Antara Efisiensi dan Makna Simbolis Kemakmuran dari Rangkiang Patah Sembilan Istano Basa Pagaruyung
| padangexpo.com (Tanah Datar)
Rangkiang Patah Sambilan merupakan rangkiang megah yang terdapat di depan istano basa Pagaruyung. Rangkiang ini merupakan lambang kemakmuran dari kerajaan minangkabau. Rangkiang ini berfungsi sebagai tempat atau ruang penyimpanan hasil panen. Rangkiang di Istano Basa Pagaruyung adalah juga sebagai symbol kemakmuran dan kekuasaan Alam Minangkabau. Pada rumah-rumah adat di Minangkabau, Rangkiang dibangun didepan rumah sebanyak dua buah.Kedua rangkiang itu berbeda fungsinya, namun pada dasarnya rangkiang digunakan sebagai tempat menyimpan padi.
Rangkiang Patah sembilan Di Istano Basa Pagaruyung semua rangkiang disatukan rancang bangunannya, namun memiliki sembilan nama dan sembilan fungsi, yaitu :Pertama, Rangkiang Sitinjau Lauik gunanya penyimpan harta. Kedua, Rangkiang Mandah Pahlawan gunanya untuk pertahanan.Ketiga, Rangkiang Harimau Pauni Koto gunanya untuk menyimpan kekayaan untuk pembangunan nagari.Keempat, Rangkiang Sitangka Lapa gunanya untuk sosial.Kelima, Rangkiang Kapuak Garuik Simajo Labiah gunanya untuk urang sumando (suami dari anak perempuan).Keenam, Rangkiang Kapuak Galuak Bulek Basandiang gunanya untuk menyimpan kekayaan keperluan penghulu.Ketujuh, Rangkiang Kapuak gadiang bapantang Luak gunanya untuk menyimpan kekayaan untuk kebutuhan sehari–hari.Kedelapan, Rangkiang Kapuak Kaciak Simajo Kayo gunanya untuk orang muda sebagai moral dan lain keperluannya
Rangkiang Istano Basa Pagaruyung yang posisinya berada pada ruang yang paling tengah merupakan yang paling istimewa posisinya. Rangkiang ini disebut Rangkiang Sitinjau Lauik karena isinya adalah menyimpan harta kekayaan dan pusaka. Lumbung pada rangkiang ini boleh dibuka setahun sekali yang digunakan untuk keperluan menjaga adat, upacara adat, menegakan penghulu raja. Seluruh rangkiang tersebut diatas, rancangan bangunanya dijadikan satu yang biasa disebut dengan nama Rangkiang Patah Sembilan.
Rangkiang ini merupakan lambang kemakmuran masyarakat minangkabau yang memiliki ruang penyimpanan dengan berbagai fungsi. Setiap ruang yang berbeda memiliki kebermanfaatan yang berbeda. Sehingga alokasi penyimpanan padi ataupun hasil panen lainnya sudah memiliki peruntukkan masing-masing sesuai dengan fungsinya. Rangkian pada masa itu sangat efektif dan efisien dalam pemanfaatanya sehingga kekayaan kerajaan dapat dimanfaatkan sebagai mana peruntukan yang telah ditentukan, sehingga kemakmuran masyarakat minangkabau dapat terkondisi dengan baik karena lumbung-lumbung penyimpanan yang ada. (dody)
