Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Dari Sampah ke Pasar Global: Tafsir Kartini ala Payakumbuh yang Menggerakkan Ekonomi dari Rumah
Payakumbuh

Dari Sampah ke Pasar Global: Tafsir Kartini ala Payakumbuh yang Menggerakkan Ekonomi dari Rumah

By admin@domi
22/04/2026

padangexpo.com // Payakumbuh

Di tengah peringatan Hari Kartini, Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta, memilih jalur sunyi tapi berdampak: mengubah sampah menjadi mesin ekonomi keluarga.

“Sampah bukan beban, tapi peluang,” ujarnya, Selasa (21/04/2026).

Di Payakumbuh, gagasan itu tidak berhenti di wacana. Sampah organik diolah menjadi maggot, lalu dikembangkan lebih jauh menjadi pakan alternatif ternak unggas—solusi konkret untuk menekan biaya produksi peternak kecil yang selama ini tersedot hingga 70 persen hanya untuk pakan.

Program yang mulai berjalan di Mancang Labu, Payobasung ini membuka rantai ekonomi baru: dari pengelolaan limbah, budidaya maggot, hingga peternakan mandiri berbasis rumah tangga.

“Sekali bergerak, manfaatnya berlapis: lingkungan bersih, biaya turun, ekonomi jalan,” tegas Eni.

Tak berhenti di situ, sampah anorganik pun didorong menjadi produk bernilai seperti paving blok—mengubah limbah menjadi peluang usaha baru.

Di sisi lain, pemberdayaan perempuan juga digerakkan lewat sektor kerajinan. Melalui dasawisma, lahir produk rajutan yang tak lagi sekadar kerajinan rumahan. Tahun 2025, TP PKK Payakumbuh bahkan menggandeng The Sak untuk produksi 1.000 pouch per bulan—membuka akses pasar global bagi perajin lokal.

Hasilnya nyata: sebagian pengrajin sudah mencatat omzet puluhan juta rupiah dan menembus pasar internasional.

Bagi Eni, inilah wajah baru Kartini masa kini—bukan sekadar simbol emansipasi, tetapi perempuan yang mampu menggerakkan ekonomi dari hal paling sederhana.

“Perempuan harus jadi penggerak, bukan penonton. Dari yang dianggap remeh, kita bangun kekuatan,” ujarnya.

Di Payakumbuh, perubahan itu tidak datang dari proyek besar, tapi dari dapur, halaman rumah, dan tangan-tangan yang bekerja. Dari sampah yang diolah, benang yang dirajut—hingga lahir kemandirian yang nyata, bukan sekadar narasi(Ken)

Views: 164
BACA JUGA :  Cabuli Anak Dibawah Umur, Polres Payakumbuh Amankan Seorang Pria Berinisial DJ 
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Tegakkan Hukum dan Transparansi, Ketua DPRD Pasbar Hadiri Pemusnahan Barang Bukti dari 47 Perkara Tipidum yang Inkracht

Next

UKPBJ Payakumbuh Tembus Papan Atas: Skor Tinggi, Tantangan Lebih Tinggi

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,198)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,768)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,456)

TERBARU

  • Minggu Kasih  di  Gereja ST. Fidelis, Polres Payakumbuh Perkuat Toleransi Dan Rangkul Umat 
  • Polres Payakumbuh Sisir Titik Rawan Hingga Dini Hari, Balap Liar dan Geng Motor Jadi Sasaran
  • Subuh Keliling Kapolres 50 Kota: Ajak Warga Makmurkan Masjid, Empat Pesan Kamtibmas Disampaikan
  • Jumat Keliling di Payobasung, Kapolres Payakumbuh Ajak Warga Perangi Narkoba, Hoaks dan Investasi Bodong
Copyright 2026 — Padang Expo