Di Duga Bermasalah, Proyek Pengedaman Jalan di Paninjauan Tuai Kontroversi 

Di Duga Bermasalah, Proyek Pengedaman Jalan di Paninjauan Tuai Kontroversi 

Padangexpo, Batusangkar – Proyek pengedaman jalan di Nagari Paninjauan yang di kerjakan oleh pihak ketiga di duga bermasalah dari awal hingga proyek selesai. Kegiatan pembangunan DAM oleh CV. Sarana Teknik Multindo dengan pagudana Rp. 190.000.000 ( seratus sembilan puluh juta) itu menuai kontroversi dari masyarakat dan tokoh masyarakat Nagari Paninjauan, sebab di duga kuat tidak sesuai dengan master plane yang sudah ada. Hal ini di sampaikan oleh Walinagari Paninjauan, Irzal Chand bahwa apa yang dilakukan CV Sarana Teknik Multindo dari awal kegiatan memang sudah bermasalah.

” Proyek pengedaman jalan ini di bangun tepat di atas samping atap SD N 12 Paninjauan. Proyek yang di laksanakan di bulan November 2022 ini ketika sedang jalan juga sudah bermasalah. Seperti pembangunan dam yang tidak sesuai gambar, dan kami sudah melaporkan hal tersebut kepada Dinas PU PR Tanah Datar dan memang sudah di tindaklanjuti tapi hanya pemasangan skor samping kiri kanan. Dan saat ini, pasangan baru tersebut sudah retak kembali karena di duga tidak ada besi penyambungnya,” ujar Irzal Chand. Lebih lanjut lagi sambungnya bahwa resiko dari bangunan dam tersebut apabila ada bencana alam seperti gempa bumi atau banjir maka dam tersebut tidak akan kuat menahan beban, otomatis roboh dan tepat berada di atap bangunan sekolah tersebut, dimana bisa mengakibatkan timbulnya korban.

” Kami khawatir anak-anak didik di sekolah tersebut bisa menjadi korban dari bangunan dam itu. Harusnya bangunan tersebut tidak di buat seperti itu, tapi kami di pihak nagari hanya bisa melihat dan memantau saja, bahkan di awal pengerjaan pun kami tidak di beri tahu, setelah hampir separuh jalan baru kami di beritahu,” ucap Walinagari Paninjauan, Selasa (21/2) di kantornya.

BACA JUGA :  Ngopi Bareng, Masyarakat Jorong Kalumpang Inginkan Eka Putra Lanjut Dua Periode

Hampir senada, salah seorang perangkat nagari Paninjauan juga menyampaikan bahwa apa yang di lakukan oleh CV. Sarana Teknik Multindo itu memang sudah menyalahi prosedur pembangunan dari awalnya.

” Seperti tidak adanya papan kegiatan, pak. Berapa hari masa kerja, berapa volumenya, berapa anggarannya, semua tidak ada dari awal kegiatan hingga selesai. Ditambah lagi kami taunya proyek itu jalan setelah adanya masalah lahan masyarakat setempat yang di pakai oleh kegiatan proyek pengedaman itu. Dari pihak CV dan warga yang tanahnya terkena proyek tersebut, kami mediasi di kantor wali hingga selesai, terakhir kabarnya proyek tersebut sudah di periksa oleh Polres Padang panjang, dan proyek ini ada setelah kunjungan Wakil Bupati Tanah Datar pada saat pasca bencana alam di tahun 2022 kemaren, pak,”  tutur perangkat nagari tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat Paninjauan juga berkata bahwa apa yang di lakukan oleh pihak ketiga tersebut sangat berbahaya.

” Bangunan dam yang di buatnya sangat berbahaya bagi pihak sekolah apabila terjadi bencana alam. Dan konstruksi bangunannya harusnya tidak seperti itu, setidaknya di buat traf (jenjang) untuk mengurangi resiko ketika terjadi bencana. Itu sangat salah,” katanya.

Di lain pihak ketika Kadis PU PR Tanah Datar, Thamrin di hubungi terkait masalah ini hanya mengatakan kalau dinas sudah menindaklanjuti masalah ini.

” Silahkan di audit, itu kan ada biaya pemeliharaannya, dan kalau seandainya ada temuan, silahkan di ganti oleh pihak pelaksana, lebih jelasnya hubungi aja kabid Bina Marganya,” ucap Thamrin.

Edninofriyanti, Direktur CV Sarana Teknik Multindo hingga saat ini belum menjawab pertanyaan dan konfirmasi dari Padangexpo.com.

Pun begitu juga Reflizarlis selaku Kabid Bina Marga PU PR ketika di hubungi via Whats Appnya tidak mau memberikan komentar apapun, kecuali hanya menjawab kalau proyek itu menggunakan APBD Tanah Datar tahun 2022 dengan pagudana RP 190.000.000. (Dwi)