padangexpo.com | Arosuka

Demi menjaga kebersihan lingkungan sekitar dari sampah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok terus berupaya mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah di area Danau Singkarak.

Didampingi istri, Ny. Lian Octavia Candra, Wakil Bupati Solok, H. Candra meninjau langsung kondisi lingkungan di kawasan Danau Singkarak, tepatnya di Nagari Paninggahan, Jumat (1/8).

Dalam kunjungan tersebut, Wabup menyoroti tumpukan sampah yang kian memprihatinkan di Danau Singkarak, terutama pada saat musim kemarau ketika permukaan udara menyusut dan tumpukan sampah yang sebelumnya tenggelam mulai terlihat.

Ikut mendampingi dalam kunjungan tersebut tim dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Solok, Wabup juga menyaksikan langsung proses pengambilan sampel air danau untuk menguji kualitas, khususnya tingkat keasaman atau pH.

“Di sini ada anak-anak muda yang peduli dengan kondisi Danau Singkarak. Ini harus kita dukung. Hasil dari pengecekan ini akan kita teruskan ke publikasi, agar ada penanganan dari pusat, karena Danau Singkarak merupakan danau prioritas nasional,” ujarnya.

Wabup Candra menilai, penurunan kualitas air danau berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sekitar. Ia mencontohkan para nelayan tradisional yang mulai mengalami kesulitan menangkap ikan akibat terganggunya ekosistem laut.

“Biasanya masyarakat masih bisa menangkap ikan nila dengan tombak. Sekarang hasilnya jauh berkurang karena sampah menumpuk di pinggiran danau,” terangnya.

Tidak hanya merusak ekosistem danau, keberadaan sampah juga mengancam pasokan air bersih warga yang mengandalkan air Danau Singkarak sebagai sumber baku.

Maka dari itu, dengan tegas Wabup Candra mengimbau masyarakat disepanjang aliran sungai yang bermuara ke Danau Singkarak untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga danau yang membentang di dua kabupaten, yakni Solok dan Tanah Datar.

BACA JUGA :  Pemkab Solok Raih Penghargaan Nasional Atas Pembentukan Koperasi Merah Putih Tercepat

“Ini bukan soal kebersihan saja, tapi masa depan ekosistem dan keberlangsungan hidup masyarakat. Kita harus menjaga danau ini bersama,” tegasnya.

Dari hasil pantauan dilapangan, Pemerintah Kabupaten Solok akan segera mengoordinasikan langkah-langkah lanjutan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk menyusun program penanganan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat dan dukungan dari pemerintah pusat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya daerah dalam mendukung program Danau Prioritas Nasional, sekaligus mendorong gerakan kolaboratif lintas elemen demi menjaga warisan alam Sumatera Barat dari ancaman pencemaran dan degradasi. (yosep)