelaku UMKM mendapatkan peningkatan kapasitas usaha.

Selain itu, sekitar 400 pelaku UMKM saat ini tengah memproses sertifikasi halal melalui Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi — sebuah langkah penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas, terutama di tingkat global.

Di Solok Selatan, UMKM tidak lagi dipandang sebagai sektor pinggiran. Ia telah menjelma menjadi wajah ekonomi rakyat — yang tumbuh dari dapur-dapur sederhana, namun kini mulai berbicara di panggung dunia(CSR)

Post Views: 254
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Untuk Meningkatkan Kesejahteraan, ASN Pemko Solok Terima Empat Komponen Penghasilan Jelang Idul Fitri

Next

Digerebek Saat Pesta Sabu, Empat Orang Diamankan Polisi di Lima Puluh Kota

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,795)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,284)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,565)

TERBARU

  • Meskipun Dalam Kondisi Tanggap Darurat, Bupati Jon Pandu Hadiri HUT ke 81 TNI
  • Dukungan Terus Mengalir, Universitas Muhammad Nasir Salurkan Bantuan Bencana Bagi Korban Galodo Solok
  • Raysa Razelin Pecahkan Telur Emas Renang Payakumbuh di Porprov Sumbar 2026
  • Senam Payakumbuh Tambah Dua Emas, Target Lima Emas Makin Terbuka
Copyright 2026 — Padang Expo