Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Kab. Solok/Maraknya Pekat dan Penyalahgunaan Narkoba, Pemkab Solok Gelar Sosialisasi di MTsN 7
Kab. Solok

Maraknya Pekat dan Penyalahgunaan Narkoba, Pemkab Solok Gelar Sosialisasi di MTsN 7

By admin@domi
13/04/2026

Padangexpo.com | Kabupaten Solok

Langkah preventif dinilai sangat penting dan mendesak dalam menekan maraknya penyakit masyarakat (pekat) serta penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda yang rentan terhadap pengaruh negatif. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok terus menggencarkan berbagai upaya pencegahan melalui kegiatan sosialisasi yang dipusatkan di MTsN 7 Solok, Tanjung Balik, Kecamatan X Koto Diatas, Senin (13/04/26).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok H. Zulkifli, S.Ag., MM, Camat X Koto Diatas, Ketua Koordinator Wilayah TK dan SD, Kepala KUA, para kepala sekolah dan madrasah, majelis guru, penyuluh agama, serta para penghulu se-Kecamatan X Koto Diatas.

Dalam sambutannya, Kakankemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli menyoroti fenomena degradasi moral yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebutkan bahwa penyimpangan tidak hanya terjadi di kalangan peserta didik, tetapi juga merambah tenaga pendidik.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan moral bukan semata-mata disebabkan oleh rendahnya pendidikan atau faktor ekonomi. Banyak pelaku berasal dari kalangan berpendidikan tinggi, namun lemahnya mental dan rapuhnya iman menjadi pemicu utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan agar tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat pembinaan karakter dan spiritual.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Candra dalam arahannya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menanggulangi penyakit masyarakat. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.

Wabup Candra juga membagikan pengalaman sukses salah satu nagari dalam menekan angka penyakit masyarakat melalui penerapan peraturan nagari (perna). Dalam aturan tersebut, aktivitas hiburan malam seperti orgen tunggal dilarang karena dinilai kerap memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari konsumsi minuman keras hingga penyalahgunaan narkoba.

BACA JUGA :  Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Solok Terpilih Pandu-Candra Hadiri Gladi Kotor di Monas

“Melalui musyawarah niniak mamak, diterapkan sanksi sosial berupa tidak diikutsertakannya pelanggar dalam kegiatan adat. Sanksi ini terbukti lebih efektif dan memberikan efek jera,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk dukungan terhadap kearifan lokal dalam menjaga ketertiban sosial.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perangkat nagari, tokoh masyarakat, serta institusi pendidikan untuk bersinergi aktif dalam mencegah berkembangnya penyakit masyarakat. Ia menilai, peran sekolah sangat strategis dalam membentengi generasi muda sejak dini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami bersama Bupati menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi kita,” tutupnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam menjaga moralitas generasi muda sebagai aset masa depan daerah. (yosep)

Post Views: 286
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Disparpora Payakumbuh Pasang Target WBK–WBBM, Uji Serius Reformasi atau Sekadar Seremoni?

Next

Kunjungan Wisata Bukittinggi pada Libur Idul Fitri 2026 Meningkat

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,732)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,221)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,514)

TERBARU

  • Hujan Iringi Kepergian Yasril, Birokrat Senior Payakumbuh Tutup Usia 57 Tahun
  • Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Administrasi, Kinerja Jadi Penentu
  • Petani Berdasi Mulai Beraksi, ASN Payakumbuh Turun Tangan Kendalikan Inflasi
  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Tembus 3 Besar KOMPOLNAS Awards 2026
Copyright 2026 — Padang Expo