padangexpo.com // Tanah Datar

Kegiatan monitoring dan kunjungan kerja yang di lakukan oleh dosen pembimbing terhadap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Vokasi (KKN TV PNP) untuk program kerja mahasiswa KKN, di adakan di posko kediaman mahasiswa KKN TV PNP, Rabu (19/11) di Jorong Mandailing Nagari Lawang Mandailing Kecamatan Salimpaung, Tanah Datar.

Ketua kelompok mahasiswa KKN TV PNP, Nanda Anatisi pada paparannya menjelaskan secara rinci apa yang sudah dilaksanakan dan apa yang menjadi kendala pada saat melakukan penelitian dan survei proker di Nagari Lawang Mandailing.

“Sebelumnya sudah kita sampaikan kepada dosen pembimbing melalui zoom bahwasanya hasil dari survei kami saat ini adalah untuk merenovasi rumah dinas Bupati pertama di Tanah Datar (1948-1949). Lalu ada juga agenda kegiatan kami yang rencana awalnya untuk membangun gapura sebagai pintu masuk kantor atau rumah duplikat Bupati tersebut. Lalu, ada juga Bukit Puncak Pela yang akan kita ekspose untuk lokasi wisata, khususnya hiking dan tracking. Namun kembali lagi di awal, semuanya butuh dana dan akses. Khusus untuk Puncak Pela, teritorialnya di miliki oleh dua nagari yaitu Nagari Tabek Patah dan Nagari Lawang Mandailing. Khususnya di Nagari Lawang Mandailing untuk Puncak Pela, masyarakat sangat mendukung untuk di jadikan lokasi wisata alam. Bisa juga untuk memberikan edukasi terhadap anak-anak sekolah. Juga kita sudah mengekploras gua Ngalau Barangin yang kemungkinan bisa jadi destinasi wisata, namun melihat kondisi dan akses, kami memutuskan untuk tidak di ikut sertakan dalam proker kita,” papar Nanda.

Lebih lanjut, Nanda menambahkan bahwa semuanya sudah di kemas dalam bentuk master plane dan booklet yang tujuannya adalah untuk pengembangan destinasi wisata.

BACA JUGA :  FGD Tahap Penilaian PPD, Eka Putra : Sektor Pertanian Masih Penyumbang Terbesar PDRB

“Kita sudah ada gambaran khusus untuk wisata, terutama untuk Puncak Pela yang sangat menjadi atensi kami dan masyarakat sekitar. Sesuai dengan harapan dari warga, mereka menginginkan agar ada destinasi wisata di Nagari Lawang Mandailing ini,” lanjutnya.

Zengga, S.ST.,M. Par selaku dosen pembimbing mengingatkan agar seluruh perencanaan ini di matangkan sesuai dengan kondisi yang ada.

“Kalau seandainya fokus kita pada Puncak Pela, ayo kita buat konsepnya secara matang. Bagaimana kita brending Puncak Pela ini agar menjadi lokasi wisata yang baik. Setidaknya dengan promosi dan mengadakan even-even nagari khususnya wisata, Insyaallah bisa nantinya kita cover. Kita libatkan seluruh eleman, selesaikan semuanya dengan baik. Nampak kan keseriusan kita mewujudkan proker ini sebagai masterpiece kita nantinya agar ini menjadi nilai ekonomis bagi masyarakat setempat,” jelas Zengga.

Menambahkan, Sufi Anugrah, S. Hum.,M. Hum meminta agar para mahasiswa memiliki acuan kerja yang jelas.

“Kerangaka acuan kerjanya jelas, konsepnya matang, contoh Puncak Pela. Apa sih yang berbeda trackingnya dari nagari lain. Apa sih yang berbeda versi viewnya dari yang lain. Itu yang harus di munculkan agar menjadi pembanding dan daya tarik wisata bagi wisatawan yang datang. Tawarkan kepada wisatawan apa yang unik, agar pengalaman disitu bisa bertahap. Artinya mulai dari bawah sampai puncak, harus ada daya tarik yang kuat dari lokasi wisata tersebut,” tutur Sufi Anugrah.

Endang Afriyeni, SE.,M.Si selaku Kaprodi UPW PNP pada penjelasan monitoringnya menyampaikan agar seluruh kegiatan ini konsepnya harus kuat.

“Khususnya untuk Puncak Pela, pastikan regulasi wilayahnya clear. Kekuatan apa yang bisa kita kembangkan kepada kedua nagari ini agar bisa menghasilkan solusi yang baik. Langkah-langkah apa yang harus kita ambil untuk nantinya pengemasan even, koordinasikan antara dua nagari ini dengan even kegiatan kita. Karena analisa kita terkait Puncak Pela ini memang layak untuk di jadikan destinasi wisata. Berdiplomasi dengan baik, mulai dari pemerintahan nagari sampai ke kecamatan, agar progresnya jelas dan matang,” pungkas Endang Afriyeni. (Dwi)